To The Moon

Sabtu, 20 November 2021 | 09:00 WIB
To The Moon
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. To the moon, ungkapan yang kini kerap kita dengar di berbagai sosial media guna mendeskripsikan lonjakan atau potensi lonjakan nilai sebuah portofolio investasi, sebut saja saham. To the moon, layaknya mantra sakti yang bisa membuat orang terkesima.

Sebut saja misalnya fenomena akun instagram @belvinvvip. Lewat @belvinvvip, si operator akun mendeskripsikan dirinya sebagai pengusaha sekaligus CEO PT Ilmu Saham Indonesia.

Tiga hari lalu, Selasa (16/11), akun instagram @belvinvvip menangkap cuplikan layar dari akun twitter @BTannadi yang mengaku dirinya pemilik PT Ilmu Saham Indonesia. "MITI TO THE MOON! Harga sekarang 166! Harga ARA 191 +35% Hari ini potensi ARA++," demikian isi cuitan @BTannadi yang diunggah sekitar pukul 12.16.

Simsalabim, benar saja hari itu saham MITI berakhir di level Rp 191, naik 34,51% dari hari sebelumnya. Volume perdagangan saham MITI juga melonjak 25 kali lipat menjadi 5.279.879 lot, dari hari sebelumnya yang hanya 199.934 lot.

Sore jelang pukul 18.52, akun twitter @BTannadi kembali memposting prediksi mengenai saham MITI untuk esok hari. "BESOK MITI TO THE MOON LAGI! ARA besok di 256 +34%++," bunyi cuitan @BTannadi yang di-capture oleh @belvinvvip.

Lah, kok benar saja, keesokan harinya, Rabu (17/11), harga saham MITI berakhir di posisi Rp 256 per saham. Namun kali ini, volume perdagangan sahamnya turun separuh, dari hari sebelumnya.

Selesai? Belum. Rabu sore, pukul 19.26, @BTannadi kembali berkoar bahwa saham MITI esok hari akan naik 25% ke level Rp 320.

Apa yang terjadi sungguh bikin miris. Kamis (18/11) harga saham MITI anjlok 6,25% sentuh auto reject bawah (ARB) ke level Rp 240 per saham. Jumat (19/11), harga saham MITI kembali tersungkur 4,16% ke level Rp 4,17%.

Tak ada lagi mantra sakti to the moon, untuk MITI yang diposting oleh @belvinvvip dari hasil tangkapan layar akun twitter @BTannadi.

Penulis hanya ingin mengingatkan, bahwa investasi adalah tanggungjawab pribadi. Di luar itu, UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 juga sudah memberikan rambu-rambu.

"Setiap pihak dilarang, dengan cara apa pun, membuat pernyataan atau memberikan keterangan yang secara material tidak benar atau menyesatkan sehingga mempengaruhi harga Efek di Bursa Efek," demikian bunyi Pasal 93 UU Pasar Modal.                       

Bagikan

Berita Terbaru

Dampak Piala Dunia ke Pasar Saham di Tahun 2026
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:14 WIB

Dampak Piala Dunia ke Pasar Saham di Tahun 2026

Benarkah Piala Dunia bikin saham lesu? IHSG rugi 6 dari 10 edisi. Temukan faktor unik yang bisa mengubah tren 2026.

Bos Bank KB Indonesia Sebut, Investasi Tak Selalu Soal Uang
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:53 WIB

Bos Bank KB Indonesia Sebut, Investasi Tak Selalu Soal Uang

Banyak orang fokus untung finansial, tapi Direktur Utama Bank KB justru peringatkan risiko fatal jika lupakan investasi diri.

Normalisasi Harga Bahan Baku Industri Tekstil Butuh Waktu Enam Bulan
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:39 WIB

Normalisasi Harga Bahan Baku Industri Tekstil Butuh Waktu Enam Bulan

Harga bahan baku sebenarnya telah menunjukkan tren penurunan, bahkan sebelum Selat Hormuz kembali dibuka

 Menghitung Harga Ideal DMO Batubara
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:34 WIB

Menghitung Harga Ideal DMO Batubara

Kementerian ESDM membuka peluang untuk mengkaji ulang harga batubara DMO lantaran sejumlah faktor di lapangan

Tekad Kuat Ingin Jadi Pengusaha
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:28 WIB

Tekad Kuat Ingin Jadi Pengusaha

Perjalanan karier organisasi dan profesional Sarman Simanjorang menjadi Dirut PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk

Dirut KB Bank Kunardy Darma Lie: Percaya dengan Pertumbuhan Properti
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:41 WIB

Dirut KB Bank Kunardy Darma Lie: Percaya dengan Pertumbuhan Properti

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, bagikan strategi investasi aman. Pelajari cara kembangkan aset properti dan obligasi untuk masa depan.

Rencana Bisnis Akasha Wira (ADES): Masuk ke Bisnis Gummy demi Dorong Pendapatan
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:32 WIB

Rencana Bisnis Akasha Wira (ADES): Masuk ke Bisnis Gummy demi Dorong Pendapatan

ADES siap luncurkan permen gummy produksi sendiri mulai Q3-2026. Target pasar anak muda kini jadi incaran. Simak profil bisnisnya

Peringatan MSCI ke Pasar Indonesia
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Peringatan MSCI ke Pasar Indonesia

Peringkat 'information flow' Indonesia turun di MSCI, sinyal bahaya bagi investor. Ini alasan di balik kekhawatiran yang muncul.

Memperkuat Ekosistem Perdagangan Digital
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

Memperkuat Ekosistem Perdagangan Digital

Antisipasi risiko inovasi di platform e-commerce sangat membutuhkan keseimbangan agility dan keamanan.​

Mesin Pertumbuhan Baru
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mesin Pertumbuhan Baru

Event lari yang tengah hype bisa menghidupkan ekonomi daerah dan memperkuat perputaran uang di destinasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler