Si Bocah Trader
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bak peribahasa: buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Aksi Yudo Achilles Sadewa, anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa juga tak kalah fenomenal dari sang ayah.
Jika sang ayah kerap cuap-cuap bicara target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sang anak justru lebih spesifik bicara soal saham-saham tertentu yang kemudian menjadi perguncingan di pasar.
Jika Anda masih ingat, Purbaya juga yang menyebut IHSG tahun 2025 bisa menyentuh angka 9000 dan menembus 10000 pada akhir tahun 2026 mendatang.
Saat pembukaan perdagangan bursa efek Indonesia di awal tahun ini (2/1/2026) Purbaya menegaskan, fondasi ekomomi sudah agak membaik. Target 10000, menurutnya, bukan sekadar target optimistis, tetapi juga ditopang oleh perbaikan ekonomi dan ekspektasi pertumbuhan laba emiten.
Ada yang berpandangan, omon-omon soal angka target IHSG sejatinya bukan tugas seorang menteri keuangan. Karena tugas pemerintah sejatinya adalah menjaga fundamental ekonomi, bukan malah menjadi pemandu sorak.
Sementara, tingkah laku sang anak, Yudo, tak kalah mendapat sorotan. Ramai ditulis media, bahwa usai Yudo berkomentar di sebuah grup investasi terkait saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), saham perusahaan pengembang properti itu kembali bergerak liar hingga sempat auto reject atas (ARA) pada 7 Januari 2026.
"Gw tiba-tiba mimpi DADA ke Rp 300 ribu tadi malam. Ada uang aku Rp 10 juta nyangkut," tulis Yudo seperti banyak dikutip media. Sekadar mengingatkan, saham DADA banyak mengecoh investor, dengan kenaikan harga mulai dari Rp 6 per saham hingga mencapai Rp 178 per saham, sebelum akhirnya longsor ke posisi Rp 50 per saham.
Berikutnya komentar Yudo tentang saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga bikin geger. "PWON akan jadi the next PANI? Dia akan buat pakuwon mall Semarang senilai 5,6 triliun rupiah di kawasan Gombel, Semarang. Proyek ini akan ditargetkan menjadi destinasi iconic baru di kota Semarang," tulisnya, Jumat (9/1/2026) lalu. Usai pernyataan itu, harga saham PWON melonjak 25,15% dalam sepekan perdagangan.
Pembiaran oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap aksi Yudo yang dijulukan si Bocah trader ini, bisa menjadi preseden buruk. Jika ini masuk katagori pom-pom, pelakunya adalah anak pejabat negara.
