Tergerus Digital, Kontribusi Agen Asuransi Tetap Tumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 08:10 WIB
Tergerus Digital, Kontribusi Agen Asuransi Tetap Tumbuh
[]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Digitalisasi terus merambah industri jasa keuangan termasuk industri asuransi. Namun bukan berarti fungsi agen asuransi menjadi tak berarti lagi.  Melihat catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) semester I-2021, nilai pendapatan premi yang berasal dari kanal keagenan memang mengalami penurunan 4,9% year on year menjadi Rp 30,44 triliun.  Bahkan, capaian tersebut turun 15,84% dari semester pertama tahun 2019 yang saat itu belum ada pandemi Covid-19.

Namun Kepala Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrinmenilai capaian tersebut hanya sementara mengingat di masa pandemi beberapa agen kesulitan melakukan pertemuan tatap muka dengan nasabah.

Saat ini, kanal bancassurance memang tumbuh sebesar 27,3% yoy dan kanal distribusi alternatif bertumbuh 35,8% yoy. "Tapi setelah keadaan kembali normal, keagenan ini masih terus tumbuh. Apalagi keagenan ini memberikan lapangan pekerjaan besar juga bagi masyarakat," ujar Freddy kemarin.

Penurunan kontribusi kanal keagenan pun juga dirasakan beberapa pemain. Salah satunya BNI Life. Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan bilang, kanal ini masih ada perlambatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya namun ia tak menyampaikan besaran penurunannya.

Saat ini, kanal keagenan di BNI Life berkontribusi sebesar 4% dari total pendapatan premi yang sampai Agustus 2021 tercatat sebesar Rp 2,95 triliun. Kontribusi premi terbesar masih berasal dari kanal bancassurance sebesar 66% dan sisanya dari kanal employee benefit.

"Namun seiring membaiknya situasi terkait pandemi, kami optimis produksi distribusi keagenan akan rebound ke arah yang lebih baik untuk ke depannya," ujar Eben.

Allianz Life justru mencatat ada pertumbuhan pendapatan premi dari kanal keagenan sebesar 12,4% dan memberikan kontribusi 36,9% dari total pendapatan premi di Semester I-2021. Kanal distribusi bancassurance masih memberikan kontribusi yang sebesar 60% dari total pendapatan premi Allianz Life di semester I-2021 yang tercatat Rp 10,4 triliun.
Direktur Allianz Life Indonesia Cui Cui pun bilang kanal distribusi keagenan akan terus berperan penting kedepannya karena kebanyakan nasabah memilih untuk berinteraksi langsung.  "Apalagi untuk nasabah yang baru pertama kali membeli produk asuransi," ujar Cui Cui.
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

MDKA Beri Iming-Iming Kupon Obligasi 10%, Lebih Menarik dari SBN & Obligasi Sejenis?
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:30 WIB

MDKA Beri Iming-Iming Kupon Obligasi 10%, Lebih Menarik dari SBN & Obligasi Sejenis?

Leverage MDKA memiliki tendensi untuk terus meningkat sebagai konsekuensi logis dari masifnya ekspansi sejumlah proyek tambang.

Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri

Industri vape meminta BRIN membuka data penelitian yang diklaim menjatuhkan penjualan dalam beberapa hari terakhir.

WIKA Siapkan Divestasi Aset Rp 5,5 Triliun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:34 WIB

WIKA Siapkan Divestasi Aset Rp 5,5 Triliun

 Emiten konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku telah mencatatkan penurunan utang berbunga dan utang usaha.

Menelusuri Jejak Hashim di Balik Manuver Ekspansi dan Volatilitas Saham WIFI
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Menelusuri Jejak Hashim di Balik Manuver Ekspansi dan Volatilitas Saham WIFI

Pengunduran diri Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk membuat langkah saham WIFI kian berat. 

AVIA Mengerek Target Pertumbuhan Pendapatan 14%
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:21 WIB

AVIA Mengerek Target Pertumbuhan Pendapatan 14%

PT Avia Avian Tbk (AVIA) melanjutkan ekspansi untuk pertumbuhan jangka panjang, mulai dari pembangunan pabrik hingga penambahan produk.

Harga Pulp di China Merekah, Emiten Kertas Meraup Berkah
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Harga Pulp di China Merekah, Emiten Kertas Meraup Berkah

Harga pulp di pasar China Melonjak tajam jadi US$ 585 per ton pada September 2026, dari US$ 568 per ton pada bulan sebelumnya.

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank

Meski era suku bunga masih tinggi, fasilitas kredit dari perbankan masih menyedot minat sejumlah emiten di Tanah Air mencari pendanaan usaha.​

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji

Sejak awal tahun 2026 atau year to date (ytd), harga saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sudah terbang 89,47%.

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berencana mengambil alih 5.692.500 saham Bangkok Tellink atau setara 75% dari modal disetor.

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas dunia serta kondisi domestik setelah penerapan batas bawah harga saham Rp 1. 

INDEKS BERITA

Terpopuler