Saudi dan UEA Kembali pada Kesepakatan Dengan Rusia, OPEC+ Tidak Tambah Produksi

Rabu, 02 Maret 2022 | 19:21 WIB
Saudi dan UEA Kembali pada Kesepakatan Dengan Rusia, OPEC+ Tidak Tambah Produksi
[ILUSTRASI. Pertemuan OPEC+ pada Hari Rabu (2/3) tidak bertujuan mempercepat kenaikan produksi minyak di Bulan April. REUTERS/Nick Oxford/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - DUBAI/LONDON. Pertemuan para produsen minyak OPEC+ pada Hari Rabu (2/3) tidak bertujuan mempercepat kenaikan produksi di Bulan April. Pasalnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berkomitmen kembali pada kesepakatan dengan Rusia bahkan ketika harga minyak mentah meroket lebih tinggi.

Harga minyak melonjak di atas US$ 110 per barel minggu ini atau level tertinggi dalam hampir delapan tahun. Penyebabnya, sanksi Barat terhadap Rusia diperketat dan terjadi gangguan pasokan dari pengekspor minyak terbesar kedua di dunia itu.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

 Unilever (UNVR) Realisasikan Buyback Saham Senilai Rp 285 Miliar
| Kamis, 16 Juli 2026 | 04:54 WIB

Unilever (UNVR) Realisasikan Buyback Saham Senilai Rp 285 Miliar

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah merealisasikan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 285,05 miliar

Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (16/7)
| Kamis, 16 Juli 2026 | 04:50 WIB

Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini (16/7)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2,87% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 30,13%.

Laju Indeks Bursa Dibayangi Saham Terkonsentrasi Tinggi
| Kamis, 16 Juli 2026 | 04:49 WIB

Laju Indeks Bursa Dibayangi Saham Terkonsentrasi Tinggi

Masuknya 37 saham baru dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi menahan penguatan IHSG.​

Jebakan Greenwashing dan Urgensi Masyarakat Sipil
| Kamis, 16 Juli 2026 | 04:28 WIB

Jebakan Greenwashing dan Urgensi Masyarakat Sipil

Kepercayaan pasar pada akhirnya tidak dibangun dari brosur yang dicetak di atas kertas daur ulang.  

Permenkes Memicu Alarm Industri Tembakau Berbunyi
| Kamis, 16 Juli 2026 | 04:10 WIB

Permenkes Memicu Alarm Industri Tembakau Berbunyi

Aturan Permenkes terkait industri rokok dijadwalkan terbit pada akhir bulan ini, atau dua tahun setelah PP 28/2024 diundangkan pada 26 Juli 2024.

Prabowo Ingin Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Kopdes, Begini Catatan Ekonom
| Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

Prabowo Ingin Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Kopdes, Begini Catatan Ekonom

Jika penyaluran barang bersubsidi langsung dipindahkan hanya lewat Kopdes secara nasional dan serentak, risikonya besar.

Sempat Rebound Dekati US$ 64.000, Ancaman Koreksi Bitcoin Masih Mengintai
| Rabu, 15 Juli 2026 | 10:00 WIB

Sempat Rebound Dekati US$ 64.000, Ancaman Koreksi Bitcoin Masih Mengintai

Penguatan bitcoin ditopang oleh pulihnya permintaan di pasar spot, khususnya yang datang dari investor jangka panjang dan investor institusional.

Berlina (BRNA) Menggelar Rights Issue dan Konversi Utang Rp 264,38 Miliar
| Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

Berlina (BRNA) Menggelar Rights Issue dan Konversi Utang Rp 264,38 Miliar

Pemegang saham pengendali  PT Berlina Tbk (BRNA) yaitu PT Dwi Satrya Utama (DSU) akan melaksanakan haknya melalui mekanisme kompensasi utang.

Menakar Arah Saham RAJA Pasca Stock Split
| Rabu, 15 Juli 2026 | 09:00 WIB

Menakar Arah Saham RAJA Pasca Stock Split

Analis mengingatkan, harga RAJA saat ini sudah berada di atas rata-rata PER maupun PBV historisnya dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir.

Dapat Penugasan Pemerintah, Asa Emiten Batubara Kembali Membara
| Rabu, 15 Juli 2026 | 08:58 WIB

Dapat Penugasan Pemerintah, Asa Emiten Batubara Kembali Membara

Kementerian ESDM meminta badan usaha pertambangan untuk memasok batubara hingga 212 juta ton ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). ​

INDEKS BERITA