Simak Rencana Bisnis Blue Bird yang Bakal digeber Tahun Ini

Jumat, 05 Juli 2019 | 06:42 WIB
Simak Rencana Bisnis Blue Bird yang Bakal digeber Tahun Ini
[]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini PT Blue Bird Tbk (BIRD) menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga kini realisasinya baru setara 40% dari total alokasi dana capex.

Manajemen Blue Bird menyebutkan, sebesar 70% sumber pendanaan belanja modal berasal dari pinjaman perbankan, sementara sisanya 30% berasal dari kas internal.

Direktur Keuangan BIRD Sandy Permadi mengatakan penyerapan dana belanja modal hingga akhir Juni memang terbilang rendah karena manajemen masih mencermati kondisi pasar terkini.

Selain itu, utilitas kendaraan masih terus dipantau. "Kami berencana tetap menggunakan belanja modal untuk peremajaan kendaraan dan investasi di bidang teknologi," ungkap dia kepada KONTAN, Rabu (3/7).

Tahun ini, BIRD berniat meremajakan sebanyak 4.000 unit kendaraan operasional. Sampai Juni 2019, tercatat sebanyak 1.500 unit kendaraan yang sudah diganti oleh kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV). Manajemen Blue Bird memang ingin mengganti model Toyota Avanza Transmover dan sebagian kecil Honda Mobilio.

Sejauh ini emiten taksi tersebut belum akan menambah jumlah kendaraan listrik. Kini, perusahaan mengoperasikan 25 unit mobil listrik merek BYD e6 A/T untuk Blue Bird dan empat unit merek Tesla model X 75D A/T untuk Silver Bird. Namun untuk Tesla belum beroperasi karena masih menunggu izin surat jalan dari Kementerian Perhubungan.

Sandy menyebutkan, pihaknya belum memutuskan untuk membeli lagi kendaraan listrik pada tahun depan, termasuk dari merek apa saja lantaran mereka masih mengkaji. Namun tak menutup kemungkinan selain dua merek tersebut, BIRD bakal membeli merek lain. Sandy juga bilang, harga kendaraan listrik saat ini belum kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional.

Jasa lelang

Selain menggunakan dana capex untuk peremajaan kendaraan, BIRD akan mengembangkan usaha anyar di luar bisnis inti taksi, yakni jasa lelang. Pekan lalu, Blue Bird menggandeng Mitsubishi UFG dan Takari Kokoh untuk membentuk usaha patungan. Ketiganya mendirikan perusahaan baru bernama PT Balai Lelang Caready.

Perusahaan patungan itu membutuhkan investasi sebesar Rp 23 miliar pada tahap awal. Di perusahaan kongsi ini, BIRD menguasai 51% kepemilikan modal. Saat ini balai lelang offline sudah ada di Bekasi. Kelak, ada penambahan daerah baru, namun belum jelas lokasinya, sambil memantapkan penjualan lelang online di caready.co.id. "Selain menjadi tempat penjualan mobil bekas Blue Bird, balai lelang ini juga menjual mobil bekas dari perusahaan leasing serta masyarakat," jelas dia.

Menurut Sandy, kontribusi jasa lelang ini masih kecil yakni di bawah 10% dari total pendapatan BIRD. "Tetapi tujuan akhir yakni untuk memperkuat ekosistem bisnis dari Grup Blue Bird," jelas dia.

Di semester II-2019, BIRD akan melaksanakan aksi korporasi baru di luar bisnis taksi untuk mendukung ekosistem bisnisnya. "Tunggu saja di akhir kuartal III-2019 atau paling tidak kuartal IV-2019," ungkap Sandy.

Sejatinya gerak-gerik ekspansi bisnis BIRD untuk merambah non-taksi sudah terlihat sejak awal tahun. Pada Maret lalu, anak usahanya PT Trans Antar Nusabird membeli shuttle PT Citra Tiara Global dengan merek Cititrans senilai Rp 115 miliar dengan menggunakan modal usaha Blue Bird. Rencananya, BIRD akan memperkuat Cititrans di tiga sampai empat bandara di Pulau Jawa.

