Tren Akuisisi Berlanjut, Sony Ambilalih Pembuat Game Halo Senilai US$ 3,6 miliar

Selasa, 01 Februari 2022 | 06:25 WIB
Tren Akuisisi Berlanjut, Sony Ambilalih Pembuat Game Halo Senilai US$ 3,6 miliar
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Sony Interactive Entertainment akan mengakuisisi Bungie Inc dalam kesepakatan senilai $3,6 miliar. Pengambilalihan pencipta videogame Halo sekaligus pengembang Destiny ini memperpanjang gelombang konsolidasi yang melanda sektor game.

Melalui pengumuman di situs blog, Bungie menyatakan akan bergabung dengan keluarga Sony PlayStation. Pengambilalihan ini tidak lepas dari upaya konglomerat Jepang itu memperkuat jaringan studio game in-house untuk menghadapi para pesaingnya yang memiliki uang berlimpah.

Microsoft Corp, pesaing berat Sony dalam game console, mengeluarkan US$ 69 miliar untuk mengakuisisi Activision Blizzard pada awal Januari. Selama ini, penjualan Xbox, konsol milik Microsoft teringgal dari penjualan PlayStation, milik Sony.

"Meskipun ini adalah salah satu akuisisi terbesar Sony, jumlah yang dibayarkan oleh Microsoft menunjukkan persaingan berat yang dihadapi di sektor ini," kata Piers Harding-Rolls, analis game di Ampere Analysis.

gBaca Juga: Bersepakat dengan Boeing, Qatar Airways Menambah Pesanan Pesawat

Bungie yang berbasis di Bellavue, Washington itu, sempat dimiliki Microsoft sebelum go private pada 2007. Saat berada di bawah naungan raksasa teknologi itu, Bungie mengerjakan seri videogame Halo. Bungie juga ikut menggarap Marathon dan Mitos.

Bungie sekarang berencana untuk merekrut lebih banyak bakat di seluruh studio untuk Destiny 2, videogame yang sebelumnya diterbitkan oleh Activision Blizzard.

Industri video game berkonsolidasi dengan cepat untuk memanfaatkan lonjakan permintaan yang diciptakan oleh pandemi. Kesepakatan yang terjadi baru-baru ini semakin mengaburkan batas antara video game berbasis PC, konsol dan seluler.

Sektor ini berada di jalur untuk mencapai rekor baru nilai kesepakatan, pembiayaan, dan IPO di tahun ini, yaitu US$ 150 miliar, menurut perusahaan perbankan investasi Drake Star Partners.

Kesepakatan besar lain yang terjadi di bulan pertama tahun ini adalah pembuat Grand Theft Auto Take-Two menawar $11 miliar untuk pembuat "FarmVille" Zynga.

Baca Juga: Pelaku Pasar Masih Risk Off, Bitcoin dan Aset Kripto Lain Cenderung Melemah

Perusahaan-perusahaan besar juga telah mencoba membawa bakat dan kekayaan intelektual di balik judul-judul populer in-house daripada bermitra dengan studio, memberi mereka lebih banyak akses di pasar yang berkembang dan bernilai tinggi.

Sony telah menambahkan sejumlah pengembang, termasuk studio pengembangan videogame Valkyrie Entertainment dan pengembang "Returnal" Housemarque, di bawah payungnya.

"(Kesepakatan Bungie) ini merupakan langkah penting dalam strategi kami untuk memperluas jangkauan PlayStation ke audiens yang lebih luas," kata Jim Ryan, kepala unit Sony Corp yang bertanggung jawab untuk PlayStation.

Bungie akan menjadi unit independen dari Sony Interactive Entertainment, dijalankan oleh dewan yang diketuai CEO Pete Parsons.

Bagikan

Berita Terbaru

Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Penjualan AYAM Bakal Moncer Kala Ramadan dan Lebaran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Bisnis Sempat Tertekan di 2025, Penjualan AYAM Bakal Moncer Kala Ramadan dan Lebaran

Fluktuasi harga bahan baku pakan dan masa adaptasi terhadap ekspansi kapasitas nasiona bisa menekan industri peternakan ayaml.

Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik
| Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Harga Minyak Memanas, Konsumen Melirik Kendaraan Listrik

Minat pada kendaraan listrik akan mengalami lonjakan apabila harga BBM tak terkendali imbas konflik di Timur Tengah.

Cuan Industri Tekstil pada Momen Lebaran
| Rabu, 18 Maret 2026 | 10:57 WIB

Cuan Industri Tekstil pada Momen Lebaran

Pada umumnya permintaan di sektor ritel dapat meningkat puluhan persen sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membeli pakaian baru.

Rem Transaksi Dolar, demi Jaga Kurs Garuda
| Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB

Rem Transaksi Dolar, demi Jaga Kurs Garuda

Ini berbagai strategi Bank Indonesia membentengi nilai tukar rupiah agar tidak kian rontok.                  

Efisiensi Anggaran Tekan Pertumbuhan
| Rabu, 18 Maret 2026 | 10:46 WIB

Efisiensi Anggaran Tekan Pertumbuhan

Membeli emas pekan lalu ternyata belum tentu untung. Kalkulasi terbaru menunjukkan ada selisih harga yang harus diwaspadai sebelum menjual.

Bedah Prospek EMAS, ARCI, dan PSAB Usai Masuk Indeks MVS Global Junior Gold Miners
| Rabu, 18 Maret 2026 | 10:00 WIB

Bedah Prospek EMAS, ARCI, dan PSAB Usai Masuk Indeks MVS Global Junior Gold Miners

Investor mesti tetap mewaspadai risiko pasar berpotensi sudah lebih dulu melakukan antisipasi terhadap berbagai sentimen di emiten emas.

BEI Menunda Penerapan Short Selling Sampai 14 September 2026
| Rabu, 18 Maret 2026 | 09:26 WIB

BEI Menunda Penerapan Short Selling Sampai 14 September 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunda implementasi transaksi short selling oleh perusahaan efek hingga 14 September 2026.

Sentimen Bursa Asia Disetir Arah Suku Bunga dan Inflasi
| Rabu, 18 Maret 2026 | 09:19 WIB

Sentimen Bursa Asia Disetir Arah Suku Bunga dan Inflasi

Arah bursa Asia diperkirakan masih bergerak mixed cenderung konsolidasi. Tingginya ketidakpastian global membuat pelaku pasar bersikap hati-hati.

Bursa Saham Menanti Tuah Arah Suku Bunga
| Rabu, 18 Maret 2026 | 09:13 WIB

Bursa Saham Menanti Tuah Arah Suku Bunga

Langkah Bank Indonesia Menahan BI rate di level 4,75& dinilai akan memicu pasar saham cenderung sideways.

Kebijakan BI Mengubah Aturan Pembelian Dolar AS Bisa Bikin Pasar Panik
| Rabu, 18 Maret 2026 | 09:04 WIB

Kebijakan BI Mengubah Aturan Pembelian Dolar AS Bisa Bikin Pasar Panik

Bank Indonesia (BI) menyebut pembelian di atas US$ 50.000 tetap bisa, namun harus menyertakan dokumen underlying.

INDEKS BERITA

Terpopuler