Upah Riil Buruh

Jumat, 26 Desember 2025 | 06:05 WIB
Upah Riil Buruh
[ILUSTRASI. TAJUK - Havid Febri (KONTAN/Steve GA)]
Havid Vebri | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 36 provinsi telah mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) 2026. Pengumuman UMP 2026 sendiri ditetapkan selambat-lambatnya pada Rabu (24/12) kemarin. Penetapan UMP 2026 ini berdasarkan perhitungan dalam Peraturan Pemerintah No. 49/2025 soal Pengupahan. 

Dalam beleid tersebut, formula kenaikan upah tetap memperhitungkan inflasi ditambah komponen pertumbuhan ekonomi yang dikalikan indeks alfa. Adapun, indeks alfa dinaikkan dari 0,1—0,3 menjadi 0,5—0,9, sehingga UMP 2026 berpotensi melonjak lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. 

Faktanya, rata-rata kenaikan di provinsi berada di level 6%-7%, lebih tinggi dari inflasi nasional. Namun demikian, buruh tetap kompak menyebut kenaikan UMP 2026 masih di bawah standar hidup layak. 

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, menyebut ketetapan itu masih jauh dari harapan buruh. Ia mencontohkan UMP di DKI Jakarta. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, biaya hidup keluarga di DKI Jakarta Rp 14 juta per bulan. Sementara data Kementerian Ketenagakerjaan, biaya hidup di DKI Jakarta Rp 5,8 juta per bulan.

Pemprov DKI sendiri menetapkan UMP 2026 Rp 5.729.876. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bilang, UMP ini naik 6,17% atau Rp 333.115. Pramono menyebut, nilai alpha yang digunakan adalah 0,75.  

Mirah mengakui, kenaikan UMP DKI sudah di atas inflasi. Namun, belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil buruh. Menurutnya, formula penghitungan dengan indeks alfa 0,75 masih lebih menekankan aspek makro ekonomi, sementara kondisi riil di lapangan menunjukkan biaya hidup buruh di Jakarta meningkat jauh lebih tinggi. 

Protes buruh ini tidak berlebihan. Hasil sejumlah kajian menunjukkan kenaikan upah belum mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2025 bertajuk Digital Foundations for Growth, Bank Dunia menilai stabilitas perekonomian Indonesia belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesejahteraan tenaga kerja. 

Bank Dunia bahkan mencatat upah riil turun rata-rata 1,1% per tahun pada periode 2018–2024. BPS mendefinisikan upah riil sebagai gambaran daya beli dari pendapatan yang diterima pekerja. Penurunan upah riil itu dipengaruhi inflasi tinggi dan upah yang stagnan. Dua hal itu berkontribusi terhadap kemampuan daya beli masyarakat yang terus menurun belakangan ini.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Jelang Pertemuan Fed, Dolar AS Melemah
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Jelang Pertemuan Fed, Dolar AS Melemah

Pelaku pasar juga tengah menantikan laporan indeks harga personal consumption expenditures (PCE) terbaru yang akan dirilis pekan depan. 

Wajib Halal Mundur hingga Oktober 2028
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:54 WIB

Wajib Halal Mundur hingga Oktober 2028

Pelaku IKM diminta terus menyiapkan sertifikasi halal meskipun kewajiban sertifikasi halal mundur dua tahun hingga Oktober 2028.

Langkah AADI Buyback Rp 5 Triliun: Mampukah Menahan Tekanan Jual Investor Asing?
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:48 WIB

Langkah AADI Buyback Rp 5 Triliun: Mampukah Menahan Tekanan Jual Investor Asing?

Buyback dapat memberikan dorongan positif dalam jangka pendek, tetapi keberlanjutannya bergantung pada fundamental dan pemulihan sentimen pasar.

Pelabuhan Ramai, Bisnis Truk SMDR Melaju
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:47 WIB

Pelabuhan Ramai, Bisnis Truk SMDR Melaju

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turut kecipratan permintaan untuk transportasi darat dari ramainya aktivitas pelabuhan.

Jaga Margin, AVIA Kerek Harga Jual
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:43 WIB

Jaga Margin, AVIA Kerek Harga Jual

PT Avia Avian Tbk (AVIA) melakukan penyesuaian harga dan mengandalkan bisnis terintegrasi untuk menjaga kinerja keuangan.

Premi Asuransi Kendaraan Tancap Gas
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Premi Asuransi Kendaraan Tancap Gas

Premi asuransi kendaraan berpotensi tumbuh 6%-7%.                                                        

Harga Saham PTBA dan PGAS Solid, Saat Emiten BUMN Energi Lainnya Tertekan
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:29 WIB

Harga Saham PTBA dan PGAS Solid, Saat Emiten BUMN Energi Lainnya Tertekan

PTBA dan PGAS juga dinilai memiliki fundamental keuangan yang kuat, konsisten mencetak laba, serta rutin membagikan dividen setiap tahun.

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Terjebak di 5% dan Ilusi Target Pertumbuhan
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:28 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Terjebak di 5% dan Ilusi Target Pertumbuhan

Target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 ibarat pungguk merindukan bulan jika penyakit kronis ekonomi domestik tidak disembuhkan.

Kepemilikan Bank di Surat Berharga Terus Meningkat
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Kepemilikan Bank di Surat Berharga Terus Meningkat

​Kepemilikan di SBN terus meningkat di tengah perlambatan DPK. Nilainya mencapai Rp 1.242 triliun per 16 Oktober 2026, naik 7,71% dalam sebulan.

Strategi Bank Memacu Pertumbuhan Bisnis Cash Management
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Strategi Bank Memacu Pertumbuhan Bisnis Cash Management

ChatGPT said:Perbankan kian agresif menggarap bisnis cash management untuk mendongkrak dana murah dan pendapatan komisi 

INDEKS BERITA