Setelah Pemerintah Bayar Utang, Seperti Ini Cadangan Devisa Per Akhir Mei

Rabu, 16 Juni 2021 | 07:57 WIB
Setelah Pemerintah Bayar Utang, Seperti Ini Cadangan Devisa Per Akhir Mei
[ILUSTRASI. Infografik: Cadangan devisa per akhir Mei 2021]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembayaran utang luar negeri menggerus nilai cadangan devisa Indonesia di bulan Mei 2021. Dalam catatan Bank Indonesia (BI), nilai cadangan devisa per akhir Mei 2021 turun US$ 2,4 miliar dari akhir bulan sebelumnya menjadi US$ 136,39 miliar.

Cadangan devisa dalam bentuk valuta asing di akhir Mei mencapai US$ 128,15 miliar. Nilai itu lebih rendah 2,1% dibanding posisi di bulan sebelumnya.  Sementara IMF reserve position atau cadangan di Dana Moneter Internaional (IMF) senilai US$ 1,14 miliar, tidak banyak berubah dari posisi sebelumnya, yaitu US$ 1,13 miliar.

Komponen cadangan devisa yang berbentuk special drawing rights (SDR) tidak berubah dari bulan sebelumnya, tetap US$ 1,6 miliar per akhir Mei. Ada juga emas dan aset lain, yang nilainya masing-masing US$ 4,81 miliar dan US$ 0,7 miliar. (Lihat infografik).

Baca Juga: Danareksa Research Institute perkirakan neraca dagang Mei 2021 surplus US$ 2,2 miliar

Melihat pergerakan nilai cadangan devisa dalam lima bulan pertama tahun ini, maka nilai di akhir Mei merupakan yang terkecil (Lihat infografik). Kendati ada penurunan dari cadangan devisa per akhir April, yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah, nilai cadangan devisa per akhir Mei dianggap BI masih memadai.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan, cadangan devisa masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistim keuangan. Dalam hitungan BI, cadangan devisa per akhir Mei setara dengan pembiayaan impor selama 9,5 bulan. Atau, pembiayaan impor plus pembayaran utang luar negeri selama 9,1 bulan.

Jadi, cadangan devisa per akhir Mei masih berada di atas standar kecukupan internasional, yaitu sekitar tiga bulan impor. 

Selanjutnya: Hindari Dulu Saham-Saham Yang Terlilit PKPU

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Menguat pada Kamis (26/2), Bagaimana Pergerakan di Jumat (27/2)?
| Jumat, 27 Februari 2026 | 05:00 WIB

Rupiah Menguat pada Kamis (26/2), Bagaimana Pergerakan di Jumat (27/2)?

Nilai tukar rupiah melesat 0,24% hari ini! Simak faktor tak terduga yang mendorong penguatan, dari Iran hingga pajak. Cek prediksi besok!

Mendulang Pajak di Ramadan dan Idulfitri
| Jumat, 27 Februari 2026 | 05:00 WIB

Mendulang Pajak di Ramadan dan Idulfitri

Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum untuk mendorong penerimaan PPN dan PPh 21                    

S&P Soroti Bengkaknya Bunga Utang RI
| Jumat, 27 Februari 2026 | 04:41 WIB

S&P Soroti Bengkaknya Bunga Utang RI

Tahun 2026, alokasi pembayaran bunga utang mencapai 19% dari total pendapatan negara                

Harga Minyak Dunia Naik, Saham Emiten Migas Ciamik
| Jumat, 27 Februari 2026 | 04:21 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Saham Emiten Migas Ciamik

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terpantau paling menikmati efek bullish harga minyak dunia. 

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Emiten Properti Aguan
| Jumat, 27 Februari 2026 | 04:14 WIB

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Emiten Properti Aguan

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan kinerja marketing sales positif di sepanjang tahun 2025. 

Puradelta Lestari (DMAS) Incar Prapenjualan Rp 2,08 Triliun Pada 2026
| Jumat, 27 Februari 2026 | 04:05 WIB

Puradelta Lestari (DMAS) Incar Prapenjualan Rp 2,08 Triliun Pada 2026

Selain dari sektor industri, target pre-sales PT Puradelta Lestari Tbk juga bakal ditopang penjualan produk komersial dan hunian di Kota Deltamas.

Masa Depan ADRO: Analis Ungkap Potensi Cuan & Risiko RKAB Batubara
| Jumat, 27 Februari 2026 | 04:00 WIB

Masa Depan ADRO: Analis Ungkap Potensi Cuan & Risiko RKAB Batubara

ADRO umumkan dividen interim US$250 juta, tawarkan yield 8%. Namun, potensi pemangkasan kuota RKAB 2026 bisa memukul laba bersih

RMK Energy (RMKE) Resmi Merilis Obligasi Senilai Rp 600 Miliar
| Jumat, 27 Februari 2026 | 03:59 WIB

RMK Energy (RMKE) Resmi Merilis Obligasi Senilai Rp 600 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 berlangsung sejak Kamis (26/2).

Peternak Meminta Pemerintah Lobi Arab Saudi
| Jumat, 27 Februari 2026 | 03:35 WIB

Peternak Meminta Pemerintah Lobi Arab Saudi

Kementerian Pertanian tengah memproses akses pasar unggas ke Arab Saudi yang masih tahap negosiasi persyaratan teknis.

Dolar AS Tertekan! Ini Mata Uang Asia yang Siap Menguat
| Jumat, 27 Februari 2026 | 03:30 WIB

Dolar AS Tertekan! Ini Mata Uang Asia yang Siap Menguat

Indeks dolar AS terus tertekan di bawah 98. Simak mata uang Asia mana yang berpeluang besar menguat 

INDEKS BERITA

Terpopuler