Sejalan dengan Sanksi Pemerintah AS, Halliburton dan Schlumberger Hengkang dari Rusia

Minggu, 20 Maret 2022 | 08:10 WIB
Sejalan dengan Sanksi Pemerintah AS, Halliburton dan Schlumberger Hengkang dari Rusia
[ILUSTRASI. Booth Halliburton saat pameran migas IPA 2018]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Halliburton Co dan Schlumberger pada Jumat mengumumkan penangguhan atau penghentian kegiatan operasi di Rusia. Langkah kedua raksasa penyedia jasa minyak dan gas asal Amerika Serikat (AS) itu sejalan dengan sanksi yang dijatuhkan pemerintah AS atas Rusia yang menginvasi wilayah Ukraina.

Kedua perusahaan itu mengikuti jejak serombongan perusahaan negara Barat di berbagai sektor mulai energi, ritel hingga barang-barang konsumen.  Aksi berbagai korporasi Barat itu menanggapi sanksi yang dijatuhkan pemerintah mereka. Di sektor migas, misalnya, Uni Eropa dan AS melarang penyediaan teknologi minyak ke Rusia, atau mengimpor produk energi dari negeri itu.

Halliburton mengatakan segera menangguhkan bisnis di masa depan dan akan menghentikan operasinya di Rusia. Perusahaan itu sudah mengakhiri pengiriman suku cadang dan produk yang dikenai sanksi ke negara itu.

 Schlumberger telah menghentikan investasi baru di Rusia dan penyebaran teknologi sambil melanjutkan aktivitas yang ada sesuai dengan hukum dan sanksi internasional, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan Jumat malam.

Baca Juga: Dunia Terancam Krisis Pangan Akibat Perang Rusia di Ukraina

"Kami mendesak penghentian konflik dan pemulihan keselamatan dan keamanan di kawasan itu," kata Kepala Eksekutif Schlumberger Olivier Le Peuch.

Penyedia layanan ladang minyak Baker Hughes menolak mengomentari operasinya di Rusia. Perusahaan energi BP PLC, Shell, Equinor ASA dan Exxon Mobil telah menangguhkan bisnis atau mengumumkan rencana untuk keluar dari operasi mereka di Rusia.

Rusia, yang menyebut invasinya ke Ukraina sebagai "operasi militer khusus", merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia. Negeri itu mengekspor 7 juta hingga 8 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak.

Di sektor energi, Rusia sangat mungkin tidak terdampak oleh sanksi yang dijatuhkan negara-negara barat. Adalah perusahaan domestik yang memegang kendali atas sebagian besar kegiatan operasi di sektor energi.

Bagikan

Berita Terbaru

UMKM Merasa Dua Tahun Terakhir Situasi Lebih Sulit dibandingkan Saat Pandemi
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:00 WIB

UMKM Merasa Dua Tahun Terakhir Situasi Lebih Sulit dibandingkan Saat Pandemi

Keterbatasan modal, UMKM sulit mengikuti lelang/tender proyek-proyek pemerintah karena secara kapasitas produksi dan modal tidak akan mencukupi.

Pasar Saham Anjlok, Asing Lari ke SBN: Intip Strategi dan Tenor Obligasi Paling Cuan
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pasar Saham Anjlok, Asing Lari ke SBN: Intip Strategi dan Tenor Obligasi Paling Cuan

Peningkatan realisasi belanja dan kebutuhan pembiayaan pada kuartal IV berpotensi menambah tekanan pasokan SBN.

SCMA Membagikan Dividen Interim Rp 533,43 Miliar
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49 WIB

SCMA Membagikan Dividen Interim Rp 533,43 Miliar

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mengumumkan akan membagikan dividen interim kepada pemegang saham sebesar Rp 533,43 miliar.​

Manajemen DSSA Buka Suara Soal Sanksi OJK
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Manajemen DSSA Buka Suara Soal Sanksi OJK

Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) buka suara perihal sanksi yang diberikan OJK terkait dugaan manipulasi perdagangan saham.

Tiga Emiten Tersangkut Pemeriksaan OJK, Buyback Rp 2,5 Triliun Usai Saham Anjlok
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Tiga Emiten Tersangkut Pemeriksaan OJK, Buyback Rp 2,5 Triliun Usai Saham Anjlok

Aksi buyback dengan total anggaran Rp 2,5 triliun berpotensi membantu meredam tekanan jual dan menjaga stabilitas harga.

Emiten Big Caps Buyback Saham Saat Pasar Tertekan
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Emiten Big Caps Buyback Saham Saat Pasar Tertekan

Emiten berkapitalisasi besar di BEI, dari BREN hingga BBCA menyisihkan anggaran jumbo untuk buyback saham.

Bursa Butuh Dana Institusi Domestik Saat Tekanan Jual Asing Semakin Mencekik
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Bursa Butuh Dana Institusi Domestik Saat Tekanan Jual Asing Semakin Mencekik

Investor institusi domestik bisa jadi penyangga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan jual investor asing​.

Aturan ARB 7% Berlaku, Penurunan Saham Big Cap Bisa Diredam Sementara Waktu
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Aturan ARB 7% Berlaku, Penurunan Saham Big Cap Bisa Diredam Sementara Waktu

Saham big caps dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat lebih mampu menyerap tekanan jual, meski tak otomatis kebal terhadap outflow asing.

El Nino Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Produksi Sawit, 6 Saham Ini bisa Cuan Maksimal
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:38 WIB

El Nino Jadi Pisau Bermata Dua Bagi Produksi Sawit, 6 Saham Ini bisa Cuan Maksimal

Bagi emiten CPO yang punya eksposur besar pada bisnis upstream, kenaikan harga dapat memberikan leverage yang signifikan terhadap profitabilitas.

Dua Inisiatif Lagi Demi Merayu MSCI
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Dua Inisiatif Lagi Demi Merayu MSCI

Inisiatif tersebut ialah menambah informasi status afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan 1% dan mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG.

INDEKS BERITA

Terpopuler