Strategi Manajer Investasi di Saat IHSG Terpuruk

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB
Strategi Manajer Investasi di Saat IHSG Terpuruk
[ILUSTRASI. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)]
Reporter: Amalia Nur Fitri, Nur Qolbi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam dua tahun terakhir, tepatnya memasuki masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pasar keuangan dan investasi Indonesia memasuki masa baru serta menghadapi banyak pula kebijakan baru.

Sebut saja keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), kebijakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sorotan berbagai lembaga peringkat asing terhadap transparansi pasar saham dalam negeri, hingga kritik dari pengamat internasional terhadap arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang resmi berkinerja terburuk di dunia, selaras dengan pelemahan konsisten yang terjadi pada mata uang rupiah, mewarnai perjalanan pasar keuangan Indonesia dalam di bawah pemerintahan yang baru seumur jagung ini.

Di tengah kusut dan berlikunya performa pasar keuangan dalam dua tahun terakhir, para pihak yang menginvestasikan dananya pun turut mencari akal mencari instrumen yang aman.

Sebagaimana diketahui bersama, IHSG banyak mengalami jatuh bangun sepanjang tahun ini. IHSG bahkan melemah secara bulanan dari Januari-Juni 2026. Sejumlah sentimen buruk menerpa IHSG sepanjang tahun ini mulai dari peringatan dari MSCI, downgrade outlook lembaga rating, hingga persoalan fiskal. Kondisi ini membuat IHSG sempat babak belur hingga pernah jatuh 14% di Maret 2026.

Baca Juga: Rapor Juli Positif, Bisakah Reksadana Saham Cuan Tahun Ini?

Hingga Juni, IHSG bahkan belum mencetak kenaikan secara bulanan. Sepanjang semester I-2026, IHSG terkoreksi sekitar 34,74%, dengan penurunan sebesar 7,9% hanya pada Juni.  Rekor ini menjadi yang terburuk dalam sejarah Indonesia, setidaknya sejak tahun 1990.

Di saat yang sama, beberapa laporan dari manajemen investasi membukukan kinerja negatif pula, mengikuti pelemahan IHSG. Tidak hanya nilai aset yang turun akibat koreksi harga saham, industri juga mulai menghadapi meningkatnya redemption dari investor.

Direktur Infovesta Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan net redemption Juni 2026 memang cukup besar, yakni sekitar Rp 23,7 triliun MtM, tapi secara year to date (YtD) masih relatif terkendali, yaitu hanya sekitar Rp 2,1 triliun. Artinya, sebagian besar penurunan NAB justru lebih banyak dipengaruhi oleh mark to market akibat koreksi IHSG yang dalam. 

Walau begitu, keadaan tersebut tetap memaksa para manajer investasi mengubah cara mereka mengelola portofolio maupun menjaga kepercayaan investor. Strateginya bukan lagi semata mengejar return tertinggi, melainkan memastikan investor tetap bertahan melewati salah satu siklus pasar yang paling menantang.

Bagi industri manajemen investasi, redemption massal merupakan ancaman yang jauh lebih serius dibanding penurunan harga saham.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Harga Energi Berfluktuasi, RAJA Tetap Mengantongi Laba Tinggi

Laba bersih PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 100,44% yoy menjadi US$ 22,75 juta pada akhir semester pertama lalu.

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Gubernur BI di Zaman yang Tak Pasti

Ukuran keberhasilan gubernur BI bukan popularitas atau ketenangan pasar selama satu-dua hari, melainkan kepercayaan.

Transparansi ETF Emas
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Transparansi ETF Emas

Ingat, tanpa transparansi emas fisik dan jaminan likuiditas, maka ETF emas berisiko merugikan investor. 

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Rapor Merah IPO BUMN Membayangi Rencana Danantara Boyong Pelat Merah ke Lantai Bursa

Dari 13 BUMN dan anak usaha BUMN non-bank yang IPO sejak 2010, hanya PGEO yang sahamnya mampu bertahan di atas harga perdana.

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Penjualan Ritel Juga Diperkirakan Menurun

Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diperkirakan berada di level 224,4, turun 0,7% per bulan      

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Penerimaan Pajak Baru Setengah Target

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 baru mencapai 51% dari target                     

Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 T
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Kasus Korupsi Ekspor CPO 15 Perusahaan Sawit Masuk Pengadilan, Kerugian Rp 7,3 T

Skandal ini menjadi sorotan tajam setelah hasil audit BPKP mengungkap angka fantastis kerugian negara yang mencapai Rp 7,3 triliun.​

Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu Pembuktian
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Usai Dapat Kontrak Rp 22 Triliun Saham DEWA Melandai, Investor Tunggu Pembuktian

Efek kontrak Sebuku Sejaka Coal (SSC) ke EBITDA PT Darma Henwa Tbk (DEWA) diproyeksikan sekitar 4% pada 2026.

Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Saham Duo Garuda GIAA dan GMFI Kompak Terbang, Masih Aman Buat Dikejar?

Kenaikan harga saham Grup Garuda, yakni GIAA dan GMFI dibumbui cerita soal aksi korporasi dan dukungan pemerintah.

Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Antara MSCI dan Indeks Kepercayaan Konsumen, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus. Ini katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing.

INDEKS BERITA

Terpopuler