Sengketa Pajak Meningkat Seusai Amnesti

Senin, 18 Februari 2019 | 07:10 WIB
Sengketa Pajak Meningkat Seusai Amnesti
[]
Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Berkas sengketa pajak yang berujung ke pengadilan meningkat di tahun lalu. Mengutip data statistik sekretariat pengadilan pajak, jumlah berkas sengketa pajak yang masuk berdasarkan terbanding atau tergugat tahun 2018 sebanyak 11.436 berkas, jauh lebih besar dari tahun 2017 hanya 9.579.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengatakan, sengketa pajak terlihat meningkat tahun lalu karena di tahun itu sudah tidak ada program pengampunan pajak (tax amnesty). "Tax amesty atau pada Juli 2016 hingga Maret 2017 menurunkan jumlah surat ketetapan pajak (SKP)," jelas Hestu.

Kedua, untuk ikut program tax amnesty tahun, wajib pajak yang sedang mengajukan keberatan dan banding harus mencabut sengketanya. Wajib pajak cukup membayar pokok pajak terutang dan dihapus sanksi di SKP.

Meski begitu, Hestu menyatakan Ditjen Pajak berupaya mengurangi ketidakpuasan wajib pajak dengan membenahi hal-hal yang berkaitan dengan multi tafsir juga memperbaiki proses pemeriksaan pajak. Sebagai langkah pertama Ditjen Pajak akan meningkatkan kualitas penerbitan SKP. "Kami lakukan revitalisasi pemeriksaan, dimana perencanaan pemeriksaan difokuskan pada wajib pajak yang benar-benar terindikasi tidak patuh, data yang menjadi trigger pemeriksaan juga harus berkualitas, dan potensi hasil pemeriksaan signifikan," terang Hestu.

Ditjen Pajak juga meningkatkan pengendalian mutu proses pemeriksaan dengan menerbitkan SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaan Pajak. Dalam proses itu, dilakukan review, peer review, bimbingan teknis kepada tenaga pemeriksa, dan prosedur quality assurance.

Ditjen Pajak juga akan memperbaiki ketentuan yang dianggap tumpang tindih dan multitafsir. "Ini misalnya dengan Perdirjen 30/2018 yang mencabut banyak Perdirjen dan Kepdirjen yang sudah tidak relevan dan menimbulkan multi tafsir," kata Hestu.

Bagikan

Berita Terbaru

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan

Dengan kondisi pasar saham yang memerah, bagaimana saran keputusan investasi saat ini?              

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran

Preferensi masyarakat terhadap pembayaran tunai banyak dipengaruhi oleh kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan.

Meredam Inflasi
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Meredam Inflasi

Masalahnya, lonjakan harga pangan semakin menjadi persoalan, karena terjadi saat daya beli masyarakat masih melemah.

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa

Perbedaan porsi pasien jadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menilai potensi dampak tambahan dana BPJS Kesehatan.

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income

Keberlanjutan insentif PPN DTP dan stabilitas suku bunga sebagai faktor yang dapat mendorong pemulihan permintaan properti.

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi emiten yang paling langsung terpapar pergerakan harga minyak.

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah

Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat sejumlah saham kini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata. 

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar

Volatilitas DSSA cenderung lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar lain yang punya basis pemegang saham lebih luas.

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas

Secara nominal, kredit Rp 400 triliun setara sekitar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB)          

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok

Kerugian investasi menekan kinerja PT Bukalapak.com (BUKA), hingga berbalik mencatatkan rugi bersih.

INDEKS BERITA

Terpopuler