Spending Review dan Opsi Menekan Defisit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda telah menempatkan ekonomi global dalam posisi siaga. Bagi Indonesia, ancaman kenaikan harga minyak mentah dunia bukan lagi prediksi di atas kertas, melainkan risiko sistemik yang mengintai postur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Di tengah tekanan eksternal ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil posisi tegas: disiplin fiskal harus dipertahankan melalui jalur efisiensi radikal, dengan komitmen menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah ambang batas legal 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, muncul pertanyaan fundamental yang tak mudah dijawab: mampukah kita menjaga defisit dalam batas aman tersebut tanpa mengorbankan target pembangunan dan janji kesejahteraan yang telah dicanangkan?
