SMAR Tengah Fokus Meremajakan Pohon Kelapa Sawit

Rabu, 19 Juni 2019 | 05:48 WIB
SMAR Tengah Fokus Meremajakan Pohon Kelapa Sawit
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Maret 2019, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sudah menyerap 25% dana belanja modal atau capital expenditure (capex) 2019. Tahun ini, mayoritas dana belanja modal tersebut untuk membiayai peremajaan tanaman sawit di perkebunan Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan.

Anggaran peremajaan tanaman mencapai Rp 605 miliar untuk rencana tersebut. "Hampir 55% capex dipakai untuk pembangunan di sisi upstream," tutur Jimmy Pramono, Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk saat paparan publik, Selasa (18/6).

Sejalan dengan peremajaan tanaman, manajemen Sinar Mas Agro memacu pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Rantau Panjang, Kalimantan Timur. Manajemen perusahaan tersebut ingin meningkatkan kapasitas pabrik dari semula 30 ton per jam menjadi 60 ton per jam.

Sejauh ini Sinar Mas Agro memiliki 137.628 hektare (ha) lahan perkebunan sawit. Perinciannya, seluas 106.324 ha merupakan area inti dan 31.304 ha adalah area plasma. Luas area yang telah menghasilkan mencapai 133.815 ha. Sementara jumlah pabrik sebanyak 16 unit dengan total berkapasitas 4,2 juta metrik ton tandan buah segar (TBS).

Selama tiga bulan pertama tahun ini, Sinar Mas Agro memanen kurang lebih 621.268 metrik ton TBS. Sementara volume produksi minyak sawit alias crude palm oil (CPO) mencapai 144.908 metrik ton dan produksi inti sawit sebanyak 37.937 metrik ton.

Bisnis hilir

Adapun sisa capex 45% atau setara Rp 505 miliar untuk peningkatan dan pengembangan fasilitas bisnis hilir. Sinar Mas Agro juga berniat memanfaatkannya untuk membiayai pendirian pabrik oleokimia dii Belawan, Medan, Sumatra Utara.

Selain memperkuat bisnis upstream atau hulu, Sinar Mas Agro memang cukup getol memperkuat lini bisnis hilir. Mereka mengoperasikan empat pabrik rafinasi berkapasitas 2,88 juta ton per tahun dan lima pabrik kernel crushing berkapasitas 810.000 ton per tahun. Kemudian, masing-masing satu pabrik biodiesel 600.000 ton per tahun dan pabrik oleokimia berkapasitas 340.000 ton per tahun.

Pabrik rafinasi misalnya, menghasilkan minyak goreng curah dan bermerek, margarin dan lemak khusus. Kalau pabrik oleokimia memproduksi fatty acids gliserin.

Manajemen Sinar Mas Agro mengaku, keberadaan lini bisnis hilir menjadi penopang kinerja di tengah tren harga minyak sawit yang turun sepanjang kuartal I-2019. "Itu salah satu keunggulan kami, sebagai salah satu perusahaan sawit yang terintegrasi dari perkebunan hingga rafinasi," kata Jimmy.

Oh ya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) SMAR kemarin (18/6) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2018 sebesar Rp 750 per saham. Total dividen yang mereka bagikan sekitar Rp 119,4 miliar.

Selain dividen, pemegang saham menyepakati penggunaan sisa laba bersih tahun lalu untuk pengembangan bisnis. "Seperti untuk capex tahun mendatang," kata Jimmy.

RUPST kemarin juga merestui pengunduran diri Endro Agung Prasetyo dari jabatan komisaris independen dan mengangkat Rachmat Waluyanto sebagai pengganti. Adapun jajaran komisaris lainnya meliputi Franky Oesman Widjaja, Muktar Widjaja, Budi Wijana, Teddy Pawitra, Susiyati B. Hirawa dan Rafael Buhay Concepcion, Jr.

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah pada Jumat (6/11) Menanti Data Ekonomi
| Jumat, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Rupiah pada Jumat (6/11) Menanti Data Ekonomi

Setelah empat hari berturut-turut mengalami koreksi, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (5/11).

Ujian Penerapan Satu Data Terletak pada Koordinasi
| Jumat, 06 November 2026 | 05:58 WIB

Ujian Penerapan Satu Data Terletak pada Koordinasi

Akses data dalam Satu Data Indonesia akan diatur ketat berdasarkan klasifikasi kerahasiaannya dalam peraturan turunannya

Kualitas Status Pekerja Menjadi Sorotan
| Jumat, 06 November 2026 | 05:55 WIB

Kualitas Status Pekerja Menjadi Sorotan

Jumlah pengangguran menurun, tapi daya beli pekerja masih mengalami tekanan                         

Anomali Angka Pertumbuhan Ekonomi
| Jumat, 06 November 2026 | 05:39 WIB

Anomali Angka Pertumbuhan Ekonomi

Tiga komponen pengeluaran dengan total kontribusi 90% terhadap PDB tercatat melambat                

Mengukur Daya Ungkit Anak Usaha Bank Besar
| Jumat, 06 November 2026 | 05:35 WIB

Mengukur Daya Ungkit Anak Usaha Bank Besar

Anak usaha menjadi penopang sekaligus tantangan bagi bank besar, dengan kontribusi laba yang beragam terhadap kinerja grup.

Kelas Menengah Belum Menikmati Pertumbuhan Ekonomi Tinggi
| Jumat, 06 November 2026 | 05:33 WIB

Kelas Menengah Belum Menikmati Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

BPS mencatat ekonomi kuartal III-2026 tumbuh 5,47% secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan di kuartal sebelumnya

Alasan KB Bank Tunda Penerbitan Global Bond
| Jumat, 06 November 2026 | 05:30 WIB

Alasan KB Bank Tunda Penerbitan Global Bond

KB Bank menunda penerbitan obligasi dolar AS di tengah ketidakpastian pasar dan tingginya biaya pendanaan.

Produksi Minyak Sawit CSRA Menanjak 65,5% di Kuartal III Tahun Ini
| Jumat, 06 November 2026 | 05:25 WIB

Produksi Minyak Sawit CSRA Menanjak 65,5% di Kuartal III Tahun Ini

Produksi kernel CSRA juga meningkat menjadi 26.373 ton per akhir kuartal III-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 15.616 ton. 

Risiko Kredit UMKM Masih Tinggi
| Jumat, 06 November 2026 | 05:25 WIB

Risiko Kredit UMKM Masih Tinggi

Meski mulai turun tipis, rasio NPL UMKM masih tinggi di tengah tekanan daya beli dan belum pulihnya arus kas pelaku usaha.

Kredit Macet Fintech Tembus Batas Aman
| Jumat, 06 November 2026 | 05:20 WIB

Kredit Macet Fintech Tembus Batas Aman

Industri fintech lending mengakhiri kuartal III-2026 dengan tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) di angka 5,36%. 

INDEKS BERITA