Berita

Saham ADRO Melesat, Ini Penjelasan Adaro Energy

Rabu, 11 September 2019 | 09:23 WIB

ILUSTRASI. Saham ADRO dalam sepekan terakhir melaju kencang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bergerak anomali. Pada awal pekan, Senin (9/9), saham ADRO naik 5,95% ke level Rp 1.335 per saham.

Kemarin, Selasa (10/9), saham ADRO memang turun 0,35% ke level Rp 1.410. Meski begitu, jika diakumulasi selama sepekan, saham ADRO masih mengakumulasi kenaikan sebesar 18,49%.

Pergerakan tersebut lantaran muncul isu rencana aksi korporasi ADRO yang beredar di pasar. Bukan hanya satu, tapi dua aksi korporasi. Salah satunya, rencana penerbitan surat utang.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication Division ADRO mengatakan, ADRO saat ini memang tengah mempertimbangkan semua opsi untuk memperkuat struktur perusahaan. "Namun, kami masih menunggu dan melihat perkembangan lebih lanjut," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (10/9).

Dia belum bersedia merinci lebih jauh terkait rencana tersebut. Namun, berdasarkan laporan keuangan ADRO, jatuh tempo terdekat baru terjadi pada 29 Mei 2020. Ini merupakan fasilitas pinjaman yang diterima anak usaha ADRO, PT Adaro Indonesia (AI), senilai US$ 380 juta.

Pinjaman tersebut diterima dari DBS Bank Ltd sebagai agen fasilitas pada 29 Mei 2013 lalu. Sejauh ini, AI telah melakukan beberapa pembayaran. Sehingga, pada saat jatuh tempo, jumlah yang dilunasi sebesar US$ 198 juta pada 2020.

Selain penerbitan emisi, kabar di pasar juga menyebutkan ADRO bakal menjual asetnya di level anak usaha di Sumatera. Untuk hal ini, manajemen belum bersedia komentar.

"Belum ada, nanti kalau ada informasi akan kami informasikan," tandas Nadira.

Baca Juga: Getol diversifikasi, Adaro Energy (ADRO) targetkan 35% pendapatan non-batubara

Sekadar informasi, operasional pertambangan ADRO selama ini dijalani oleh anak usahanya.

Beberapa di antaranya adalah PT Mustika Indah Permai (MIP) dan PT Bukit Enim Energi (BEE). Keduanya mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) di Pulau Sumatera.

Untuk MIP, aset pertambangannya berada di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sementara, BEE berada di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Semester II-2019, Adaro Energy (ADRO) fokus kembangkan seluruh lini bisnis

Kepemilikan efektif ADRO dalam MIP sebesar 75% per Juni 2019. Adapun kepemilikan efektif dalam BEE, sebesar 61%.

MIP memiliki aset sebesar US$ 68,84 juta. Sementara BEE, nilai asetnya lebih kecil, yakni sebesar US$ 989.000 per Juni 2019.

Reporter: Dityasa H Forddanta
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga