Transformasikan Bisnis Energinya, Unit Temasek Bergabung dengan Anak Usaha Keppel

Rabu, 27 April 2022 | 17:48 WIB
Transformasikan Bisnis Energinya, Unit Temasek Bergabung dengan Anak Usaha Keppel
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Acara review yang diselenggarakan Temasek di Singapura 7 Juli 2016. REUTERS/Edgar Su/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Sembcorp Marine (Sembmarine) sepakat untuk bergabung dengan perusahaan lepas pantai dan kelautan (O&M) milik konglomerat lokal Keppel Corp. Kesepakatan tercapai setelah perusahaan yang didukung Temasek itu memulai negosiasi untuk mengatasi penurunan industri.

"Entitas gabungan akan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang yang muncul dari agenda dekarbonisasi di sektor minyak dan gas dan dari transisi energi global menuju energi terbarukan. Terutama di bidang angin lepas pantai dan sumber energi baru," demikian kutipan pernyataan bersama perusahaan pada Rabu.

Sembmarine dan Keppel Offshore & Marine, salah satu pembuat rig minyak lepas pantai terbesar di dunia, telah mengalami penurunan bisnis yang berkepanjangan selama bertahun-tahun. Kendati sebagian prospek industri belakangan membaik berkat lonjakan harga minyak.

Baca Juga: Penjualan Baterai ke Tesla Naik, Penurunan Laba LGES Tidak Serendah Perkiraan

Di perusahaan hasil penggabungan, Keppel dan pemegang sahamnya akan memiliki 56% saham. Sedangkan pemegang saham Sembcorp Marine akan memiliki sisanya. Keppel akan mendistribusikan in-specie 46% dari saham entitas yang digabungkan kepada pemegang sahamnya dan mempertahankan 10% saham.

Investor negara Singapura Temasek, yang merupakan pemegang saham mayoritas Sembmarine, akan menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan gabungan dengan porsi 33,5% saham.

Sembmarine bernilai S$4,1 miliar pada harga penutupan Selasa.

JPMorgan adalah penasihat keuangan untuk Keppel dalam kesepakatan itu, sementara Credit Suisse adalah penasihat keuangan untuk Sembmarine.

Bagikan

Berita Terbaru

Gejolak Geopolitik Mengancam, Momentum Emas bagi RI Akselerasi Pendanaan Hijau
| Rabu, 29 April 2026 | 10:55 WIB

Gejolak Geopolitik Mengancam, Momentum Emas bagi RI Akselerasi Pendanaan Hijau

British International Investment (BII) meluncurkan inisiatif British Climate Partners (BCP) senilai £1,1 miliar.

Tren Aksi Korporasi Asia Tenggara lebih Selektif di 2025, Regulasi Jadi Penyebabnya
| Rabu, 29 April 2026 | 10:00 WIB

Tren Aksi Korporasi Asia Tenggara lebih Selektif di 2025, Regulasi Jadi Penyebabnya

Tingginya biaya pendanaan serta kesenjangan valuasi antara pembeli dan penjual membuat realisasi transaksi skala besar menjadi lebih menantang.

BBNI Diakumulasi Asing di Tengah Tekanan Sektor, Sekadar Rebound atau Awal Tren?
| Rabu, 29 April 2026 | 09:00 WIB

BBNI Diakumulasi Asing di Tengah Tekanan Sektor, Sekadar Rebound atau Awal Tren?

Valuasi yang murah ini mulai menarik minat asing. Apalagi ada aksi buyback yang memberi sinyal manajemen melihat harga saham saat ini undervalued.

Ancaman Inflasi Global: Nasib Dolar AS di Pusaran Konflik Timur Tengah
| Rabu, 29 April 2026 | 08:39 WIB

Ancaman Inflasi Global: Nasib Dolar AS di Pusaran Konflik Timur Tengah

Indeks dolar AS stabil di 98,6, namun pasar bersiap untuk pertemuan Federal Reserve. Apakah ini sinyal beli atau justru peringatan?

Melihat Kinerja dan Masa Depan WIFI Pasca Masuk Indeks LQ45
| Rabu, 29 April 2026 | 08:30 WIB

Melihat Kinerja dan Masa Depan WIFI Pasca Masuk Indeks LQ45

Keberadaan WIFI di indeks membuka akses bagi dana asing dan meningkatkan eksposur investor institusi global. Masuk LQ45.

Tertekan Aksi Jual Asing, Tenaga IHSG Masih Terbatas
| Rabu, 29 April 2026 | 07:55 WIB

Tertekan Aksi Jual Asing, Tenaga IHSG Masih Terbatas

Aksi jual asing dan pelemahan rupiah menekan IHSG. Analis proyeksikan pergerakan terbatas hari ini, cari tahu potensi rebound dan resistance.

Harga Bahan Baku Turun, Laba Bersih Mayora (MYOR) Mendaki
| Rabu, 29 April 2026 | 07:39 WIB

Harga Bahan Baku Turun, Laba Bersih Mayora (MYOR) Mendaki

Profitabilitas MYOR membaik signifikan, margin laba bersih mencapai 10,1%. Simak rekomendasi saham dari analis

Saham Transportasi Terbang Tinggi, Intip Risiko yang Membayangi
| Rabu, 29 April 2026 | 07:34 WIB

Saham Transportasi Terbang Tinggi, Intip Risiko yang Membayangi

Saham transportasi melesat tinggi, namun tak selalu didukung fundamental. Analis ingatkan risiko profit taking, jangan sampai terjebak koreksi.

Ada Insentif Fiskal, Reksadana Bisa Mekar
| Rabu, 29 April 2026 | 07:14 WIB

Ada Insentif Fiskal, Reksadana Bisa Mekar

Menteri Keuangan membuka pintu bagi insentif fiskal jika Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR) berjalan sukses.​

Estonia Melirik Peluang Kerjasama Sektor Maritim di Indonesia
| Rabu, 29 April 2026 | 07:13 WIB

Estonia Melirik Peluang Kerjasama Sektor Maritim di Indonesia

Pemerintah Estonia disebut siap menggelontorkan € 25 juta untuk proyek retrofit untuk menunjang efisiensi.

INDEKS BERITA

Terpopuler