Uji Efisiensi MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Uji Efisiensi MBG
[ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (KONTAN/Praksa Partajaya)]
Barratut Taqiyyah Rafie | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menyedot anggaran negara dalam jumlah besar. Oleh karenanya, pelaksanaannya tak cukup hanya mengejar jumlah penerima manfaat. Tata kelola, ketepatan sasaran, dan efisiensi anggaran harus menjadi perhatian utama, apalagi ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. 

Realisasi defisit APBN hingga September 2026 tercatat Rp 319 triliun atau 1,24% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah memperkirakan defisit hingga akhir tahun mencapai sekitar 2,8% PDB. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengendalian belanja agar ruang fiskal tetap terjaga. 

Klaim Kepala BGN Sudaryono bahwa efisiensi anggaran mencapai Rp 44 triliun dalam 100 hari kepemimpinannya patut dicermati. Dari alokasi Rp 268 triliun, BGN menyebut kebutuhan anggaran 2026 cukup Rp 229 triliun. Sebelumnya, alokasi tersebut juga telah disesuaikan dari rencana awal 

Rp 335 triliun. Pembenahan lainnya mencakup perubahan insentif dapur dari Rp 6 juta per dapur per hari menjadi Rp 2.000 per porsi, pembatasan biaya operasional maksimal Rp 3.000 per porsi, penertiban rekening virtual account, hingga pembatalan pengadaan lampu LED senilai Rp 535,3 miliar.

Namun, klaim efisiensi tersebut perlu disertai rincian perhitungan yang transparan. Publik perlu mengetahui berapa anggaran yang benar-benar dikembalikan ke kas negara, berapa belanja yang dibatalkan, dan berapa penghematan operasional yang masih berupa proyeksi. 

Efisiensi MBG juga tidak boleh berhenti pada angka penghematan. Tujuan utama program ini adalah memperbaiki pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Pemangkasan harus menyasar pemborosan, bukan mengorbankan kualitas makanan, keamanan pangan, atau ketepatan distribusi.

Di tengah tekanan fiskal, pemerintah juga perlu mengevaluasi belanja administratif kementerian dan lembaga yang kurang produktif. Beban penyesuaian anggaran semestinya tidak hanya bertumpu pada satu program atau mengorbankan belanja yang langsung menyentuh masyarakat.

BGN perlu membuktikan klaim efisiensi Rp 44 triliun melalui data terperinci yang dapat diaudit. Sebab, keberhasilan MBG bukan ditentukan oleh besarnya anggaran yang dipangkas, melainkan oleh manfaat nyata yang dihasilkan dari setiap rupiah uang rakyat.

Bagikan

Berita Terbaru

Dibayangi Krisis Kepercayaan, IHSG Masih Rentan Terkoreksi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Dibayangi Krisis Kepercayaan, IHSG Masih Rentan Terkoreksi

Secara teknikal, IHSG kini berada di posisi rentan. Area 4.980 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. 

Kinerja Emiten Grup Astra Tidak Merata Hingga Kuartal III-2026
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Kinerja Emiten Grup Astra Tidak Merata Hingga Kuartal III-2026

 ASII mengalami tekanan di bisnis pertambangan dan alat berat serta beban non-berulang. Sementara UNTR terdampak pelemahan bisnis batubara.

Bank Pecut Kredit Agar Bisnis Tak Menciut
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Bank Pecut Kredit Agar Bisnis Tak Menciut

Bank membidik pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 dengan mengandalkan kredit korporasi.                

Bank Tetap Jaga Pencadangan Kredit
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Bank Tetap Jaga Pencadangan Kredit

Saat beberapa bank mulai menekan biaya risiko kredit, sebagian bank yang lain justru harus menambah pencadangan.

Laba Bank Swasta Melambat
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Laba Bank Swasta Melambat

Hingga kuartal III-2026, sejumlah bank masih menghadapi tekanan pendapatan bunga, sehingga penghematan biaya dana belum cukup mengerek keuntungan.

Yield Obligasi Korporasi Dibayangi SBN
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Yield Obligasi Korporasi Dibayangi SBN

Stabilitas rupiah, arus modal dan yield SBN jadi penentu tren imbal hasil obligasi korporasi ke depannya

Membenahi Tata Kelola Lingkungan Korporasi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:18 WIB

Membenahi Tata Kelola Lingkungan Korporasi

Pemerintah Singapura memanggil10 perusahaan yang diduga terkait karhutla di Indonesia yang menyebabkan kabut asap lintas negara.

Uji Efisiensi MBG
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Uji Efisiensi MBG

Di tengah tekanan fiskal, pemerintah juga perlu mengevaluasi belanja administratif kementerian dan lembaga yang kurang produktif.

Kinerja AKR Corpindo Tbk (AKRA) Ditopang JIIPE dan Lini Distribusi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kinerja AKR Corpindo Tbk (AKRA) Ditopang JIIPE dan Lini Distribusi

Pemulihan margin bisnis distribusi di kuartal III-2026 memperkuat prospek pertumbuhan kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 

Tingkat Kepercayaan Industri Menguat
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Tingkat Kepercayaan Industri Menguat

IKI Oktober 2026 tercatat di 53,77. Angka ini menunjukkan sektor industri ada pada posisi ekspansi yang kuat. 

INDEKS BERITA

Terpopuler