Berita

Utang dan Hot Money Topang Cadangan Devisa

Jumat, 08 November 2019 | 09:59 WIB
Utang dan Hot Money Topang Cadangan Devisa

ILUSTRASI. Cadangan Devisa Naik ----- Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/4). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 meningkat menjadi USD 126,7 miliar. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/08/04/2019

Meski cadangan devisa naik, Josua mengingatkan, pemerintah harus tetap mewaspadai kemungkinan cadangan devisa berkurang akibat risiko turbulensi global. Situasi ini bisa memicu keluarnya dana asing, dan menggerus lagi posisi cadangan devisa Indonesia.

Oleh karena itu, Josua berharap, pemerintah memberikan fundamental yang kuat sebagai sumber utama pemasukan cadangan devisa. Misalnya, dalam jangka pendek, pemerintah lebih serius mendorong pengembangan destinasi pariwisata prioritas.

Industri pariwisata memang paling ampuh dan relatif paling cepat memasok devisa. Sudah begitu, devisa pariwisata tidak menyebabkan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan atauĀ current account deficitĀ (CAD).

Baca Juga: Ekonom: Cadangan devisa butuh sokongan yang lebih kuat

Ketua Tax Center Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani juga sepakat bahwa, posisi cadangan devisa saat ini memang kurang ideal. Menurutnya, pemerintah perlu menggenjot ekspor atau setidaknya mencari substitusi impor agar cadangan devisa aman.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menyatakan bahwa minimnya pengeluaran valas yang signifikan oleh BI untuk biaya operasi moneter pengendalian kurs rupiah turut meningkatkan cadangan devisa pada Oktober. "Nilai tukar rupiah relatif stabil sepanjang tiga bulan terakhir," ujar dia.

Reporter: Grace Olivia, Vendi Yhulia Susanto
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
5.787,14
0.34%
-19,91
LQ45
941,68
0.02%
0,16
USD/IDR
13.893
0,22
EMAS
809.000
0,00%

Baca juga