Tak Lagi Menjadi CEO Twitter, Dorsey Akan Menggarap Proyek Ini

Rabu, 01 Desember 2021 | 14:57 WIB
Tak Lagi Menjadi CEO Twitter, Dorsey Akan Menggarap Proyek Ini
[ILUSTRASI. CEO Twitter Jack Dorsey]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dalam sebuah konferensi yang padat pengunjung di Miami, Juni tahun ini, Jack Dorsey buka kartu tentang passion-nya. “Jika saya tidak berada di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan bitcoin,” ujar Dorsey di depan ribuan peserta konferensi. 

Pada Senin (1/12), Dorsey merealisasikan salah satu dari pernyataannya saat itu. Ia mengumumkan akan meninggalkan Twitter, untuk kedua kalinya. Posisi CEO Twitter dialihkan ke Parag Agrawal, yang telah berkarir selama 10 tahun di perusahaan tersebut. 

Pengusaha berusia 45 tahun itu sering digambarkan sebagai orang yang tidak mudah ditebak. Ia punya beragam minat, mulai meditasi, yoga, hingga desain fesyen, Menurut para karibnya, Dorsey berniat mengejar hasratnya, seperti menggarap lebih serius Square Inc dan melakukan lebih banyak pekerjaan filantropis.

Jauh sebelum berita pengunduran dirinya muncul, Dorsey telah meletakkan dasar untuk bab berikutnya, menyemai kedua perusahaan dengan proyek terkait kripto.

Baca Juga: ARK milik Cathie Wood beli 1 juta saham Twitter

Dorsey mendukung prinsip "desentralisasi," atau gagasan bahwa teknologi dan keuangan tidak boleh terkonsentrasi di tangan segelintir penjaga gerbang, seperti sekarang. Tetapi harus, sebaliknya, dikendalikan oleh banyak orang, baik orang atau entitas.

Konsep tersebut telah dimainkan di Square, yang telah membangun sebuah divisi yang dikhususkan untuk mengerjakan proyek dan memberikan hibah dengan tujuan meningkatkan popularitas bitcoin secara global.

Dorsey telah lama menjadi pendukung bitcoin. Daya tarik uang kripto di mata Dorsey adalah cryptocurrency memungkinkan seseorang melakukan transaksi secara pribadi dan aman. Dan, nilai bitcoin yang tidak terkait dengan pemerintah mana pun.

Ide tersebut juga bergulir di proyek-proyek baru di Twitter, di mana Dorsey menunjuk g Agrawal, yang kini menjadi CEO, untuk mengawasi tim yang mencoba membangun protokol media sosial terdesentralisasi. Ini akan memungkinkan platform sosial yang berbeda untuk terhubung satu sama lain, mirip dengan cara penyedia email beroperasi.

Proyek yang disebut Bluesky itu bertujuan untuk memungkinkan pengguna mengontrol jenis konten yang mereka lihat online, menghilangkan "beban" pada perusahaan seperti Twitter untuk menegakkan kebijakan global untuk memerangi penyalahgunaan atau informasi yang menyesatkan, kata Dorsey pada 2019 ketika dia mengumumkan Bluesky.

Bitcoin juga menonjol di kedua perusahaannya. Square menjadi salah satu perusahaan publik pertama yang memiliki aset bitcoin di neraca, setelah menginvestasikan $220 juta dalam cryptocurrency.

Pada bulan Agustus, Square menciptakan unit bisnis baru bernama TBD untuk fokus pada bitcoin. Perusahaan juga berencana untuk membangun dompet perangkat keras untuk bitcoin, sistem penambangan bitcoin, serta pertukaran bitcoin yang terdesentralisasi.

Baca Juga: Elon Musk peringatkan pemegang Dogecoin tentang margin trading, ada apa?

Twitter memungkinkan pengguna memberi tip kepada pembuat konten favorit mereka dengan bitcoin dan telah menguji integrasi dengan non-fungible token (NFT), sejenis aset digital yang memungkinkan orang mengumpulkan seni digital unik.

Analis melihat transisi tersebut sebagai sinyal positif untuk Square, platform fintech yang ia dirikan bersama pada tahun 2009. Aplikasi andalan Square, Cash App telah mengalami kenaikan pada pangsanya pada tahun 2020, telah mengalami pertumbuhan yang lebih lambat pada kuartal terakhir. Ia juga mencoba mencerna akuisisi senilai $29 miliar dari penyedia Buy Now Pay Later Afterpay, akuisisi terbesar yang pernah ada.

Tetapi ambisi ini tidak akan terbayar sampai bertahun-tahun dari sekarang, para analis memperingatkan.

“Platform blockchain yang mereka coba kembangkan sangat bagus tetapi juga penuh dengan tantangan teknis dan sulit untuk diukur bagi konsumen. Saya pikir dia akan lebih fokus pada Square dan crypto akan menjadi bagian dari itu,” kata Christopher Brendler, seorang analis di DA Davidson.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler