Tidak Mulus, Hari Pertama Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi El Salvador

Rabu, 08 September 2021 | 09:34 WIB
Tidak Mulus, Hari Pertama Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi El Salvador
[ILUSTRASI. Roberto Carlos Silva, berpose di depan gerai miliknya, La Zontena, yang menerima pembayaran dalam bitcoin, di El Zonte, Chiltiupan, El Salvador, 8 Juni 2021. REUTERS/Jose Cabezas]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SAN SALVADOR. Hari bersejarah bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di El Salvador, Selasa (7/8), diwarnai sejumlah gangguan. Adopsi bitcoin berlangsung disertai unjukrasa warga yang menolak, gangguan teknologi serta penurunan dalam pasar cryptocurrency.

Hari pengadopsian bitcoin langsung dibuka dengan masalah. Hari Selasa belum berjalan satu jam, Presiden Salvador Nayib Bukele mengeluhkan aplikasi bitcoin yang didukung pemerintahnya tidak tersedia di berbagai platform internet termasuk Apple dan Huawei.

Bukele menggunakan akun Twitter-nya untuk menekan toko online agar menyediakan aplikasi, atau dompet digital, yang dikenal sebagai Chivo. Permintaan itu direspon oleh Huawei. Tetapi ketika aplikasi tersebut terbukti tidak dapat mengatasi pendaftaran pengguna, pemerintah mencabutnya untuk terhubung ke lebih banyak server dan meningkatkan kapasitas.

Baca Juga: McDonald telah menerima pembayaran dengan Bitcoin

Namun, ketika aplikasi mulai muncul di lebih banyak platform, Bukele pada sore hari me-retweet video yang diposting di media sosial dengan orang-orang yang melakukan pembayaran menggunakan bitcoin di pengecer di El Salvador termasuk McDonald's Corp dan Starbucks Corp.

"El Salvador mengambil langkah maju yang besar hari ini," kata Carlos Garcia, seorang pebisnis lokal yang gerainya menerima pembayaran dalam bitcoin. Garcia pun terllihat aktif mempromosikan tentang cara kerja uang kripto di gerai miliknya yang berada di pusat perbelanjaan di San Salvador.

Menjanjikan bitcoin yang nilainya setara US$ 30 untuk setiap pengguna Chivo, Bukele telah mendorong masyarakat negerinya untuk mengadopsi uang kripto itu. Bukele mengatakan itu akan membantu Salvador menghemat US$ 400 juta per tahun untuk komisi pengiriman uang, sambil memberikan akses ke layanan keuangan kepada orang-orang yang tidak memiliki rekening bank.

Baca Juga: Terus mendaki, harga Bitcoin nyaris menembus level US$ 53.000  

"Kita harus mematahkan paradigma masa lalu," cuit Bukele. "El Salvador memiliki hak untuk maju menuju dunia pertama."

Kendati termasuk presiden yang paling populer di Benua Amerika, pria berusia 40 tahun itu kini dituduh mengikis demokrasi. Jajak pendapat menunjukkan orang Salvador skeptis tentang penggunaan bitcoin, takut akan volatilitasnya dan tidak yakin bagaimana cara kerjanya.

Lebih dari 1.000 orang, Selasa (8/9), menggelar protes di San Salvador terhadap adopsi bitcoin, membakar ban dan menyalakan kembang api di depan Mahkamah Agung.

Ketika harga mata uang itu goyah, pemerintah membeli 150 bitcoin tambahan pada hari Selasa, yang bernilai sekitar US$ 7 juta. 

Baca Juga: Bitcoin jadi alat pembayaran sah di El Savador, IMF dan World khawatir

Namun masyarakat miskin di negeri itu harus berjuang untuk mengakses teknologi yang diperlukan untuk membuat bitcoin bekerja. Hampir separuh populasi El Salvador tidak memiliki akses internet dan banyak lagi yang hanya memiliki konektivitas yang tidak stabil.

