Untuk Kelola Risiko Default, Otoritas Pasar Modal China Utamakan Upaya Pencegahan

Sabtu, 19 Februari 2022 | 18:58 WIB
Untuk Kelola Risiko Default, Otoritas Pasar Modal China Utamakan Upaya Pencegahan
[ILUSTRASI. Evergrande Cultural Tourism City, salah satu proyek milik Evergrande Group yang mangkrak, di Provinsi Jiangsu, China. 22 Okober 2021. REUTERS/Xihao Jiang ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Otoritas di pasar modal China akan memprioritaskan upaya pencegahan dan penyelesaian risiko gagal bayar obligasi, demikian ringkasan dari hasil pertemuan yang diunggah di situs webnya pada Sabtu (19/7). Komisi Pengaturan Sekuritas China (CSRC) juga akan memperdalam reformasi penerbitan obligasi dan memperkuat regulasi.

CSRC meminta emiten agar mengutamakan keterbukaan dan transparansi. Otoritas juga berniat memperdalam reformasi pada sistem pendaftaran untuk penerbitan obligasi, demikian ringkasan dari hasil Konferensi Kerja Pengawasan Obligasi Komisi 2022 yang berlangsung pada Jumat.

Ringkasan tersebut tidak memberikan rincian tentang langkah-langkah spesifik yang akan diambil Komisi.

Baca Juga: Menteri Keuangan G20 Berkomitmen untuk Berlakukan Aturan Pajak Global Pajak di 2023

CSRC akan meningkatkan mekanisme regulasi, dan melayani perkembangan ekonomi riil dan implementasi strategi nasional dengan lebih baik, kata ringkasan tersebut.

Lingkungan internal dan eksternal China saat ini kompleks dan parah, tetapi kemajuan ekonomi negara yang stabil dan tren pembangunan jangka panjangnya tidak berubah, kata CSRC.

Fitch Ratings mengatakan pada akhir Januari menyatakan mereka memperkirakan tingkat default obligasi korporasi China akan meningkat pada 2022. Pendorongnya adalah pengembang properti swasta.

Pernah menjadi sektor ekonomi swasta yang paling bebas, pengembang China tertekan berbagai pengetatan aturan pendanaan.

Bagikan

Berita Terbaru

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda
| Selasa, 03 November 2026 | 08:05 WIB

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)
| Selasa, 03 November 2026 | 07:55 WIB

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) siap mengoperasikan pabrik CA-EDC di Cilegon pada semester II-2027

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas
| Selasa, 03 November 2026 | 07:21 WIB

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas

Kemampuan CMRY mempertahankan pertumbuhan volume penjualan sekaligus meningkatkan efisiensi akan menjadi penentu keberlanjutan kinerjanya.

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:10 WIB

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?

Afiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo dapat menjadi katalis positif dari sisi jaringan bisnis hingga dukungan pengembangan usaha.

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:00 WIB

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?

Potensi yield dividen yang tinggi memang menggiurkan. Tetapi, risiko likuiditas, penurunan harga, dan evaluasi saham HSC perlu dipertimbangkan.

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:58 WIB

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja

Tiga emiten Grup Merdeka kompak mencatatkan penguatan kinerja operasional sepanjang kuartal III-2026. 

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo
| Selasa, 03 November 2026 | 06:56 WIB

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo

Hingga akhir kuartal III-2026, mayoritas kinerja keuangan emiten pengembang properti masih kurang maksimal

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:53 WIB

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih menghadapi tantangan berupa tingginya beban keuangan dan keterbatasan arus kas operasi.

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 06:52 WIB

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)

Investor perlu mewaspadai potensi pembalikan arah di tengah implementasi kebijakan BEI terkait saham HSC. 

INDEKS BERITA

Terpopuler