Sempat Melanjutkan Penurunan, Harga Emas Hari Ini Akhirnya Naik Tipis

Jumat, 06 September 2019 | 23:08 WIB
Sempat Melanjutkan Penurunan, Harga Emas Hari Ini Akhirnya Naik Tipis
[ILUSTRASI. Emas batangan]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas hari ini (6/9) masih menguat tipis. Di pasar spot, mengacu Bloomberg, harga emas naik 0,14% ke posisi US$ 1.521,08 per ons troi pada pukul 23.00 WIB dibanding penutupan hari sebelumnya.

Sedang harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 0,23% menjadi US$ 1.529,00 per ons troi. Padahal sepanjang siang hingga sore, harga emas melanjutkan penurunan hari sebelumnya, yang turun dalam hingga 2% lebih.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Berbalik Arah, Naik Tipis

"Berita baik dari ekonomi AS dan beritanya mulai dari negosiasi perdagangan mendorong sentimen berisiko dan pada gilirannya mendorong penurunan permintaan untuk emas dan aset safe-haven lainnya," kata Sergey Raevskiy, Analis SP Angel kepada Reuters.

Data terbaru AS menunjukkan, gaji pekerja swasta naik dan pertumbuhan sektor jasa meningkat pada Agustus 2019. Ini meningkatkan minat investor untuk aset berisiko, yang mendapat dukungan dari tanda-tanda positif pembicaraan perdagangan AS-China.

Baca Juga: AS-China Mesra, Harga Emas Hari Ini Anjlok 2% Lebih

Dan, investor sekarang menunggu laporan gaji non-pertanian AS, yang tampaknya menjadi isyarat lebih lanjut tentang kesehatan negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

"Sebagian besar (pergerakan emas) akan tergantung pada laporan gaji, dan jika data keluar lebih kuat, kita mungkin melihat harga turun di bawah (level $ 1.500)," kata Raevskiy.

Bagikan

Berita Terbaru

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market

Sorotan terhadap pasar saham Indonesia sudah dimulai setidaknya sejak 2024, ketika kinerja indeks MSCI jauh di bawah IHSG.

Bedah Prospek Kinerja AALI dan TAPG yang Diprediksi Masih Solid Tahun Depan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Bedah Prospek Kinerja AALI dan TAPG yang Diprediksi Masih Solid Tahun Depan

Setiap kenaikan biaya ekspor Rp 100.000 per ton bakal menggerus laba emiten sekitar 1% hingga 4% untuk tahun buku 2027–2028.

Rumor Merger BCA-DBS Ditepis, BlackRock dkk Tetap Akumulasi Saham BBCA
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Rumor Merger BCA-DBS Ditepis, BlackRock dkk Tetap Akumulasi Saham BBCA

Dalam kacamata investasi jangka panjang, prospek BBCA tetap menarik berkat efisiensi operasional dan kualitas kredit Bank BCA.​

Investor Membutuhkan Jaminan Kepastian
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Investor Membutuhkan Jaminan Kepastian

Sejak kuartal IV-2024 hingga kuartal III-2026, realisasi investasi mencapai Rp 3.923,2 triliun, tumbuh 11,64%

Perbaikan Mendasar MBG Lebih Diperlukan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perbaikan Mendasar MBG Lebih Diperlukan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 44 triliun.

Agar Rupiah Jangan Sampai Tembus Rp 20.000
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Agar Rupiah Jangan Sampai Tembus Rp 20.000

Kepercayaan investor perlu dijaga untuk menyetop arus keluar dana asing                             

Peserta Tax Amnesty II Masih Bisa Lolos dari Sanksi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Peserta Tax Amnesty II Masih Bisa Lolos dari Sanksi

Program Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi (PSA) diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-239/PJ/2026

Laba MIDI Melonjak 19,44%, Daya Beli Jadi Penentu Kinerja hingga Akhir 2026
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Laba MIDI Melonjak 19,44%, Daya Beli Jadi Penentu Kinerja hingga Akhir 2026

Model bisnis MIDI yang defensif memberikan visibilitas laba lebih baik di tengah kondisi konsumsi masyarakat yang masih relatif lemah.

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:23 WIB

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis

Analis mengatakan, forward price to earning ratio (Forward PE)) MSCI Indonesia saat ini sudah turun ke 7,3 kali.

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan

Saham MKNT sudah mengalami ARA selama sembilan hari beruntun yang ditopang oleh tingginya minat beli.

INDEKS BERITA

Terpopuler