Tujuh Poin Utama Aturan Baru Ketenagakerjaan Sudah Disepakati Pemerintah dan DPR

Senin, 28 September 2020 | 09:20 WIB
Tujuh Poin Utama Aturan Baru Ketenagakerjaan Sudah Disepakati Pemerintah dan DPR
[ILUSTRASI. JAKARTA,09/09-PENGGERAK INVESTASI DI 2021-Pekerja konstruksi berada di rangka baja proyek pembangunan gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (09/09). KONTAN/Fransiskus Simbolon/09/09/2020]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR menuntaskan pembahasan sejumlah poin klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Pembahasan tujuh substansi pokok perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang masuk dalam RUU Cipta Kerja pun dianggap tuntas

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Beban Klaim Penjaminan Semakin Berat
| Senin, 15 Juni 2026 | 05:30 WIB

Beban Klaim Penjaminan Semakin Berat

Perusahaan penjaminan membayar klaim Rp 2,75 triliun per April 2026, alias naik 17,45% secara tahunan. 

PT Timah (TINS) Alokasikan Dana Belanja Rp 450 Miliar
| Senin, 15 Juni 2026 | 05:20 WIB

PT Timah (TINS) Alokasikan Dana Belanja Rp 450 Miliar

Keputusan ini sejalan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan dividend payout ratio sebesar 50%.

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Sektor & Saham Ini Cuan Paling Kencang
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:50 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Sektor & Saham Ini Cuan Paling Kencang

IHSG menguat 7,38% menjadi 6.007,66 dalam sepekan periode 8-12 Juni 2026. IHSG melonjak lagi setelah pekan lalu ditutup pada 5.594,77.

Urun Dana Yakin Tetap Dilirik Meski Suku Bunga Naik
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:35 WIB

Urun Dana Yakin Tetap Dilirik Meski Suku Bunga Naik

Dengan karakteristik risiko yang lebih besar , industri securities crowdfunding yakin masih akan dilirik investor lewat tawaran imbal kompetitif.

Avia Avian (AVIA) Tetap Bidik Pertumbuhan 10%
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:20 WIB

Avia Avian (AVIA) Tetap Bidik Pertumbuhan 10%

Target ini tidak berubah sejak awal tahun meskipun saat ini industri produksi cat menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat.

Menggenjot Ekspor Produk dari Industri Manufaktur
| Senin, 15 Juni 2026 | 04:15 WIB

Menggenjot Ekspor Produk dari Industri Manufaktur

Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan porsi ekspor produk manufaktur dari sekitar 20% menjadi 30% 

Bedah Rencana IPO Inaco (JELI): Laba Meroket 235%, Cek Rencana Ekspansinya
| Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Bedah Rencana IPO Inaco (JELI): Laba Meroket 235%, Cek Rencana Ekspansinya

Harga penawaran saham perdana PT Niramas Utama Tbk (JELI) dipatok di rentang Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham.

Asing Kembali Net Buy Usai Outflow 13 Hari Beruntun, Awas Badai Belum Berlalu
| Minggu, 14 Juni 2026 | 15:00 WIB

Asing Kembali Net Buy Usai Outflow 13 Hari Beruntun, Awas Badai Belum Berlalu

Risiko aksi jual susulan masih membayangi seiring tumpukan persoalan fundamental yang belum terurai.

Dihantui Defisit BPJS Kesehatan dan Rupiah Loyo, Saham Rumah Sakit Kena Getahnya!
| Minggu, 14 Juni 2026 | 14:00 WIB

Dihantui Defisit BPJS Kesehatan dan Rupiah Loyo, Saham Rumah Sakit Kena Getahnya!

Harga obat-obatan yang meroket di kisaran 20% akibat depresiasi rupiah memberikan tekanan tambahan buat emiten rumah sakit. 

Dana Asing Masuk ke Saham MIDI tapi Gerak Investor Institusi Asing Masih Terbatas
| Minggu, 14 Juni 2026 | 13:00 WIB

Dana Asing Masuk ke Saham MIDI tapi Gerak Investor Institusi Asing Masih Terbatas

Ancaman yang bisa menjegal MIDI datang dari depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang berkelanjutan, serta kenaikan harga BBM.

INDEKS BERITA

Terpopuler