Sanksi Ekonomi Lumpuhkan Ekonomi Rusia, Nilai Rubel Menguap Lebih 20% di Pekan Ini

Sabtu, 05 Maret 2022 | 18:42 WIB
Sanksi Ekonomi Lumpuhkan Ekonomi Rusia, Nilai Rubel Menguap Lebih 20% di Pekan Ini
[ILUSTRASI. Papan nilai tukar perdagangan valuta di Saint Petersburg, Rusia, 25 Februari 2022. REUTERS/Anton Vaganov]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID. Nilai tukar rubel terhadap dolar AS dan euro mengakhiri perdagangan di Moskow minggu ini dengan turun lebih dari 20%. Di luar pasar valas, rubel kehilangan sepertiga dari nilainya minggu ini, sejalan dengan melemahnya ekonomi Rusia akibat tekanan sanksi dari negara-negara barat.

Lembaga pemeringkat memangkas habis peringkat utang Rusia hingga terperosok ke kategori sampah. S&P Global, Moody's dan Fitch, menyebut sanksi internasional meningkatkan kemungkinan default. Pasukan Rusia di Ukraina memicu kekhawatiran dunia saat mereka merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Ribuan orang diyakini telah tewas atau terluka dan lebih dari 1 juta warga Ukraina telah mengungsi keluar dari negerinya sejak invasi militer Rusia pada 24 Februari.

Rubel mengakhiri minggu di 105 per dolar dari 83 Jumat lalu di Moskow, meskipun menguat 1% pada sesi dari penutupan Kamis. Terhadap euro, rubel ditutup tepat di bawah 119 dari 93 minggu lalu.

Baca Juga: Ancaman China Kian Meningkat, Taiwan Gandakan Produksi Rudal

Rubel mencapai kisaran terendahnya terhadap dolar pada Kamis, dan terhadap euro pada Jumat.

Pada platform EBS, rubel ditutup turun 12,9% hari ini terhadap dolar di 124, untuk penurunan 32% minggu ini saja, terbesar untuk setiap minggu dalam catatan sejak 2007. Selisih di antara bid-ask sangat lebar sepanjang hari, layaknya apa yang biasa disebut trader sebagai tanda-tanda likuiditas menguap.

Dmitry Polevoy, direktur investasi di Locko Invest, memperingatkan bahwa sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas invasi Ukraina - yang menurut Moskow tidak dirancang untuk menduduki wilayah - akan menyebabkan kejutan ekonomi yang besarnya tidak terlihat dalam waktu lama.

"Aset Rusia sedang dihancurkan nilainya," kata Cristian Maggio, kepala strategi portofolio di TD Securities.

Credit default swap Rusia berjangka lima tahun, yang mencerminkan biaya untuk mengasuransikan eksposur utang Rusia mencapai 1.565 basis poin (bps), naik dari penutupan Kamis 1.412 bps. Namun, angka itu masih jauh dari posisi penutupan Senin, yaitu 1.973 yang merupakan rekor tertinggi, demikian diperlihatkan data dari IHS Markit.

Baca Juga: Di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina, Korea Utara Tembak Rudal Balistik

Perdagangan saham Moskow tetap ditutup dan obligasi menunjukkan spread bid-ask yang luas dalam volume kecil atau tanpa volume, seperti yang terjadi di sebagian besar minggu ini.

Pada hari Jumat, bank sentral Rusia menurunkan komisi pembelian valuta asing oleh individu melalui broker menjadi 12% dari 30%. Analis mengatakan langkah sebelumnya untuk menaikkan komisi menjadi 30% untuk pembelian mata uang seperti dolar, euro dan pound Inggris telah menyebabkan distorsi seperti lonjakan permintaan untuk mata uang lain seperti yuan China dan yen Jepang.

Dalam upaya untuk menstabilkan pasar yang sangat berfluktuasi, Bursa Moskow memberlakukan larangan short selling mata uang euro dan instrumen saham.

Mengutip memburuknya kondisi pinjaman, kementerian keuangan menghentikan penerbitan obligasi negara untuk rumah tangga. Ada sekitar 39 miliar rubel ($343,5 juta) dari investasi ritel yang beredar pada 1 Januari.

Bagikan

Berita Terbaru

Ujian Bertubi-tubi tapi Komunikasi Krisis Pemerintah Malah Bikin Keruh Suasana
| Jumat, 06 Februari 2026 | 10:43 WIB

Ujian Bertubi-tubi tapi Komunikasi Krisis Pemerintah Malah Bikin Keruh Suasana

Pemerintahan diisi terlalu banyak politikus dan pencari perhatian yang memanfaatkan segala momen untuk naik panggung, meski bukan ranahnya.

Emiten Afiliasi Prajogo Pangestu Ini Siapkan Duit Rp 1 Triliun untuk Aksi Buyback
| Jumat, 06 Februari 2026 | 09:22 WIB

Emiten Afiliasi Prajogo Pangestu Ini Siapkan Duit Rp 1 Triliun untuk Aksi Buyback

Aksi buyback ini diharapkan memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham CDIA sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Harga Masih Bergejolak, Saham Emiten Batubara Tidak Bergerak Secara Serempak
| Jumat, 06 Februari 2026 | 08:30 WIB

Harga Masih Bergejolak, Saham Emiten Batubara Tidak Bergerak Secara Serempak

Pasokan dari produsen utama seperti Indonesia dan Australia masih relatif stabil, menciptakan tekanan tambahan bagi harga batubara.

Kabar Izin Tambang Agincourt (UNTR) Batal Dicabut Mencuat di Tengah Gugatan Hukum KLH
| Jumat, 06 Februari 2026 | 08:07 WIB

Kabar Izin Tambang Agincourt (UNTR) Batal Dicabut Mencuat di Tengah Gugatan Hukum KLH

Sebagian pemilik perusahaan yang izinnya dicabut juga menyampaikan keberatan secara langsung kepada Prabowo Subianto.

Vanguard, Blackrock hingga State Street Serok Saham BRMS Saat Pasar Panik Akibat MSCI
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:30 WIB

Vanguard, Blackrock hingga State Street Serok Saham BRMS Saat Pasar Panik Akibat MSCI

Keberanian asing masuk saat harga terkoreksi mengindikasikan optimisme terhadap fundamental jangka panjang BRMS.

Ekspor Teh Tertahan Produksi dan dan Kualitas
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:25 WIB

Ekspor Teh Tertahan Produksi dan dan Kualitas

Aptehindo mencermati terjadinya penurunan produksi teh Indonesia akibat adanya penurunan luas areal kebun teh,

Peringatan Beruntun dari MSCI, Goldman dan Moody's, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:17 WIB

Peringatan Beruntun dari MSCI, Goldman dan Moody's, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Outlook Moody's itu menyusul peringatan MSCI dan penurunan serupa dari Goldman Sachs.Risiko pasar Indonesia mash tinggi. 

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?

Peluang kembalinya dana asing ke sektor perbankan tetap terbuka setelah tekanan jual mereda dan ketidakpastian kebijakan mulai berkurang.

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali

Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi diuji risiko global dan fiskal.                                  

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:50 WIB

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia

Produk Shell Super tercatat tidak tersedia di wilayah Jabodetabek dan hanya dapat ditemukan di Jawa Timur.

INDEKS BERITA

Terpopuler