Untuk Kelola Risiko Default, Otoritas Pasar Modal China Utamakan Upaya Pencegahan
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Otoritas di pasar modal China akan memprioritaskan upaya pencegahan dan penyelesaian risiko gagal bayar obligasi, demikian ringkasan dari hasil pertemuan yang diunggah di situs webnya pada Sabtu (19/7). Komisi Pengaturan Sekuritas China (CSRC) juga akan memperdalam reformasi penerbitan obligasi dan memperkuat regulasi.
CSRC meminta emiten agar mengutamakan keterbukaan dan transparansi. Otoritas juga berniat memperdalam reformasi pada sistem pendaftaran untuk penerbitan obligasi, demikian ringkasan dari hasil Konferensi Kerja Pengawasan Obligasi Komisi 2022 yang berlangsung pada Jumat.
Ringkasan tersebut tidak memberikan rincian tentang langkah-langkah spesifik yang akan diambil Komisi.
Baca Juga: Menteri Keuangan G20 Berkomitmen untuk Berlakukan Aturan Pajak Global Pajak di 2023
CSRC akan meningkatkan mekanisme regulasi, dan melayani perkembangan ekonomi riil dan implementasi strategi nasional dengan lebih baik, kata ringkasan tersebut.
Lingkungan internal dan eksternal China saat ini kompleks dan parah, tetapi kemajuan ekonomi negara yang stabil dan tren pembangunan jangka panjangnya tidak berubah, kata CSRC.
Fitch Ratings mengatakan pada akhir Januari menyatakan mereka memperkirakan tingkat default obligasi korporasi China akan meningkat pada 2022. Pendorongnya adalah pengembang properti swasta.
Pernah menjadi sektor ekonomi swasta yang paling bebas, pengembang China tertekan berbagai pengetatan aturan pendanaan.
