Transparansi Data BPJS Kesehatan Disorot
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transparansi layanan dan pengelolaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menuai sorotan. Hal ini berawal dari unggahan pengguna media sosial Threads dengan akun @dian_amalia*** yang menghitung potensi iuran JKN 2025 sekitar Rp 220 triliun berdasarkan jumlah peserta dan tarif kelas perawatan. Dalam unggahan itu, jumlah peserta kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 dikalikan dengan tarif iuran masing-masing kelas selama 12 bulan.
Adapun berdasarkan laporan keuangan 2025, BPJS Kesehatan melaporkan pendapatan iuran mencapai Rp 176,72 triliun. Maka mengacu hitungan warganet sebesar Rp 220 triliun, ada selisih pendapatan iuran lebih dari Rp 40 triliun.
