Tawaran Sukuk bagi Aset Wajib Pajak Tax Amnesty

Sabtu, 26 Maret 2022 | 04:30 WIB
Tawaran Sukuk bagi Aset Wajib Pajak Tax Amnesty
[]
Reporter: Bidara Pink | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah kembali menawarkan surat utang sebagai salah satu alternatif penempatan aset wajib pajak peserta Program Tax Amnesty Jilid II. Dengan tenor yang lebih panjang, imbal hasil yang pemerintah tawarkan terbilang cukup menarik.

Surat utang yang pemerintah terbitkan pada periode kedua berupa surat berharga syariah negara (SBSN) dengan seri PBS035. Penerbitan sukuk ini melalui private placement dengan transaksi yang berlangsung  Jumat (25/3) pekan ini dan setelmen Rabu (30/3) pekan depan. Seri PBS035 merupakan sukuk negara dengan denominasi rupiah dengan tenor 20 tahun. Adapun imbal hasil atau yield yang pemerintah tawarkan  sebesar 6,75%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:54 WIB

Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Disarankan Beli Bertahap

Prospek emas dalam jangka panjang masih cukup kuat, terutama karena adanya dukungan pembelian oleh bank sentral.

BPD Mulai Memperluas Sumber Dana Murah
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:50 WIB

BPD Mulai Memperluas Sumber Dana Murah

Terancam kehilangan dana murah dari payroll ASN, BPD mulai memperluas sumber pendanaan ke segmen UMKM dan nasabah non-ASN untuk menjaga likuiditas

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:42 WIB

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor

Saat krisis 1998 ketika IHSG juga jatuh 11%, emas menjadi instrumen yang diburu namun saat itu sulit sekali dalam membeli emas.

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru

Andre meyakini momentum peluncuran produk baru dapat membantu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun ini.

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara

Kredit bank besar ke sektor batubara terus meningkat, ditopang kebutuhan energi dan imbal hasil menarik di tengah transisi energi

Emiten Memacu Ekspansi Lewat Anak Usaha Baru
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:22 WIB

Emiten Memacu Ekspansi Lewat Anak Usaha Baru

Pendirian anak usaha baru untuk mendukung pengembangan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan di sejumlah sektor.

Pertumbuhan DPK Berpotensi Membaik
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Pertumbuhan DPK Berpotensi Membaik

Minat menabung meningkat, membuka peluang pertumbuhan DPK hingga akhir tahun. Namun, tekanan inflasi dan persaingan bunga masih membayangi 

Multifinance Masih Sanggup Memupuk Laba
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Multifinance Masih Sanggup Memupuk Laba

Industri pembiayaan membukukan laba Rp 17,38 triliun per Agustus 2026, alias meningkat 19,04% dibanding periode yang sama di tahun lalu

Menjaga Bisnis Tetap Bugar Lewat Sewa Lapangan
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Menjaga Bisnis Tetap Bugar Lewat Sewa Lapangan

Bisnis olahraga dan kebugaran yang masih terus tumbuh membuat pelaku bisnis kebugaran menanti bantuan investor.​

Usai Guncangan MSCI, Arah IHSG Masih Dibayangi Capital Outflow
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Usai Guncangan MSCI, Arah IHSG Masih Dibayangi Capital Outflow

Volatilitas IHSG diperkirakan berlanjut di tengah risiko jual asing. Pasar masih mencermati efektivitas perbaikan transparansi pasar modal.

INDEKS BERITA