Bagikan

Berita Terbaru

Danantara Digadang Masuk Bursa Saham, All in atau Cuma Tebar Optimisme Belaka?
| Selasa, 03 Februari 2026 | 17:03 WIB

Danantara Digadang Masuk Bursa Saham, All in atau Cuma Tebar Optimisme Belaka?

Fulus Danantara tak cukup kuat memberikan dorongan signifikan secara struktural, meskipun tetap menciptakan efek psikologis.

Naik 10,8%, Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Mencapai Pra-Covid
| Selasa, 03 Februari 2026 | 16:53 WIB

Naik 10,8%, Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Belum Mencapai Pra-Covid

BPS mencatat, total kunjungan wisman selama Januari–Desember 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, atau tumbuh 10,8% dibandingkan dengan 2024.

Didera Banyak Sentimen, Menakar Sejauh Mana Harga Emas Bakal Surut
| Selasa, 03 Februari 2026 | 09:05 WIB

Didera Banyak Sentimen, Menakar Sejauh Mana Harga Emas Bakal Surut

Penurunan harga emas saat ini bisa dipandang sebagai fase reset harga yang justru membuka peluang akumulasi bertahap.

IHSG Merah tapi Saham AADI Justru Melejit 6,25%! Ini Pemicunya
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:35 WIB

IHSG Merah tapi Saham AADI Justru Melejit 6,25%! Ini Pemicunya

Apabila IHSG terus melanjutkan tren pelemahannya, bukan mustahil gravitasi pasar akan menarik pergerakan AADI ke bawah.

Harga Timah Bergairah, Prospek TINS Cerah
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:06 WIB

Harga Timah Bergairah, Prospek TINS Cerah

Lonjakan signifikan harga timah dunia berpotensi jadi katalis positif bagi kinerja emiten produsen komoditas tersebut yakni PT Timah Tbk (TINS).

Rights Issue INET Senilai Rp 3,2 Triliun Oversubscribed
| Selasa, 03 Februari 2026 | 08:02 WIB

Rights Issue INET Senilai Rp 3,2 Triliun Oversubscribed

Dalam rights issue, ada 99,3% pemegang HMETD PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang melaksanakan haknya. 

Rogoh Kocek Rp 300 Miliar, Sarana Menara Nusantar (TOWR) Siap Buyback Saham
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:55 WIB

Rogoh Kocek Rp 300 Miliar, Sarana Menara Nusantar (TOWR) Siap Buyback Saham

Aksi korporasi ini akan menggunakan dana internal perusahaan dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan sumber pendanaan yang cukup.​  

Harga Emas Luntur, Saham Emiten Babak Belur
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:49 WIB

Harga Emas Luntur, Saham Emiten Babak Belur

Penurunan harga emas membuat mayoritas saham emas terkoreksi tajam pada perdagangan saham Senin (2/2).

Jual-Beli Investor Asing di Saham GOTO yang Minim Imbas Isu MSCI, Blackrock Akumulasi
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:27 WIB

Jual-Beli Investor Asing di Saham GOTO yang Minim Imbas Isu MSCI, Blackrock Akumulasi

 tanpa adanya katalis segar, pergerakan GOTO cenderung akan mengalami konsolidasi dengan volatilitas yang tinggi.

Saat IHSG Tertekan, Emiten Penghuni IDXBUMN20 Masih Relatif Bertahan
| Selasa, 03 Februari 2026 | 07:13 WIB

Saat IHSG Tertekan, Emiten Penghuni IDXBUMN20 Masih Relatif Bertahan

Emiten pelat merah relatif bebas dari perkara yang dipersoalkan oleh Morgan Stanley Capital International.

INDEKS BERITA

Terpopuler