Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB
Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
[ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi aset digital bitcoin kini mulai terlihat menarik dibandingkan dengan emas. Setidaknya begitulah hal yang disampaikan oleh laporan terbaru JPMorgan dalam laporan terbarunya.

Mengutip The Street, analis JPMorgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Dia menjelaskan rasio volatilitas bitcoin terhadap emas kini turun ke sekitar 1,5, level terendah sepanjang sejarah. Dengan demikian, Nikolaos berpendapat bahwa secara historis, bitcoin tidak lagi jauh lebih bergejolak dibanding emas.

"Lonjakan harga emas sejak Oktober 2025 lalu, ditambah meningkatnya volatilitas emas, justru membuat bitcoin terlihat lebih menarik dalam jangka panjang," urainya dikutip dalam The Street, Selasa (10/2).

Baca Juga: Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Dengan menggunakan kerangka ini, JPMorgan menghitung bahwa kapitalisasi pasar bitcoin bisa meningkat hingga menyiratkan harga sekitar US$ 266.000 per BTC, jika bitcoin mampu menyamai ukuran investasi emas sektor swasta, yang diperkirakan sekitar US$ 8 triliun (di luar cadangan bank sentral).

JPMorgan memang menegaskan bahwa target tersebut mustahil untuk dicapai tahun ini. Pihaknya lebih melihat akan masuk akal jika memasangnya untuk jangka panjang.

"Target itu dinilai lebih masuk akal dalam jangka panjang, jika sentimen negatif mereda dan bitcoin kembali dipandang sebagai lindung nilai terhadap skenario ekonomi ekstrem," kata Calvin kepada Kontan, Selasa (10/2).



Di sudut lain, kinerja bitcoin masih melanjutkan pelemahannya. Saat ini bitcoin diperdagangkan di level sekitar US$ 69.000, melanjutkan pelemahan yang tercetak sejak pertengahan Januari 2026. Posisi bitcoin yang awalnya masih berada di kisaran US$ 75.000, secara gradual terus menemui pelemahannya, yakni ke level US$ 72.000, lalu ke posisi US$ 70.000, dan kini di level US$ 69.000.

Melihat pandangan analis JPMorgan tersebut, CEO Tokocrypto Calvin Kizana memberikan tanggapan bahwa JPMorgan memang mencatat bahwa volatilitas relatif bitcoin telah menyempit terhadap emas.

"Dari sudut pandang risk-adjusted return hal ini membuat bitcoin lebih menarik dibandingkan emas dalam perbandingan aset jangka panjang," imbuh Calvin.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bisnis Redup, Asuransi Umum Tak Pasang Target Muluk
| Minggu, 06 September 2026 | 05:50 WIB

Bisnis Redup, Asuransi Umum Tak Pasang Target Muluk

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi yang dikantongi pelaku industri menyusut 1,6% menjadi Rp 61,25 triliun.

Hubungan Tepung Singkong dan Api
| Minggu, 06 September 2026 | 05:30 WIB

Hubungan Tepung Singkong dan Api

​Yang menjadi pertanyaan, tepung singkong manakah yang akan digunakan sebagai pemadam api dalam menanggulangi kebakaran hutan? 

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:45 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026

Dari total kontrak baru, sekitar Rp 5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation dan Rp 2,99 triliun berasal dari proyek joint operation.​

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:41 WIB

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tengah melakukan negosiasi untuk mengambil alih PT Singaraja Putra Tbk (SINI). 

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:37 WIB

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mendapatkan fasilitas kredit bernilai jumbo dari perbankan​.

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi tipis di kisaran US$ 90 per barel pada Jumat (4/9).

Menuju Pasar Modal Efisien
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:10 WIB

Menuju Pasar Modal Efisien

Hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi momentum reformasi struktur pasar modal Indonesia.​

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut

Terlihat dari jumlah rekening paylater hingga outstanding pinjaman online yang melonjak cukup signifikan pada periode Juni kemarin.

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini

Spekulasi kenaikan suku bunga di AS serta masuknya arus modal asing ke pasar domestik menyokong rupiah

Belum Diberlakukan, Target Sudah Dipangkas
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:52 WIB

Belum Diberlakukan, Target Sudah Dipangkas

Pemerintah memasang target cukai minuman berpemanis dalam kemasan Rp 1,6 triliun di 2027.                

INDEKS BERITA