“Saya akan terus menderita dengan atau tanpa bitcoin,” kata penjual permen Jose Herrera, yang mengatakan dia kesulitan mengakses ponsel.

Ada yang merisaukan adopsi bitcoin sebagai alat pembayaran resmi akan memicu transaksi terlarang dan ketidakstabilan keuangan. Kecemasan itu kian memperkeruh prospek El Salvador untuk mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai lebih dari US$ 1 miliar.

Menjelang peluncuran, El Salvador membeli 400 bitcoin yang nilainya sekitar US$ 20 juta, kata Bukele, membantu mendorong harga bitcoin naik di atas US$ 52.000 untuk pertama kalinya sejak Mei. Beberapa jam kemudian, harga bitcoin melemah dan terakhir diperdagangkan turun 0,51% menjadi US$ 46.561,74.

Ethereum, mata uang kripto lain turun 0,32% menjadi $3,404,05. Sementara saham bursa uang kripto yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Coinbase Global, turun 4,18% setelah melaporkan penundaan dalam beberapa transaksi di platformnya.

Perubahan itu berarti bisnis harus menerima pembayaran dalam bitcoin bersama dolar AS, yang telah menjadi mata uang resmi El Salvador sejak 2001 dan akan tetap menjadi alat pembayaran yang sah. Masih belum jelas apakah pemerintahan Bukele akan memberlakukan sanksi bagi bisnis yang menolak pembayaran dalam bitcoin.

Menjelang peluncuran, pemerintah memasang ATM yang memungkinkan bitcoin dikonversi menjadi dolar dan ditarik tanpa komisi dari dompet digital Chivo.

Baca Juga: El Salvador beli 400 bitcoin jelang pemberlakuannya sebagai alat pembayaran yang sah

Bukele menyalahkan platform unduhan aplikasi Apple Inc, Google Alphabet Inc, dan Huawei atas penundaan awal Chivo. "Lepaskan dia! @Apple @Google dan @Huawei," tulis Bukele dalam cuitannya yang disertai emoji "marah" berwajah merah.

Dompet itu kemudian tersedia dari Huawei dan Apple. Seorang juru bicara Huawei mengatakan platform perusahaan menunjukkan kurang dari seribu instalasi pada sore hari pada hari Selasa. "Seperti semua inovasi, proses bitcoin El Salvador memiliki kurva pembelajaran," kata Bukele dalam tweet. "Tidak semuanya akan tercapai dalam sehari, atau dalam sebulan."

Dalam hampir dua tahun menjabat, Bukele telah menguasai hampir semua tuas kekuasaan. Tetapi meskipun dia telah berjanji untuk membersihkan korupsi, AS baru-baru ini memasukkan beberapa sekutu dekatnya ke dalam daftar hitam korupsi.

Baca Juga: Ini dia kripto syariah pertama yang siap masuk ke bursa crypto dunia

Pekan lalu, hakim tinggi yang ditunjuk oleh anggota parlemen Bukele memutuskan bahwa dia dapat menjalani masa jabatan kedua, melepaskan diri dari aturan konstitusional yang melarang memegang jabatan untuk dua periode berturut-turut.

Analis khawatir adopsi bitcoin, yang catatan transaksinya didistribusikan di internet, di luar jangkauan yurisdiksi nasional, dapat mendorong pencucian uang.

Setelah undang-undang bitcoin disetujui, lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kelayakan kredit El Salvador, sementara obligasi berdenominasi dolar juga berada di bawah tekanan.

Bank Dunia, Selasa (8/9), menegaskan tidak dapat membantu El Salvador dalam mengadopsi bitcoin “mengingat lingkungan yang memadai dan kurangnya transparansi,” kata juru bicara bank.

Selanjutnya: Harga Minyak Pulih, Moody’s Prediksi Penerbitan Sukuk Global Tidak Tumbuh

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA