UCID Menjalankan Strategi untuk Mengerek Kinerja

Jumat, 18 Juni 2021 | 23:44 WIB
UCID Menjalankan Strategi untuk Mengerek Kinerja
[ILUSTRASI. Pabrik PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID)]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen popok dan pembalut, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID), menyebut, kinerja keuangannya di sisa tahun 2021 tergantung pada kondisi ekonomi di era pandemi Covid-19. Ketatnya kompetisi dengan perusahaan sejenis juga berpengaruh terhadap pencapaian kinerjanya.

Pada kuartal I-2021, pendapatan bersih UCID naik 2,94% (yoy) menjadi Rp 2,1 triliun. UCID juga berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 103,28 miliar pada kuartal I-2021, dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang merugi Rp 131,46 miliar.

Faktor utama kenaikan pendapatan UCID adalah peningkatan penjualan di pasar domestik. UCID juga meraih keuntungan selisih kurs sebesar Rp 10,55 miliar. "Untuk proyeksi di kuartal-kuartal berikutnya masih sulit diprediksi karena kondisi Covid-19 yang belum pasti," ujar Vikry Ahmadi, Sekretaris Perusahaan UCID, Kamis (17/6).

Ia menilai, potensi pertumbuhan kinerja yang tinggi masih berasal dari produk popok dewasa yang masuk segmen healthcare. Sebab pasar popok dewasa masih tergolong kecil di Tanah Air, sehingga potensi pertumbuhannya cukup besar. "Tiga segmen utama UCID masih menjadi nomor satu di pasarnya dengan komposisi babycare 45%, feminine care 45%, dan healthcare 42%," ungkapnya.

UCID juga berupaya meraup cuan dari penjualan produk pembalut Charm dan protect pollution masker edisi kemasan kertas yang diluncurkan awal Juni 2021. Produk edisi khusus ini dirilis untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Vikry mengklaim, pasar merespon positif terhadap peluncuran produk dalam kemasan kertas. Dia juga menyatakan, kehadiran produk tersebut merupakan bagian dari agenda UCID untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai oleh alam.

Tahun ini, UCID menyediakan belanja modal (capex) sekitar Rp 300 miliar. Sumber belanja modal tersebut berasal dari dana IPO di akhir tahun 2019.

Bagikan

Berita Terbaru

Indonesia Tawarkan Bisnis Karbon ke Forum APEC
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:25 WIB

Indonesia Tawarkan Bisnis Karbon ke Forum APEC

Para pengusaha Indonesia bakal menggelar ABAC Meeting I mulai minggu depan untuk membahas sejumlah masukan bisnis ke pemerintahan APEC.

Tugas Berat Menanti Calon Dewan Pengawas BPJS Kesehatan-Ketenagakerjaan
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:25 WIB

Tugas Berat Menanti Calon Dewan Pengawas BPJS Kesehatan-Ketenagakerjaan

Parlemen mulai melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon dewan pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Marketing Sales Bumi Serpong Damai (BSDE) Tahun 2025 Melampaui Target
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:15 WIB

Marketing Sales Bumi Serpong Damai (BSDE) Tahun 2025 Melampaui Target

Emiten properti Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan prapenjualan alias marketing sales Rp 10,04 triliun di 2025. 

Leasing Incar Peluang dari Ketatnya Ramainya Merek Mobil Baru
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:15 WIB

Leasing Incar Peluang dari Ketatnya Ramainya Merek Mobil Baru

Meski penjualan otomotif masih lesu, namun agen pemegang merek (APM) baru terus berdatangan dan  menjejali pasar dengan produk-produk anyar

Sinyal Darurat Lapangan Pekerjaan Formal
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:10 WIB

Sinyal Darurat Lapangan Pekerjaan Formal

Mandiri Institute mencatat ternyata banyak kelas menengah yang menjadi pekerja informal sepanjang tahun 2025.

Prabowo Akan Larang Ekspor Minyak Jelantah
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:10 WIB

Prabowo Akan Larang Ekspor Minyak Jelantah

Pelarangan ekspor minyak jelatah direncanakan untuk membantu hilirisasi minyak sawit yang salah satunya untuk avtur.

Menanti Efek Kenaikan HPE Emas dan Konsentrat
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:05 WIB

Menanti Efek Kenaikan HPE Emas dan Konsentrat

Kinerja produsen emas serta tembaga berpotensi terkerek kenaikan harga patokan ekspor emas dan konsentrat.

IHSG Diwarnai Sentimen Pertemuan BEI dan MSCI, Simak Rekomendasi Saham Hari ini
| Selasa, 03 Februari 2026 | 05:05 WIB

IHSG Diwarnai Sentimen Pertemuan BEI dan MSCI, Simak Rekomendasi Saham Hari ini

Di tengah beragam sentimen yang mewarnai pergerakan IHSG, analis menyarankan investor mencermati beberapa saham emiten berikut ini.

IHSG Anjlok 4,88%, Intip Prediksi Arah dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/2)
| Selasa, 03 Februari 2026 | 04:45 WIB

IHSG Anjlok 4,88%, Intip Prediksi Arah dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/2)

IHSG kehilangan 406 poin dalam sehari, akumulasi penurunan mingguan mencapai 11,73%. Cari tahu penyebab dan proyeksi selanjutnya.

Bank Hati-Hati Mengkaji Aturan Baru Free Float
| Selasa, 03 Februari 2026 | 04:40 WIB

Bank Hati-Hati Mengkaji Aturan Baru Free Float

20 bank terancam wajib lepas saham pengendali imbas aturan free float OJK. Peluang investor ritel makin besar! Cek daftarnya sekarang.

INDEKS BERITA