Telur Sebanyak 31.300 Ton Buat Bansos Pangan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 06:35 WIB
Telur Sebanyak 31.300 Ton Buat Bansos Pangan
[]
Reporter: Lailatul Anisah, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyalurkan paket bantuan sosial (bansos) sembako kepada 17,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada bulan Agustus 2022. Paket sembako ini diberikan sekaligus untuk bantuan bulan Juni 2022 - Agustus 2022.

Salah satu yang baru dari paket bansos sembako kali ini adalah adanya komoditas telur ayam ras. Alhasil, stok telur ayam di pasaran banyak terserap ke bansos dan berimbas pada terkereknya harga telur menjadi Rp 30.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 27.000 per kg.

"Implikasi dari penyaluran yang dilakukan secara sekaligus (Juni - Agustus) berpotensi menyebabkan permintaan akan kebutuhan jenis pangan termasuk telur mengalami kenaikan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK) Andie Megantara kepada KONTAN, Kamis (18/8).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan penyaluran bansos, biasanya per KPM menerima sebanyak 1 kg atau ada juga yang menerima 1 rak setara dengan 1,8 kg berisi 30 telur.

Sementara pada saat ini bansos yang sudah tersalurkan ada 17,4 juta KPM, maka diperkirakan memerlukan telur 17.400 ton - 31.320 ton.

Andie menerangkan, pelaksanaan program bansos sembako bantuan sosial merupakan pengembangan dari program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang mulai dilaksanakan oleh pemerintah sejak tahun 2020.

Sementara uang nilai indeks bantuan yang diberikan sejumlah Rp 200.000 per bulan per KPM dengan target sasaran kepada 18,8 juta KPM.

Presiden Peternak Layer Indonesia Ki Musbar Mesdi mengatakan, adanya program bansos sembako ini tentu mendorong peternak layer untuk meningkatkan produksi telur. Namun, Musbar bilang produksi telur masih belum normal karena efek pandemi dua tahun terakhir.

Apalagi, pada sepanjang masa pandemi harga telur sempat beberapa kali anjlok di bawah harga normal karena permintaan turun akibat pandemi Covid-19.

Penurunan permintaan disebabkan tidak optimalnya operasional hotel, restoran dan katering sehingga membuat peternak layer merugi dan memangkas populasi ayam petelur sebanyak 30%.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Isy Karim menyebut, masih sedang berkoordinasi dengan para peternak dan pelaku unggas lain terkait lonjakan harga telur ini. "Karena permintaan, tapi sepertinya enggak lama, Mudah-mudahan sebentar lagi normal," ucap Isy.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rumor Akhirnya Terjawab, Bakrie Capital Indonesia Resmi Akuisisi 6% Saham BIPI
| Rabu, 25 Februari 2026 | 19:11 WIB

Rumor Akhirnya Terjawab, Bakrie Capital Indonesia Resmi Akuisisi 6% Saham BIPI

Grup Bakrie merogoh kocek sekitar Rp 948 miliar untuk menebus 6% saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Berburu Cuan Dividen Bank Besar, Intip Potensi Yield Dividen BBCA, BMRI, BBRI, & BBNI
| Rabu, 25 Februari 2026 | 08:31 WIB

Berburu Cuan Dividen Bank Besar, Intip Potensi Yield Dividen BBCA, BMRI, BBRI, & BBNI

Imbal hasil dividen terutama dari bank Himbara diproyeksi lebih menarik, bisa menyentuh menyentuh 8%-9%.

Saham SIDO Terjerembap di Musim Hujan Awal Tahun, tapi Diborong Tiga Institusi Asing
| Rabu, 25 Februari 2026 | 08:10 WIB

Saham SIDO Terjerembap di Musim Hujan Awal Tahun, tapi Diborong Tiga Institusi Asing

Investor asing institusi seperti Vanguard dan Blackrock masih mencatatkan unrealized loss di  saham SIDO.

OJK Usut 32 Kasus Dugaan Manipulasi Saham, Tak Semuanya Melibatkan Influencer
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:35 WIB

OJK Usut 32 Kasus Dugaan Manipulasi Saham, Tak Semuanya Melibatkan Influencer

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memfinalisasi POJK yang ditargetkan bakal dirilis pada semester I-2026.

Bangkit dari Level Gocap, Didorong Sentimen Right Issue Harga Saham WMUU Melesat
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:10 WIB

Bangkit dari Level Gocap, Didorong Sentimen Right Issue Harga Saham WMUU Melesat

Konversi hak tagih akan membawa dampak positif, salah satunya memangkas rasio pinjaman terhadap ekuitas WMUU. 

Perjanjian Dagang RI-AS Menekan Bisnis Logistik
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05 WIB

Perjanjian Dagang RI-AS Menekan Bisnis Logistik

Perjanjian ini berpotensi membuat perlindungan data primer bangsa menggunakan platform digital dan server pihak asing.

Pasar Saham Masih Lesu, Hari Ini, Rabu (25/2) IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:53 WIB

Pasar Saham Masih Lesu, Hari Ini, Rabu (25/2) IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Pelemahan IHSG juga diiringi tekanan pada rupiah yang melemah ke Rp 16.829 per dolar AS.

Strategi SGRO Bayar Utang Rp 205 Miliar dan Target Produksi CPO 2026
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:41 WIB

Strategi SGRO Bayar Utang Rp 205 Miliar dan Target Produksi CPO 2026

SGRO menargetkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan tandan buah segar (TBS) bisa tumbuh hingga 3%-5% di tahun 2026.

Suntik Anak Usaha, JSMR Menerbitkan Obligasi Hingga Rp 2,06 Triliun
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:33 WIB

Suntik Anak Usaha, JSMR Menerbitkan Obligasi Hingga Rp 2,06 Triliun

Saat ini, progres pembangunan keseluruhan ruas Jakarta-Cikampek Selatan diklaim telah mencapai 75,78%

Terkoreksi Pasca Melesat, Berkat Kontrak Baru dari Adaro Saham DOID Tetap Memikat
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:30 WIB

Terkoreksi Pasca Melesat, Berkat Kontrak Baru dari Adaro Saham DOID Tetap Memikat

Valuasi harga saham PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) acap kali terdiskon tajam gara-gara profil utangnya yang menggunung.

INDEKS BERITA

Terpopuler