Setelah CEO Ditangkap, Harga Saham Suncity Group Rontok

Selasa, 30 November 2021 | 15:05 WIB
Setelah CEO Ditangkap, Harga Saham Suncity Group Rontok
[ILUSTRASI. Pengunjung menggunakan masker di depan Casino Lisboa, sebelum penutupan sementaranya di masa pandemi. Makau, China, 4 Februari 2020. REUTERS/Tyrone Siu]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Saham Suncity Group Holdings Ltd merosot hingga 40% dalam perdagangan pada Selasa (30/11), menyusul penangkapan CEO pengelola rumah judi itu atas dugaan melakukan perjudian lintas batas negara. Perusahaan mengatakan, sang CEO berniat untuk mengundurkan diri.

Alvin Chau, CEO yang juga pendiri Suncity Group ditangkap oleh polisi Makau pada Minggu (28/11). Ia juga menjadi target penangkapan polisi di daratan Tiongkok, di mana semua bentuk perjudian adalah ilegal

Polisi di Makau menangkap Chau dan 10 orang lainnya, dengan tuduhan menjadikan pulau yang merupakan pusat perjudian terbesar di dunia itu sebagai lokasi "platform untuk bertaruh melalui web secara langsung." Penjudi yang disasar oleh Chau adalah warga China daratan. 

Pihak berwenang di kota Wenzhou, kawasan timur China, secara terpisah menuduh Chau membentuk jaringan junket yang mempekerjakan banyak agen. Dalam perjudian, junket  merupakan orang yang bertugas mencari dan membawa para penjudi kelas kakap warga ke sebuah kasino. Junket juga meminjamkan dana ke penjudi yang sedang butuh uang. Urusan menagih utang dari penjudi juga menjadi pekerjaan junket

Baca Juga: Saham-saham operator kasino Makau anjlok akibat rencana pengetatan regulasi perjudian

Chau dituding membentuk jaringan yang bertugas membujuk penduduk China daratan untuk berjudi di Makau. Menurut penyidik, Chau memiliki perusahaan manajemen aset yang membantu penjudi dalam melakukan transfer dana lintas negara.

Aliran uang yang melintasi batas China dan Makau telah lama menarik perhatian pemerintah China dan pihak berwenang Makau. Otoritas di kedua yurisdiksi menyatakan telah mencermati lalu lintas uang yang terhubung dengan kegiatna perjudian itu selama dua tahun.

Saat itu, media pemerintah China sempat mengkritik game online dengan menyebutnya sebagai penyebab kerusakan besar pada tatanan sosial ekonomi China. Suncity yang menjadi sasaran kritik, saat itu menyatakan tidak mengoperasikan game online apa pun.

Miao Shengming, seorang pejabat di badan kejaksaan China, mengatakan pada hari Senin bahwa beberapa kasino di luar negeri dan situs perjudian online menargetkan penduduk China daratan sebagai pasarnya. Ia menyebut, situasi itu merugikan "keamanan ekonomi" China.

"Dari mereka yang pergi ke luar negeri untuk berjudi, banyak yang bertaruh dalam jumlah besar hingga memicu arus keluar dana yang besar," kata Miao.

Selama 2018 hingga September tahun ini, sebanyak 255.850 orang telah dituntut di Tiongkok karena melanggar larangan perjudian. Sebanyak 63.238 orang di antaranya didakwa antara Januari hingga September, tambah Miao.

Saham Suncity turun 39,6% pada sesi tengah hari, senilai HK$1,03 miliar ($132 juta) dan pada satu titik turun 48% ke rekor terendah HK$0,133.

Baca Juga: Ekonomi China diprediksi melemah, bursa saham Asia ikut tertekan

Bagian dari penyelidikan Makau melibatkan resor Tigre de Cristal Rusia yang lokasinya dekat dengan perbatasan timur laut China. Resor itu dikendalikan oleh Summit Ascent Holdings, perusahaan yang terdaftar di Hong Kong. Di perusahaan itu, Suncity tercatat sebagai pemegang saham pengendali.

Saham Summit Ascent turun 53,8%.

Melalui pernyataan tertulis pada Senin (29/11) malam, Suncity Group mengatakan bahwa tuduhan mengenai keterlibatan Tigre de Cristal dalam perjudian lintas batas tidak benar.

Kegiatan operasi Suncity Group tidak akan terpengaruh apabila Chau berhenti memberi dukungan, imbuh perusahaan itu.

Bagikan

Berita Terbaru

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 07:25 WIB

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?

Kunci utama BUMI dalam menghadapi siklus normalisasi harga batubara terletak pada struktur biaya produksi dan pengelolaan tumpukan beban utang.

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:30 WIB

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah

BI menahan suku bunga, tapi rupiah terus melemah. Apa saja faktor global dan domestik yang membuat upaya bank sentral belum berhasil?

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:05 WIB

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat

Kontribusi fasilitas baru PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bisa mendorong pendapatan perusahaan tumbuh 10%–15% secara tahunan pada 2026.

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:43 WIB

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Tekanan jual meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang kemarin hampir menjebol Rp 17.000. 

Momen Bulan Suci Memoles Bisnis Gadai
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:15 WIB

Momen Bulan Suci Memoles Bisnis Gadai

Pola musiman kembali terulang untuk mencari pinjaman tunai guna memenuhi kebutuhan di bulan suci Ramadan. 

Nasib Rupiah Jumat: Pelaku Pasar Cermati Data Penting AS Ini
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:00 WIB

Nasib Rupiah Jumat: Pelaku Pasar Cermati Data Penting AS Ini

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Keputusan BI menahan suku bunga belum sepenuhnya meredam tekanan. 

Prospek Unilever (UNVR) terganjal persaingan dan daya beli lemah
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:00 WIB

Prospek Unilever (UNVR) terganjal persaingan dan daya beli lemah

Prospek Unilever Indonesia (UNVR) di 2026 hadapi tantangan berat. Persaingan ketat dan daya beli melemah jadi ancaman serius.

Cashlez Worldwide (CASH) Mengalami Tekanan Kinerja di Tahun 2025
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:45 WIB

Cashlez Worldwide (CASH) Mengalami Tekanan Kinerja di Tahun 2025

Skala transaksi dinilai belum menghasilkan operating leverage yang cukup untuk menutup struktur biaya tetap industri infrastruktur pembayaran.

Luncurkan Internet Rakyat, Surge (WIFI) Siap Memperluas Pasar
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:45 WIB

Luncurkan Internet Rakyat, Surge (WIFI) Siap Memperluas Pasar

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) meluncurkan layanan komersial 5G dengan merek IRA atau Internet Rakyat pada Kamis (19/2).

Harga dan Pasokan Perikanan Masih Stabil
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:35 WIB

Harga dan Pasokan Perikanan Masih Stabil

Ditjen Perikanan Tangkap KKP mencatat produksi  perikanan tangkap Januari sampai Maret 2026 mencapai sekitar 7,3 juta ton.​

INDEKS BERITA

Terpopuler