Saham-Saham Ini Bisa Dicermati Setelah The Fed Mengerek Bunga

Kamis, 28 Juli 2022 | 07:21 WIB
Saham-Saham Ini Bisa Dicermati Setelah The Fed Mengerek Bunga
[ILUSTRASI. Pergerakan saham Bursa Efek Indonesia.]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,39% ke level 6.898,22 pada perdagangan Rabu (27/7). 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG kemarin didominasi oleh indeks IDX Sektor Energi. Indeks sektoral ini menguat lantaran terpengaruh oleh kenaikan harga komoditas global, seperti batubara, minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dan gas alam.

Selain itu, adanya rilis laporan keuangan periode semester pertama 2022 dari emiten perbankan juga mempengaruhi gerak IHSG.

Untuk hari ini (28/7), Herditya menilai pelaku pasar masih akan wait and see. Pelaku pasar akan berhati-hati menyikapi kebijakan moneter The Federal Reserve.

Jelang pengumuman, sebagian besar pelaku pasar masih yakin The Fed akan menaikkan suku bunga 75 basis poin. “Apalagi masih ada sentimen kekhawatiran ancaman resesi global dan pengaruh dari bursa global,” terang Herditya, Rabu (27/7).

Proyeksi Herditya, IHSG berpeluang menguat untuk menguji kembali area 6.910-6.940 dengan support di 6.858 dan resistance di 6.940. Investor dapat mencermati saham ADRO, FREN, ABBA danCPRO pada perdagangan Kamis (28/7).

Analis Panin Sekuritas Christian Anderson Yuwono memperkirakan, IHSG akan bergerak di rentang support 6.850 dan resistance di level 6.938. Dia juga menilai sentimen hasil rapat The Fed akan sangat kuat mempengaruhi pergerakan bursa saham.

Di sisi lain, Bank Indonesia masih menahan suku bunga di 3,5%. Ini membuat biaya bunga murah yang mendukung konsumsi dan produksi.

Pergerakan harga komoditas juga masih menjadi penggerak IHSG pada Kamis (28/7). "Perhatikan saham-saham energi, seperti gas dan batubara dan juga sektor properti,” saran Anderson.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius memprediksi, IHSG akan bergerak di antara level support 6.808 dan resistance 6.998 hari ini. Sembari mencermati dampak bunga The Fed, ia menyarankan investor mencermati saham MAPA, SMDM, PSSI, PGAS dan PTBA.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah
| Rabu, 02 September 2026 | 08:38 WIB

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah

Penopang kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) adalah pertumbuhan bisnis jalan tol dan peluang perbaikan margin.

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik
| Rabu, 02 September 2026 | 08:36 WIB

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik

Pelaku pasar cenderung merespons positif sejumlah indikator ekonomi domestik terbaru yang dirilis, kemarin.

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO
| Rabu, 02 September 2026 | 08:34 WIB

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO

Peningkatan kepemilikan ASII di AUTO dapat memperbesar kontribusi bisnis komponen terhadap kinerja konsolidasi Astra.

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS
| Rabu, 02 September 2026 | 08:02 WIB

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS

Efek putusan arbitrase yang diajukan Gunvor ke kinerja keuangan PGAS bergantung pada nilai ganti rugi dan waktu penyelesaian.

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy
| Rabu, 02 September 2026 | 07:49 WIB

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy

Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.

Harga Saham KOTA Sudah Melambung Tinggi, Investor Disarankan Tak Kejar Momentum
| Rabu, 02 September 2026 | 07:49 WIB

Harga Saham KOTA Sudah Melambung Tinggi, Investor Disarankan Tak Kejar Momentum

Kenaikan harga saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) kemungkinan telah jauh melampaui fundamental perseroan. 

Valuasi Jauh di Bawah Rata-Rata Lima Tahun, TPIA Jadi Saham Big Caps Paling Terdiskon
| Rabu, 02 September 2026 | 07:31 WIB

Valuasi Jauh di Bawah Rata-Rata Lima Tahun, TPIA Jadi Saham Big Caps Paling Terdiskon

Rata-rata target harga konsensus saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada di Rp 2.990 per saham.

Nilai Pasar Industri Kosmetik Bisa Tembus US$ 10 Miliar
| Rabu, 02 September 2026 | 07:27 WIB

Nilai Pasar Industri Kosmetik Bisa Tembus US$ 10 Miliar

Selama ini produk kosmetik dan perawatan diri digunakan oleh hampir seluruh kelompok usia dan gender.

Sinyal Hawkish Datang Dari AS, Rupiah Terancam Kembali Merosot ke Rp 18.000?
| Rabu, 02 September 2026 | 07:12 WIB

Sinyal Hawkish Datang Dari AS, Rupiah Terancam Kembali Merosot ke Rp 18.000?

Analis memperkirakan jika The Fed semakin hawkish, risiko rupiah kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS tetap terbuka.

Industri Manufaktur Belum Lepas dari Persoalan Struktural
| Rabu, 02 September 2026 | 07:08 WIB

Industri Manufaktur Belum Lepas dari Persoalan Struktural

Untuk melihat kondisi industri secara struktural, pelaku usaha tetap mencermati IKBM dari BPS dan berbagai indikator lainnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler