Berita Bisnis

SIPD Ekspansi Pembibitan Ayam

Rabu, 18 Agustus 2021 | 06:05 WIB
SIPD Ekspansi Pembibitan Ayam

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Emiten produsen pakan, ayam pedaging dan makanan olahan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk mengalokasikan dana modal kerja atawa working capital sebesar Rp 700 miliar.

Direktur PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Sri Sumiyarsi mengatakan, dana tersebut dipakai dalam tiga tahun ke depan. Emiten dengan kode saham SIPD di Bursa Efek Indonesia itu menyiapkan working capital dari pendanaan internal dan eksternal, termasuk beberapa vendor yang memberikan fasilitas pinjaman kepada perusahaan. "Kami membicarakan working capital. Hingga kini, kami masih stabil di angka Rp 700 miliar," jelas dia saat melangsungkan paparan publik, Senin (16/8).
 
Ke depan, Sri menjelaskan, Sreeya Sewu bakal terus mengerek kapasitas produksi dengan berekspansi di segmen pembibitan ayam (breeding). Adapun lokasinya masih dalam pencarian. SIPD berharap, dalam waktu dekat bisa mendapatkan lokasi yang tepat dan cukup bagus. Adapun dana investasi yang disiapkan senilai Rp 700 miliar untuk tiga tahun ke depan tersebut.
 
Sreeya Sewu menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit di sepanjang tahun 2021. Direktur Utama SIPD Tommy Wattimena Widjaja bilang, pihaknya yakin bisa mencapai target itu meski banyak tantangan. "Ada faktor eksternal yang menjadi tantangan tahun ini, misalnya harga jagung belum membaik, harga kedelai masih tinggi, demand masih rendah sehingga profitability akan terdampak,” kata dia.
 
Pada tahun 2020, SIPD mengantongi laba bersih senilai Rp 28,27 miliar. Jumlah itu turun signifikan 64,56% year-on-year (yoy) dibandingkan realisasi tahun 2019 sebesar Rp 79,77 miliar. Menyusutnya laba bersih akibat penurunan aktivitas ekonomi secara nasional. Tak pelak, hal itu menyebabkan kelebihan pasokan ayam pada tahun 2020 lantaran daya beli masyarakat menurun.
 
Kelebihan pasokan ayam berdampak pada pelemahan harga ayam broiler dan ayam umur sehari atau day old chick (DOC). Tahun lalu, SIPD juga menghadapi tantangan fluktuasi harga bahan baku (soya bean meal) atau bungkil kacang kedelai yang tinggi, kemudian serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
 
Strategi bisnis
Di sisi lain, program pemusnahan (culling program) Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga ayam, mengakibatkan meningkatnya biaya bahan baku dan berimbas pada kenaikan beban biaya produksi perusahaan. Meski demikian, pada 2020 SIPD mampu mencatat penjualan bersih sebesar Rp 4,34 triliun atau meningkat 7,21% dibandingkan penjualan bersih 2019 sebesar Rp 4,05 triliun.
 
Untuk strategi bisnis tahun ini, Managing Director Foods PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, Dicky Saelan menerangkan, perusahaan menjalankan strategi performance to solution, yakni meningkatkan kualitas produk pakan ternak, keunggulan pelayanan yang cepat tanggap, serta menyediakan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. 
 
"Kami juga meningkatkan kapasitas pembibitan untuk menunjang utilitas produksi pakan ternak. Kemudian memperluas penerapan sistem smart farm agar para peternak lebih mudah mengontrol manajemen budidaya ayam dalam meningkatkan produktivitasnya," jelas dia. Di sektor hilir, SIPD membangun distribusi rantai dingin (cold chain) dan logistik yang kuat, peningkatan eksekusi penjualan dengan dukungan command centre, serta peningkatan portofolio food melampaui poultry.
 
Dicky menguraikan, untuk meningkatkan gairah konsumen, SIPD membuat strategi promosi yang menarik dan memperbaiki kualitas ayam untuk mendongkrak nilai tambah produk. Selain itu, mereka memperkuat manajemen risiko untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.


Baca juga