KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan kurs rupiah berlanjut. Selasa (29/6), kurs spot rupiah melemah 0,29% jadi Rp 14.488 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara kurs tengah rupiah BI melemah 0,17% jadi Rp 14.496 per dollar AS.
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf memperkirakan, hari ini (30/6) rupiah masih akan tertekan. Dari eksternal, ada kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed. Sentimen ini bisa mengangkat kurs dollar AS.
Apalagi, data non-farm payroll AS di Juni diperkirakan naik mencapai 700.000 dan tingkat pengangguran turun ke 5,6%. "Solidnya data ketenagakerjaan AS ini menguatkan kebijakan hawkish The Fed," kata Alwi, Selasa (29/6).
Baca Juga: BI: Belum ada urgensi terbitkan rupiah digital
Sementara itu, dari dalam negeri, Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai, rencana penerapan PPKM darurat akan mempengaruhi pergerakan rupiah. "Apakah pemberlakuan PPKM darurat ini di daerah zona merah saja, atau menyeluruh, akan jadi sentimen berpengaruh," tegas dia.
David memprediksi kurs rupiah hari ini berkisar antara Rp 14.440-Rp 14.500 per dollar AS. Sementara hitungan Alwi, rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.465-Rp 14.530 per dollar AS.
