KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gonjang-ganjing pasar global belum reda. Kondisi ini juga memantik harga energi dan pangan dunia.
Anggaran negara bisa goyang, sementara ancaman inflasi tinggi akibat kenaikan harga energi dan pangan terus mengintai.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gonjang-ganjing pasar global belum reda. Kondisi ini juga memantik harga energi dan pangan dunia.
Anggaran negara bisa goyang, sementara ancaman inflasi tinggi akibat kenaikan harga energi dan pangan terus mengintai.
Proyek hilirisasi INCO diprediksi dorong laba di 2026. Analis pun memasang rekomendasi beli saham INCO
Rupiah merosot 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS. Faktor domestik dan arah kebijakan moneter The Fed menjadi penentu pergerakan rupiah.
Pasar keuangan berpeluang membaik, namun ketidakpastian global tetap tinggi. Simak strategi diversifikasi aset dari untuk semester II 2026.
Lima hari terakhir, net sell hampir mencapai Rp 4 triliun. Nilai tukar rupiah juga masih berada dalam tekanan.
JPMorgan, Invesco, hingga Blackrock terpantau melakukan penjualan saham BBCA secara masif di akhir Juni 2026.
Tekanan daya beli, pelemahan rupiah, hingga ketidakpastian regulasi tengah menghantui korporasi Indonesia
Tantangan utama perbankan saat ini dari permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih serta kehati-hatian bank dalam menjaga kualitas aset.
Cum dividen IPCM jatuh pada 1 Juli 2026 sehingga pelaku pasar perlu mewaspadai risiko dividend trap.
Demutualisasi bursa yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bursa acap kali memantik kekhawatiran dan sentimen nasionalisme.
Kupon obligasi korporasi yang tinggi memaksa bank mengerek bunga deposito spesial demi menjaga deposan besar.