Sesuai Ekspektasi Pasar Terutama Menkeu, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Ke Rp 14.032

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:08 WIB
Sesuai Ekspektasi Pasar Terutama Menkeu, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Ke Rp 14.032
[ILUSTRASI. Nasabah sebuah money changer di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (15/8).]
Reporter: Adrianus Octaviano, Danielisa Putriadita | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah melanjutkan penguatan lima hari berturut-turut. Kurs rupiah hari ini (23/10) di pasar spot menguat tips 0,06% ke posisi Rp 14.032 per dolar Amerika Serikat (AS).

Tak berbeda jauh, kurs tengah Bank Indonesia (BI), kurs rupiah hari ini juga menguat 0,05% sehingga menempati level Rp 14.051 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, pasar masih menyambut baik Kabinet Indonesia Maju, terutama pada posisi menteri keuangan (menkeu). "Sri Mulyani sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar," ujar Faisyal, Rabu (23/10).

Baca Juga: Rupiah menguat terdongkrak kabinet baru

Tak hanya itu, Faisyal mengatakan, penguatan kurs rupiah hari ini juga karena dolar AS yang melemah. Pelemahan tersebut lantaran data AS yang keluar akhir-akhir ini memburuk. "Ini menandakan ekonomi di AS sedang lesu," kata dia.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail Zaini menambahkan, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga membuat kurs rupiah hari ini menguat.

Kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga cukup tinggi di bulan ini. Federal Fund Rate (FFR) yang berpotensi kembali turun mendorong pelaku pasar cenderung mengincar investasi yang mampu memberikan imbal hasil tinggi.

Baca Juga: Rupiah menguat disokong sentimen eksternal dan internal

Aalah satu investasi yang memberikan imbal hasil tinggi adalah obligasi pemerintah. Tak heran, pasar obligasi menerima net buy asing Rp 7 triliun sejak 16 Oktober hingga 21 Oktober.

Nah, ini yang menjadi sentimen positif bagi rupiah. "Makanya, rally di pasar obligasi juga mendukung rupiah menguat," kata Mikail.

Sentimen eksternal yang juga mendorong penguatan rupiah, Mikail bilang, kesepakatan Brexit yang menyebabkan dolar AS melemah di hadapan poundsterling dan euro. Alhasil, rupiah memiliki kesempatan untuk menguat.

Bagikan

Berita Terbaru

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:35 WIB

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari dalam negeri, tekanan juga berasal dari derasnya arus keluar modal asing dan rupiah yang melemah hngga Rp 18.200 per dolar AS.

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:10 WIB

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan

Pertumbuhan pesat industri alkes saat ini mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.

Belum Ada Katalis Positif, IHSG Selasa (9/6) Rawan Koreksi Lanjutan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:09 WIB

Belum Ada Katalis Positif, IHSG Selasa (9/6) Rawan Koreksi Lanjutan

Pelemahan IHSG berlanjut akibat geopolitik dan rupiah anjlok. Ketahui saham pilihan yang berpeluang menguat terbatas hari ini

Dividen Jadi Pemanis di Saat IHSG Masih Pahit
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:06 WIB

Dividen Jadi Pemanis di Saat IHSG Masih Pahit

Meskipun dividen bisa menjadi bantalan, daya tarik dividen belum cukup untuk mengubah sentimen pasar

IHSG Anjlok Parah, Ini Support Krusial Penentu Nasib Investor Saham
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:52 WIB

IHSG Anjlok Parah, Ini Support Krusial Penentu Nasib Investor Saham

IHSG anjlok 4,52% awal pekan ini, mendekati level kritis. Cek proyeksi support terbaru para analis sebelum memutuskan langkah investasi.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Intip Peluang dari Momen Libur Sekolah
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:51 WIB

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Intip Peluang dari Momen Libur Sekolah

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap memaksimalkan sejumlah segmen bisnis untuk memacu kinerja di periode libur panjang.

Harga Emas Turun, Pasar Sedang Mengirim Sinyal Apa?
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:49 WIB

Harga Emas Turun, Pasar Sedang Mengirim Sinyal Apa?

Pasar mulai menilai laju pembelian bank sentral global tidak lagi mampu mengimbangi tekanan yang berasal dari penguatan dolar AS.

Rupiah dalam Rapuhnya Demokrasi Moneter
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:45 WIB

Rupiah dalam Rapuhnya Demokrasi Moneter

Persoalan rupiah bermula dari diagnosis yang keliru, dan diagnosis keliru melahirkan resep yang keliru.

Krisis Kepercayaan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:37 WIB

Krisis Kepercayaan

Fundamental ekonomi yang kuat memang penting, tetapi kepercayaan adalah faktor penentu keputusan investasi.

Menilik Potensi Saham KAQI Lewat Ekspansi Bengkel Kaki-kaki
| Selasa, 09 Juni 2026 | 07:28 WIB

Menilik Potensi Saham KAQI Lewat Ekspansi Bengkel Kaki-kaki

KAQI juga terus memperluas lini usahanya dengan menambah kegiatan usaha baru, termasuk perdagangan eceran suku cadang dan aksesoris kendaraan.

INDEKS BERITA

Terpopuler