Setelah Lima Hari Bebas dari Infeksi Covid, Shanghai Kembali Mencatat Kasus Baru

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:51 WIB
Setelah Lima Hari Bebas dari Infeksi Covid, Shanghai Kembali Mencatat Kasus Baru
[ILUSTRASI. Tenaga kesehatan dengan APD mengambil sampel swab dari seorang warga di lokasi tes saat penguncian Covid-19 di Shanghai, China, 28 April 2022. REUTERS/Aly Song]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI/BEIJING. Setelah tidak ada kasus baru dalam lima terakhir, Shanghai kembali mencatat kasus baru Covid-19 di luar area karantina. Kasus baru ini memicu otoritas setempat untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di sebuah distrik. Kendati ada kasus baru, Shanghai tetapi berencana untuk mengakhiri masa lockdown yang berkepanjangan pada Juni 1.

Pusat komersial yang berpenduduk 25 juta orang itu menemukan tiga kasus baru di luar area karantina di satu distrik pada 19 Mei. Infeksi juga meningkat di dalam area yang dikontrol ketat.

Ketiga kasus baru itu terjadi di keluarga yang sama. Masing-masing orang yang terinfeksi telah disuntik vaksin tiga dosis. Pihak berwenang menyebut infeksi baru terungkap itu saat pengujian reguler di distrik Qingpu.

Mereka tidak meninggalkan Kota Xujing di distrik itu selama 14 hari terakhir, tetapi baru-baru ini mengunjungi setidaknya empat tempat, termasuk supermarket, yang semuanya sekarang ditutup untuk umum dan menjalani disinfeksi, tambah pihak berwenang.

Baca Juga: Meski Ada Kebijakan Lockdown Ketat, Penjualan Mobil di China Masih Ngebut

Lebih dari 200.000 penduduk kota itu telah diuji ulang dan semua hasilnya negatif, kata pihak berwenang.

"Distrik kami akan mengikuti langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat, melakukan pekerjaan dengan baik dalam pencegahan dan pengendalian epidemi dan mencapai pembersihan dinamis sesegera mungkin," kata Zhang Yan, wakil kepala distrik Qingpu, dalam konferensi pers online.

Pejabat kota mengatakan taman akan dibuka kembali di pinggiran Shanghai mulai Minggu. Sementara taman lain dapat melakukannya mulai Juni jika memenuhi persyaratan tertentu. Namun, fasilitas rekreasi di dalam taman akan tetap ditutup.

Rencana untuk membuka kembali empat jalur metro mulai Minggu juga tetap berjalan sesuai rencana, kata pemerintah kota.

Baca Juga: China Kembali Pangkas Suku Bunga Hipotek

Shanghai telah mengizinkan lebih banyak orang untuk meninggalkan rumah mereka dalam beberapa hari terakhir, dengan banyak kompleks perumahan mengeluarkan sejumlah izin kepada penduduk untuk jalan-jalan singkat atau perjalanan ke supermarket lokal. Namun, sebagian besar tetap terjebak di dalam rumah, bergantung pada aplikasi pengiriman dan jatah pemerintah.

Penutupan Shanghai yang hampir sepenuhnya dan tindakan ketat di kota-kota lain adalah hasil dari kebijakan nasional "nol-Covid" untuk mengakhiri semua wabah segera setelah terjadi, berbeda dengan dimulainya kembali kehidupan normal di seluruh dunia.

Beijing, rumah bagi 22 juta orang, melaporkan 62 infeksi baru Covid untuk 19 Mei, naik dari 55 sehari sebelumnya.

Ibu kota China telah berjuang untuk mengakhiri wabah sejak akhir April meskipun ada pembatasan pergerakan yang signifikan, dengan banyak penduduk Beijing bekerja dari rumah dan berbagai toko dan tempat tutup.

Tetapi beban kasus harian tetap dalam lusinan daripada meledak seperti di Shanghai dan sebagian besar kota besar lainnya di seluruh dunia.

Situasi Covid di China telah membaik secara luas. Analis di Gravekal Dragonomics memperkirakan kurang dari 5% kota-kota China sekarang melaporkan infeksi, turun dari seperempat pada akhir Maret.

Untuk menjaga situasi tetap stabil, banyak otoritas kota mengerahkan kontrol perbatasan lokal, sering melakukan pengujian massal dan dengan waspada memantau dan mengisolasi setiap infeksi baru, termasuk melalui penguncian gedung individu.

"Kenormalan baru ini akan memungkinkan rantai pasokan manufaktur untuk secara bertahap melanjutkan operasi normal, tetapi akan terus membebani konsumsi, sektor jasa dan usaha kecil," tulis analis Gavekal dalam sebuah catatan.

Ada tanda-tanda ekonomi merespons secara positif kontrol yang lebih longgar di bulan Mei setelah kemerosotan April.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Presiden Timor Leste Ramos Horta Janji Perkuat Hubungan dengan China

Throughput peti kemas harian di pelabuhan Shanghai hampir sepenuhnya pulih ke tingkat yang terlihat tahun lalu. Sementara throughput kargo udara dan lalu lintas kendaraan barang telah melambung menjadi sekitar dua pertiga dari volume 2021.

Meski masih turun 21% dari tahun lalu, penjualan mobil ritel melonjak 27% di paruh pertama Mei dari periode yang sama di bulan April, menurut data minggu ini.

Pembuat kebijakan telah menjanjikan lebih banyak stimulus fiskal dan moneter untuk membantu perekonomian.

China memangkas suku bunga acuan acuan untuk hipotek dengan margin yang lebih besar dari perkiraan pada penetapan Mei pada hari Jumat, pengurangan kedua tahun ini, karena Beijing ingin menghidupkan kembali permintaan kredit untuk menopang perekonomian. 

Perdana Menteri Li Keqiang yang dikutip media pemerintah minggu ini, mengatakan China memiliki ruang untuk mengeluarkan kebijakan mengatasi tantangan tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 18:06 WIB

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan

Total penjualan mobil roda empat pada tahun lalu tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% YoY, sementara penjualan ritel melemah 6,3% YoY.

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

INDEKS BERITA

Terpopuler