Turun Peringkat

Jumat, 20 Juni 2025 | 06:08 WIB
Turun Peringkat
[ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata]
Thomas Hadiwinata | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontribusi pembentukan modal  tetap bruto, alias investasi, terhadap pertumbuhan ekononomi Indonesia cenderung menurun belakangan ini. Per akhir kuartal I, pertumbuhan komponen ini menunjukkan penurunan.

Mengutip Badan Pusat Statistik, porsi investasi ke pertumbuhan ekonomi per akhir kuartal I-2025 hanya tumbuh 0,85% year-on-year (yoy). Angka itu lebih rendah jika dibanding pertumbuhan per kuartal IV-2024, yaitu 1,61% yoy atau kenaikan per kuartal I-2024: 1,18% yoy. 

Tren itu sejalan dengan peringkat Indonesia di World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang disusun oleh International Institute for Management Development (IMD). Dalam laporan pemeringkatan, peringkat daya saing Indonesia rontok 13 tingkat menjadi urutan ke-40.

Itu bukan ranking yang membanggakan mengingat total negara yang tercakup dalam WCR 2025 cuma 69 negara. Jika disandingkan dengan negara-negara yang sejenis, seperti berdasarkan lokasi, yaitu Asia Pasifik, Indonesia juga mengalami penurunan. Peringkat Indonesia tahun ini adalah 11 dari 8 di tahun sebelumnya. Sedangkan dalam kelompok negara dengan populasi lebih dari 20 juta, ranking Indonesia tahun ini adalah 16, lebih rendah urutan di 2024 yaitu 10.

Mirip dengan Ease of Doing Business, laporan pemeringkatan negara yang digarap Bank Dunia, WCR pun punya sejumlah komponen pembentuk peringkat. Nah dari banyak komponen itu, Indonesia mendapatkan rating merah di international trade dan international investment yang ada di kategori komponen economic investment. 

Pertanyaan tentang rendahnya  investasi di Indonesia sedikit banyak terjawab dengan hasil yang diperoleh Indonesia dalam tiga kelompok komponen pembentuk rating WCR. Dalam kategori Government Efficiency, Indonesia punya nilai jelek untuk institutional framework, business legislation dan societal framework.  

Di kategori Business Efficiency, nilai Indonesia tidak memuaskan untuk productivity and efficiency serta finance. Dalam kategori Infrastructure, rating Indonesia jeblok di stechnological infrastructure, scientific infrastructure, health and enviroment serta education. 

Jika dicermati, apa yang menjadi nilai minus Indonesia nyaris tak berubah dari waktu ke waktu. Artinya? Upaya memperbaiki daya saing yang pernah bergulir di negara ini tidak tuntas, dan cenderung menghilang seiring dengan pergantian kepemimpinan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler