SKK Migas: ConocoPhillips Ingin Lepas Hak Partisipasi di Blok Corridor

Selasa, 01 Juni 2021 | 10:29 WIB
SKK Migas: ConocoPhillips Ingin Lepas Hak Partisipasi di Blok Corridor
[ILUSTRASI. logo conoco phillips]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ConocoPhillips berniat hengkang dari Blok Corridor. Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat itu sudah menyampaikan rencana melepas hak partisipasi ke SKK Migas.

"Secara verbal sudah disampaikan seperti itu," kata Fatar kepada Kontan.co.id, Senin (31/5). Namun, tutur Fatar, ConocoPhillips belum menyampaikan alasan dari rencana pelepasan participating interest di Blok Corridor. Fatur menambahkan, SKK Migas masih menanti proposal tentang pelepasan hak partisipasi itu dari ConocoPhillips.

Merujuk ke pemberitaan Kontan.co.id terdahulu, ConocoPhillips tercatat sebagai kontraktor Blok Corridor dengan hak partisipasi sebesar 54%. Pemegang hak partisipasi lainnya adalah Repsol Energy dengan porsi sebesar 36%, dan Pertamina yang menguasai 10%.

Perubahan pemegang hak partisipasi itu akan berubah seiring dengan berakhirnya masa kontrak pengelolaan blok pada 20 Desember 2023. Pemegang hak partisipasi di masa kontrak berikutnya, yang akan berlangsung selama 20 tahun terhitung sejak 2023, adalah Pertamina Hulu Energi Corridor dengan porsi 30%, ConocoPhillips 46% dan Repsol 24%. Kontrak terbaru Blok Corridor akan menganut skema gross split.

ConocoPhillips memperpanjang daftar perusahaan migas global yang hengkang dari bisnis hulu migas. Royal Dutch Shell telah menyatakan niat melepas hak partisipasi sebesar 35% di Blok Masela. Chevron juga menyatakan niatan untuk mundur dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II.

Selanjutnya: Serapan Anggaran Kementerian PUPR Rp 36,3 Triliun, Terbanyak Sampai Mei Tahun Ini

 

Bagikan

Berita Terbaru

Disorot BEI karena Kas Rp 15,5 Triliun Numpuk di Deposito, Begini Penjelasan BUKA
| Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Disorot BEI karena Kas Rp 15,5 Triliun Numpuk di Deposito, Begini Penjelasan BUKA

BUKA dinilai perlu memperkuat bisnis inti dengan prospek pertumbuhan dan margin lebih baik, khususnya segmen gaming.

Kantongi Kredit Baru dari Bank, EMAS Anggarkan US$ 11,4 Juta untuk Eksplorasi 2027
| Minggu, 01 November 2026 | 06:23 WIB

Kantongi Kredit Baru dari Bank, EMAS Anggarkan US$ 11,4 Juta untuk Eksplorasi 2027

EMAS siapkan anggaran eksplorasi tahun 2027 sebesar US$ 11,4 juta, setara Rp 205,2 miliar dengan asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS.

Bisnis Sulih Suara Drama China Makin Ramai
| Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Bisnis Sulih Suara Drama China Makin Ramai

Tren drama vertikal turut mendorong kebutuhan jasa sulih suara (dubber). Namun, bagaimana memulai profesi ini agar bisa cuan?

Bukan Janji, tapi Kompetensi
| Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Bukan Janji, tapi Kompetensi

Perilaku yang dikesankan pada saat kampanye, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan perilaku sehari-hari. 

MTEL Sukses Cetak  Laba Bersih Rp 1,55 Triliun di Kuartal III 2026, Simak Rahasianya
| Minggu, 01 November 2026 | 06:05 WIB

MTEL Sukses Cetak Laba Bersih Rp 1,55 Triliun di Kuartal III 2026, Simak Rahasianya

Kinerja Mitratel didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset dan penerapan prinsip kehati-hatian.  

Bersaing Himpun Dana dengan Bunga Tinggi
| Minggu, 01 November 2026 | 06:05 WIB

Bersaing Himpun Dana dengan Bunga Tinggi

Penawaran bunga hingga 9% per tahun menjadi strategi bank digital menghimpun dana, di tengah tantangan likuiditas.

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional
| Minggu, 01 November 2026 | 05:50 WIB

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional

Pemerintah mengubah cara mengimpor minyak mentah dan BBM. Bisa memperkuat ketahanan energi nasional?

Tidak Cukup Diskon Tiket
| Minggu, 01 November 2026 | 05:50 WIB

Tidak Cukup Diskon Tiket

​Lewat pemberian insentif ini, pemerintah memperkirakan, harga tiket pesawat selama periode Nataru bisa turun sekitar 11%13%. 

Potensi Gula Nipah
| Minggu, 01 November 2026 | 05:35 WIB

Potensi Gula Nipah

Tiap hektar nipah menghasilkan 4,5 ton gula palma per tahun. Dari 700.000 hektare nipah itu Indonesia berpotensi menghasilkan 3,15 juta ton gula.

Pemberdayaan Perempuan Menjadi Mesin Bisnis Cimory
| Minggu, 01 November 2026 | 05:30 WIB

Pemberdayaan Perempuan Menjadi Mesin Bisnis Cimory

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan tak hanya menciptakan dampak sosial, tapi juga bikin cuan.

INDEKS BERITA

Terpopuler