Saham Emiten Perkebunan Sawit Kompak Menghijau Walau Konsumsi Domestik Turun

Jumat, 26 September 2025 | 17:11 WIB
Saham Emiten Perkebunan Sawit Kompak Menghijau Walau Konsumsi Domestik Turun
[ILUSTRASI. Petani menimbang tanda buah segar (TBS) kelapa sawit seusai penan di Aceh Barat, Aceh, Selasa (23/9/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/bar]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hasil ekspor minyak sawit serta konsumsi domestik sawit yang menurun per Juli 2025, diperkirakan tidak menimbulkan imbas negatif pada emiten sawit. Hal ini terlihat pada penutupan perdagangan Kamis (25/9), karena beberapa saham sawit kompak menguat.

Saham emiten sawit seperti PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT Salim Ivomas Pratama TBk (SIMP), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) kompak terlihat menguat pada pembukaan dan penutupan pasar hari ini.

Kinerja saham SMAR, SIMP dan TAPG juga terlihat meningkat pesat di paruh kedua 2025 sedangkan LSIP terlihat stabil sepanjang tahun. Sepanjang tahun berjalan 2025 ini atau year to date (YTD) keempatnya juga kompak menguat.




Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan ekspor sawit turun 1,9% month of month (MoM) per Juli 2025 ke level 3,54 juta ton dengan stok naik 1,5% MoM menjadi 2,57 juta ton. Lebih rinci, ekspor sawit Indonesia ke India pada Juni 2025 tercatat 573 ribu ton, turun 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 783 ribu ton.

Meskipun ekspor ke India menurun, secara keseluruhan peran sawit bagi perekonomian Indonesia tetap signifikan. GAPKI mencatat, kontribusi ekspor sawit kembali meningkat dari 10% pada 2024 menjadi 13% terhadap total ekspor Indonesia di 2025. Sawit juga masih menjadi penyumbang devisa utama yang menjaga surplus neraca perdagangan.

Di sisi lain, produksi sawit naik 6% MoM pada Juli 2025 dan konsumsi domestik turun 1,8% MoM seiring penurunan konsumsi untuk biodiesel sebesar 2,7% MoM.



Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa Indonesia menyumbang hampir 57,5% dari total minyak sawit dunia serta menjadi konsumen terbesar mencapai 27%.

"Indonesia menjadi konsumen sawit terbesar mencapai 27%, posisi kedua diduduki oleh India dengan porsi 10,8%," ucapnya sebagaimana yang disampaikan dalam webinar Webinar Palm Oil as a Strategic Corridor: Strengthening Indonesia-India Economic and Trade Cooperation, Senin (22/9) lalu.

Ke depan, GAPKI menilai harga sawit yang kembali kompetitif dibandingkan minyak nabati lain berpotensi mengembalikan permintaan India. Namun faktor tarif impor dan kebijakan proteksi pangan India akan tetap menjadi penentu arah ekspor sawit Indonesia ke negara tersebut.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Mengawali Bulan Agustus, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (3/8)
| Senin, 03 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Mengawali Bulan Agustus, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (3/8)

Sentimen pasar awal pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis sejumlah data makro, baik dari dalam negeri maupun global. 

ESG Triputra Agro (TAPG): Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi Terbarukan
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:47 WIB

ESG Triputra Agro (TAPG): Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi Terbarukan

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mulai merasakan manfaat dari energi terbarukan. Bukan hanya mengurangi emisi GRK, sekaligus efisiensi energi.

Sang Garda Terdepan di Hulu Migas
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Sang Garda Terdepan di Hulu Migas

Di balik upaya menjaga pasokan energi tersebut, para pekerja pengeboran migas di sektor hulu menjadi garda terdepan.

Kinerja Ngebut, VKTR Mencetak Laba Rp 10 Miliar, Tumbuh 25%
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Kinerja Ngebut, VKTR Mencetak Laba Rp 10 Miliar, Tumbuh 25%

Pemulihan industri otomotif nasional juga turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk komponen otomotif perusahaan. 

Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury

Apabila imbal hasil US Treasury masih terus tinggi, maka ada kemungkinan BI kembali menaikkan suku bunga acuan.

Kemenperin Perketat Pemantauan Industri
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Kemenperin Perketat Pemantauan Industri

Kementerian Perindustrian memantau kondisi industri secara berkala guna mendeteksi potensi persoalan sejak dini.

Menjaga Nyala Minyak dan Gas Hutan Salawati dari Tanah Papua
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Menjaga Nyala Minyak dan Gas Hutan Salawati dari Tanah Papua

Rig pengeboran minyak PDSI 11.2 menjulang kokoh ke langit. Rig milik Pertamina EP Papua Field itu berdiri sebagai simbol eksplorasi energi negeri.

Rally Saham BBCA Melambat: Konsolidasi Sehat atau Awal Pembalikan Arah?
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:21 WIB

Rally Saham BBCA Melambat: Konsolidasi Sehat atau Awal Pembalikan Arah?

Risiko domestik seperti arah kebijakan BI Rate, pergerakan rupiah, maupun sentimen eksternal, masih berpotensi menekan kinerja emiten perbankan.

History, bukan His Story
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:10 WIB

History, bukan His Story

Transformational leader menjadi relevan bilamana hadir tuntutan perbaikan yang begitu besar dan kebutuhan perubahan yang kuat. 

Nasib Gelas Kopi Berubah Usai Diseruput di Kopi Nako
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Nasib Gelas Kopi Berubah Usai Diseruput di Kopi Nako

Kopi Nako mengolah gelas plastik bekas pakai dari konsumennya untuk dijadikan furnitur di kedai mereka. Apakah menjadi s

INDEKS BERITA

Terpopuler