Sebelum Bersikap, KPK Tunggu Salinan Putusan Praperadilan Eddy Hiariej

Kamis, 01 Februari 2024 | 07:18 WIB
Sebelum Bersikap, KPK Tunggu Salinan Putusan Praperadilan Eddy Hiariej
[ILUSTRASI. Eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/12/2023). KPK memeriksa Eddy Hiariej sebagai saksi dalam kasus dugaan perkara gratifikasi di Kemenkumham. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu salinan putusan terkait gugatan praperadilan yang diajukan Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Selasa (30/1), mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) itu.

Hakim menilai penetapan tersangka terhadap pemohon tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Baca Juga: Dilanda Isu Fraud, Ini Profil Investree Radhika Jaya Pengelola P2P Lending Investree

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Mewaspadai Ancaman Tekanan Likuiditas Perbankan
| Selasa, 03 November 2026 | 05:20 WIB

Mewaspadai Ancaman Tekanan Likuiditas Perbankan

Gangguan transaksi dan penurunan dana nasabah Bank MNC memicu kekhawatiran terhadap likuiditas dan kesehatan perbankan

Bank Kecil Kian Sulit Memacu Kredit
| Selasa, 03 November 2026 | 05:20 WIB

Bank Kecil Kian Sulit Memacu Kredit

​Likuiditas yang mengetat dan penghimpunan dana yang melemah membuat bank-bank kecil semakin sulitmendorong pertumbuhan kredit

Menyoal Risiko Dualisme Pengawasan di PFII
| Selasa, 03 November 2026 | 05:20 WIB

Menyoal Risiko Dualisme Pengawasan di PFII

​Regulator khusus PFII berpotensi memicu dualisme pengawasan dengan OJK dan BI, sehingga pembagiankewenangan perlu diperjelas

Elegi Transparansi OJK
| Selasa, 03 November 2026 | 05:05 WIB

Elegi Transparansi OJK

Memang menjadi pertanyaan, mengapa OJK hanya menyebut inisial nama-nama perusahaan broker yang disanksi?

Pemungut Pajak Digital Diperluas
| Selasa, 03 November 2026 | 05:00 WIB

Pemungut Pajak Digital Diperluas

Perluasan pemungut pajak digital tersebut akan melibatkan perbankan, baik bank pemerintah maupun swasta, fintech, hingga e-commerce.

Rebound IHSG Berlanjut? Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 04:50 WIB

Rebound IHSG Berlanjut? Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/11)

IHSG masih melemah 5,14% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 41,06%.   

Risiko Kredit Tekan Permodalan LKM
| Selasa, 03 November 2026 | 04:45 WIB

Risiko Kredit Tekan Permodalan LKM

OJK mencatat bahwa ekuitas industri LKM terkontraksi 2,34% secara tahunan menjadi Rp 655,20 miliar per Agustus 2026

Ekspor Melesat, Rekrutmen Tersendat
| Selasa, 03 November 2026 | 04:30 WIB

Ekspor Melesat, Rekrutmen Tersendat

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global naik menjadi 54 pada Oktober 2026, dari 52,4 pada September 2026. 

Aktivitas Bisnis Manufaktur Makin Melonjak
| Selasa, 03 November 2026 | 04:30 WIB

Aktivitas Bisnis Manufaktur Makin Melonjak

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia S&P Global tercatat sebesar 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada September 2026.

Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo
| Selasa, 03 November 2026 | 04:20 WIB

Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo

Klaim asuransi marine cargo hingga Agustus 2026 tumbuh 16,95% secara tahunan menjadi Rp 1,45 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler