Utang RI Naik Terbesar Untuk Bayar Utang

Senin, 23 Agustus 2021 | 08:20 WIB
Utang RI Naik Terbesar Untuk Bayar Utang
[ILUSTRASI. Faisal Batubara atau lebih dikenal sebagai Faisal Basri adalah ekonom dan politikus asal Indonesia. Foto/KONTAN/Djumyati Partawidjaja]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Ekonom Senior Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengkritik lonjakan utang negara selama pemerintahan Presiden Joko Widodo,  justru bukan untuk pembangunan infrastruktur.

Melihat hasil data Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa, belanja modal selama kurun waktu 2014-2019 hanya naik 21%. Peningkatan belanja terbesar ternyata untuk membayar bayar bunga utang sebesar 106%. Menyusul belanja barang naik 89% lalu belanja pegawai 54%, dan belanja sosial  naik sebesar 15%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Bisnis Maskapai Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
| Selasa, 08 September 2026 | 05:15 WIB

Bisnis Maskapai Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma terpaksa dibatalkan pada Senin (7/9).

Turun 2 Hari, Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Selasa (8/9)
| Selasa, 08 September 2026 | 04:50 WIB

Turun 2 Hari, Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Selasa (8/9)

IHSG mengakumulasi kenaikan 1,44% dalam sepekan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 23,44%.

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim
| Selasa, 08 September 2026 | 04:45 WIB

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim

Meski risiko klaim ikut terkerek, namun industri reasuransi domestik dinilai masih memiliki kemampuan memadai untuk menanggung risiko.

El Nino Menguji Kehadiran Negara
| Selasa, 08 September 2026 | 04:11 WIB

El Nino Menguji Kehadiran Negara

Krisis El Nino juga mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan terlalu bertumpu pada satu komoditas.

Pengusaha Keberatan Beban Baru
| Senin, 07 September 2026 | 22:37 WIB

Pengusaha Keberatan Beban Baru

Penerapan EPR berpotensi menaikkan harga produk, tetapi kenaikannya dianggap masih dalam batas keekonomian.

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal
| Senin, 07 September 2026 | 19:29 WIB

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal

Pengamat mengatakan, jika rendahnya tingkat sertifikasi tersebut berkaitan dengan persoalan dari hulu hingga hilir.

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
| Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000
| Senin, 07 September 2026 | 17:49 WIB

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000

Bitcoin bangkit pada Agustus dan sempat menembus level psikologis US$ 80.000. Namun, reli tersendat. Kehabisan tenaga, atau rehat sebelum reli?

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi
| Senin, 07 September 2026 | 10:18 WIB

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi

Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 137,8 basis poin (bps) naik dari sekitar 120 bps pada akhir 2025.​

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas
| Senin, 07 September 2026 | 08:52 WIB

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas

Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz serta potensi undersupply minyak pada 2026 membuka peluang bagi sejumlah saham migas

INDEKS BERITA

Terpopuler