Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita HOME

Tak Hanya Buruh, Omnibus Law Cipta Kerja Ikut Memicu Polemik di Industri Migas

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 07:00 WIB
Tak Hanya Buruh, Omnibus Law Cipta Kerja Ikut Memicu Polemik di Industri Migas

ILUSTRASI. Pemboran sumur migas Pertamina EP-Cepu di Jambaran Tiung Biru, Rabu (18/12/2019). KONTAN/Ridwan Mulyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) masih memantik polemik. Tak hanya buruh, omnibus law yang sedianya dibuat untuk menarik investasi nyatanya juga mendapat penolakan pelaku usaha. Salah satunya datang dari industri minyak dan gas bumi (migas).

Omnibus Law ini mengubah ketentuan dalam UU Nomor 22/ 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas). Rezim Kontrak Kerja Sama (KKS) berubah menjadi perizinan usaha atas keputusan pemerintah pusat. Ini dinilai rancu dan bisa menyulut ketidakpastian investasi di hulu migas.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
ATAU
Reporter: Pratama Guitarra, Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Tedy Gumilar
IHSG
5.099,84
0.52%
-26,49
LQ45
786,44
0.51%
-4,02
USD/IDR
14.729
-0,08
EMAS
1.008.000
0,00%

Baca juga