Sikap Hawkish The Fed Bakal Membuat Rupiah Bergerak Melemah Hari Ini (10/1)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah diprediksi masih belum keluar dari tekanan pada Senin (10/1). Rilis risalah rapat FOMC pekan lalu masih mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Analis Monex Investindo Futures Faisyal meyakini, dollar Amerika Serikat (AS) masih bisa menguat seiring outlook kenaikan suku bunga acuan AS. Apalagi, tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,9% di Desember dari 4,2% di November. Ini lebih baik dari proyeksi sebesar 4,1%. "Ini akan semakin mempertegas pandangan dan sikap hawkish The Fed ke depan," ujar Faisyal, Jumat (7/1).
Baca Juga: Berikut Sentimen yang Pengaruhi Pergerakan IHSG pada Pekan Depan
Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual menambahkan, pelaku pasar masih akan risk off merespons sikap hawkish The Fed. "Penguatan rupiah pada Jumat sifatnya hanya teknikal semata," kata dia, Jumat (7/1).
Jumat lalu (7/1), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,28% jadi Rp 14.351 per dollar AS. Kurs rupiah Jisdor BI menguat 0,25% jadi Rp 14.360 per dollar AS.
David meyakini, kenaikan harga minyak akibat gejolak di Kazakhstan akan jadi pemberat rupiah. Ia memprediksi kurs rupiah hari ini melemah dan bergerak dalam kisaran Rp 14.340-Rp 14.390. Faisyal juga memprediksikan kurs rupiah akan turun hari ini dan bergerak antara Rp 13.300-Rp 14.410 per dollar AS.
Baca Juga: Ini Pilihan Saham yang Bisa Dicermati, IHSG Diprediksi Menguat Senin (8/1)
