Segudang Peluru dari Binsis Pergudangan

Senin, 08 April 2019 | 07:10 WIB
Segudang Peluru dari Binsis Pergudangan
[]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael, Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis pergudangan di dalam negeri masih menjanjikan. Pasalnya, bisnis logistik dan e-commerce terus menggeliat sehingga memberikan katalis positif terhadap kebutuhan ruang penyimpanan alias gudang.

Sejumlah pengembang properti dan kawasan industri terus menggenjot bisnis pergudangan demi memenuhi permintaan.

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), misalnya, optimistis pendapatan mereka tumbuh hingga 20% menjadi Rp 359 miliar pada tahun ini.

Asa Siahaan, Finance & Investor Relation Head PT Mega Manunggal Property Tbk, menyebutkan keyakinan tersebut lantaran pendapatan sepanjang triwulan pertama tahun ini terus meningkat. Namun dia belum bisa menjelaskan secara mendetail. "Belum bisa kami sampaikan, yang pasti naik," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (5/4).

Adapun penopangnya berasal dari gudang baru yang rampung dibangun pada tahun lalu. Alhasil, pendapatan sewa pada tahun ini dapat diterima secara penuh. Penyewa gudang MMLP didominasi sektor fast moving consumer goods (FMCG), e-commerce, dan logistik. Ketiga sektor tersebut berkontribusi hingga 70% dari total delapan gudang milik MMLP.

Hingga akhir tahun ini, Mega Manunggal menargetkan bisa memiliki 11 gudang. Setidaknya ada tiga gudang baru yang sedang dipersiapkan. Selain menambah gudang anyar, MMLP berencana menambah landbank. Namun manajemen belum bisa menyampaikan target luas landbank, lantaran tergantung permintaan penyewa. "Kami ada sistem custom, yang mana penyewa memilih suatu tempat, maka kami akan beli tanah di sana," tutur Asa.

Untuk memuluskan proyek gudang baru dan penambahan landbank, Mega Manunggal mengalokasikan belanja modal hingga Rp 1,2 triliun. Mengenai komposisi penggunaan dana belanja modal, Asa tidak memerinci. "Saya tidak bisa karena ini merupakan strategi perusahaan," kilah dia.

Sementara itu PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berencana merangsek ke bisnis pergudangan di kawasan Bogor dan Sukabumi pada tahun ini. Masuknya Cahayasakti ke bisnis pergudangan merupakan strategi untuk memperkuat pendapatan secara berkesinambungan alias recurring income.

Direktur Utama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, Au Bintoro menjelaskan, tahun ini CSIS berharap bisa menggaet penyewa untuk bisnis pergudangan. Adapun gudang yang dibangun secara bertahap berdiri di atas lahan seluas 10 hektare.

Bisnis pergudangan adalah bagian dari sayap bisnis konstruksi CSIS. Selain pergudangan, bisnis lainnya adalah pengadaan furnitur dan pembangunan pabrik.

Menurut Bintoro, tahun ini bisnis sewa gudang diyakini memperkuat kondisi keuangan Cahayasakti. Jumlah pendapatan yang bakal dikantongi cukup signifikan. Sebab area milik CSIS cukup luas.

Apalagi, calon penyewa utama adalah perusahaan cukup ternama. "Kini, kami dalam tahap pembahasan perjanjian dengan calon penyewa gudang," kata dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Ketentuan Barang Impor di Pelabuhan Diperkuat
| Rabu, 07 Januari 2026 | 21:50 WIB

Ketentuan Barang Impor di Pelabuhan Diperkuat

Barang impor yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara lebih dari 30 hari  dan belum diselesaikan kewajiban pabeannya, bakal berstatus BTD.

Menengok Kekayaan Konglomerat yang Jadi Jangkar Penggerak IHSG
| Rabu, 07 Januari 2026 | 17:22 WIB

Menengok Kekayaan Konglomerat yang Jadi Jangkar Penggerak IHSG

Pasar merespons positif aksi korporasi dan perbaikan kinerja, mencerminkan konsep conglomerate stocks dengan valuasi premium atas sinergi bisnis.

Saatnya Meminimalkan Kasus-Kasus Investasi Mukidi
| Rabu, 07 Januari 2026 | 12:28 WIB

Saatnya Meminimalkan Kasus-Kasus Investasi Mukidi

Faktor lain yang menyebabkan masyarakat kita mudah tergiur investasi ala Mukidi adalah kondisi ekonomi yang buruk dan ingin kaya secara cepat.

PPN DTP Diperpanjang dan Bunga KPR Turun, Properti di 2026 Masih Punya Ruang Tumbuh
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:20 WIB

PPN DTP Diperpanjang dan Bunga KPR Turun, Properti di 2026 Masih Punya Ruang Tumbuh

Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti resmi diperpanjang hingga akhir 2026.

Emiten Menara Diproyeksikan Tumbuh di 2026, Pilih Koleksi MTEL, TOWR atau TBIG?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:02 WIB

Emiten Menara Diproyeksikan Tumbuh di 2026, Pilih Koleksi MTEL, TOWR atau TBIG?

Potensi pemulihan ARPU diprediksi menjadi bahan bakar baru bagi emiten menara telekomunikasi di tahun 2026.

Target Lelang Awal Tahun Rp 220 Triliun
| Rabu, 07 Januari 2026 | 09:03 WIB

Target Lelang Awal Tahun Rp 220 Triliun

Belum diketahui target pembiayaan utang 2026, mengingat UU APBN 2026 yang disepakati tak kunjung dipublikasikan pemerintah kepada publik

Konsumsi Terangkat, Tapi Ada Sinyal Tahan Belanja
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:54 WIB

Konsumsi Terangkat, Tapi Ada Sinyal Tahan Belanja

Masyarakat belanja di akhir tahun, terutama pada sektor rekreasi dan barang konsumsi                

Saham WIIM Terbang 135,71 Persen Sepanjang 2025, Begini Prospek Wismilak di 2026
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:50 WIB

Saham WIIM Terbang 135,71 Persen Sepanjang 2025, Begini Prospek Wismilak di 2026

Performa saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) di sepanjang 2025 didorong kinerja kuat dan kebijakan cukai.

Goldman Sachs hingga Invesco Pasang Posisi di ANTM, Sinyal Harga Bisa Tembus 4.000?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:31 WIB

Goldman Sachs hingga Invesco Pasang Posisi di ANTM, Sinyal Harga Bisa Tembus 4.000?

Investor asing institusi rajin memborong saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)di tengah gejolak geopolitik.

Terbang 34 Persen di Awal Tahun 2026, Kemana Arah Saham MINA Selanjutnya?
| Rabu, 07 Januari 2026 | 07:48 WIB

Terbang 34 Persen di Awal Tahun 2026, Kemana Arah Saham MINA Selanjutnya?

Secara teknikal saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.​

INDEKS BERITA

Terpopuler