SEC Terbitkan Lisensi untuk Bursa Baru yang Memanfaatkan Blockchain

Sabtu, 29 Januari 2022 | 13:39 WIB
SEC Terbitkan Lisensi untuk Bursa Baru yang Memanfaatkan Blockchain
[ILUSTRASI. Patung Charging Bull atau Wall Street Bull di kawasan Manhattan, New York City, New York, AS, 16 Januari 2019. REUTERS/Carlo Allegri]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Regulator pasar modal di Amerika Serikat  (SEC) pada Kamis (27/1) malam memberi lisensi untuk bursa saham ke-17 di negara itu. Bursa yang merupakan anak perusahaan dari BOX Exchange yang berbasis di Boston itu, akan menggabungkan teknologi blockchain.

Bursa yang bernama BSTX itu akan beroperasi pada kuartal kedua, kata Jay Fraser, seorang direktur. Kegiatan awal bursa adalah memperdagangkan efek, seperti saham atau exchange trade fund (ETF), yang pertama kali terdaftar di bursanya, tetapi akan dapat diperdagangkan di bursa saingan.

BSTX pada akhirnya bertujuan untuk memperluas perdagangan ke semua saham AS dan sekuritas yang berpotensi dijadikan token, kata Fraser. Token saham adalah versi digital dari ekuitas yang dipatok ke saham yang mendasarinya, biasanya diperdagangkan dalam unit pecahan.

Baca Juga: Aturan Akan Direvisi, Bank Asing di Uni Eropa Harus Siap-Siap Tambah Modal

Fraser mengatakan tujuannya adalah agar BSTX terlihat "lebih mirip" bursa crypto seperti Coinbase dibandingkan dengan bursa tradisional seperti Nasdaq.

Selain menawarkan data feed konvensional, BSTX menawarkan market data feed yang akan beroperasi pada blockchain pribadi. Data feed itu memungkinkan anggota bursa untuk melihat aktivitas mereka sendiri, serta aktivitas peserta BSTX lainnya secara anonim dengan jeda waktu, demikian keterbukaan informasi bursa.

Bursa berencana untuk memperluas penggunaan blockchain, teknologi yang menopang cryptocurrency seperti bitcoin, dari waktu ke waktu untuk mendukung produk seperti sekuritas token, kata Fraser.

BSTX awalnya akan disebut Boston Security Token Exchange dan berencana untuk secara eksklusif memperdagangkan sekuritas yang diberi token. Tetapi SEC menolak rencana itu pada bulan Desember 2020.

Bursa juga akan memberi opsi ke anggotanya untuk menyelesaikan perdagangan di hari yang sama, berlawanan dengan waktu penyelesaian yang berlaku di berbagai bursa saat ini, yaitu dua hari. Kecepatan itu akan membebaskan peserta transaksi dari keharusan menjaminkan uang tunai lebih lama sekaligus mengurangi risiko salah satu pihak gagal bayar. 

Industri sekuritas secara keseluruhan saat ini sedang memperdebatkan perpindahan ke penyelesaian satu hari.

Baca Juga: Asia Mendominasi Pasokan Chip Semikonduktor Global, Kuasai 89,7% Pangsa Pasar Dunia

Dalam pemberitahuan Kamis, SEC mengatakan bahwa terlepas dari umpan blockchain dan waktu penyelesaian yang lebih cepat, aturan BSTX yang direvisi "secara substansial mirip" dengan aturan bursa saham lainnya.

BSTX adalah perusahaan patungan antara BOX dan tZero, yang menyediakan teknologi blockchain. 

BOX adalah bursa opsi yang dimiliki bersama oleh operator Bursa Efek Toronto TMX Group, Citadel Securities Principal Investments LLC, dan pialang termasuk cabang Citigroup dan UBS.

Bagikan

Berita Terbaru

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?

​Apakah sekolah wajib menjadi PKP? Bagaimana ketentuan PPN atas uang sekolah, buku pelajaran, dan seragam? Simak penjelasan aturan pajaknya.

Cempaka Piring dan Sejarah Panjang Magnolia di Indonesia
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Cempaka Piring dan Sejarah Panjang Magnolia di Indonesia

​Harga tanaman setinggi 1,5 meter Rp 800.000 Rp 1.650 juta per pot besar dan belum tentu bisa hidup di halaman rumah si pembeli.

Mengasah Strategi Mengelola Dana Nasabah Tajir
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Mengasah Strategi Mengelola Dana Nasabah Tajir

Prospek bisnis wealth management perbankan hingga akhir 2026 masih terbuka. Tapi, dinamika pasar bisa memengaruhi keputusan nasabah.

INDEKS BERITA

Terpopuler