Terregra Asia Terus Memacu Energi Hijau

Sabtu, 18 Mei 2019 | 09:00 WIB
Terregra Asia Terus Memacu Energi Hijau
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Terregra Asia Energy Tbk memacu ekspansi pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga ke luar negeri. Terregra mulai membangun empat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Australia. Proyek berkapasitas masing-masing 5 megawatt (MW) itu akan rampung secara bertahap, mulai dari tahun ini hingga tahun depan.

Wakil Direktur Utama PT Terregra Asia Energy Tbk Lasman Citra mengemukakan, dari empat proyek PLTS di Australia, mereka akan mengoperasikan satu proyek solar mobiling pada tahun ini. Pengelolanya adalah Terregra Renewables Pty Ltd.

Pada Juli nanti ada satu yang beroperasi secara komersial dengan kapasitas 5 MW, ujar Laspenman dalam pemaparan publik, kemarin.

Pengoperasian PLTS itu menggunakan skema penjualan langsung ke pasar. Lasman berharap, dengan beroperasinya proyek itu mampu memberikan kontribusi terhadap arus kas perusahaan.

Terregra Asia menguasai 10% kepemilikan saham Terregra Renewable yang berada di Melbourne, Australia. Anak usaha tersebut menangani proyek solar utility scale. Terregra Renewable juga memiliki tiga special purpose vehicle (SPV) untuk proyek solar di Australia Selatan.

Masih di Australia, emiten berkode saham TGRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut sedang menggenjot tiga proyek PLTS lainnya yang ditargetkan beroperasi secara komersial atau commercial operatioan date (COD) pada tahun 2020 mendatang.

Progres pembangunan tiga PLTS itu beragam. Di antaranya, ada proyek yang dalam tahap mengakuisisi tanah, ada pula proyek yang sudah mulai tahap engineering design. Secara konservatif, kami menargetkan bisa COD pada tahun 2020, imbuh Lasman.

TGRA serius mengembangkan pembangkit di Australia lantaran negara itu memiliki tingkat radiasi matahari yang bagus. Alhasil, penyerapan energi sinar matahari lebih maksimal. Bahkan regulasi di negeri kanguru itu tidak rumit sehingga memudahkan dari sisi bisnis.

Tahun ini, TGRA juga mengincar proyek PLTS di tanah air. Salah satunya proyek PLTS berkapasitas 2x25 MW yang berlokasi di Bali.

Belanja modal

PT Terregra Asia Energy Tbk mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 500 miliar. Dari anggaran itu, hingga kini sudah terserap Rp 70 miliar.

Direktur TGRA Kho Sawilek menyampaikan, sebanyak Rp 375 miliar dari dana belanja itu akan digunakan untuk proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sekitar Rp 81 miliar untuk mengembangkan PLTS.

Sumber dana belanja modal itu dari ekuitas dan pinjaman. Kho menyatakan sedang menjajaki penerbitan rights issue.

Bagikan

Berita Terbaru

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi
| Jumat, 06 Februari 2026 | 04:12 WIB

Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi

Peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan asuransi hingga 20% per emiten perlu dipandang secara hati-hati.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

INDEKS BERITA