Volume Penjualan Mobil Belum Bisa Menanjak

Sabtu, 20 April 2019 | 12:44 WIB
Volume Penjualan Mobil Belum Bisa Menanjak
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif nasional sedang lesu. Selama tiga bulan pertama di tahun ini, penjualan kendaraan roda empat di Indonesia kurang menderu.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, volume penjualan selama kuartal pertama tahun ini sebanyak 253.863 unit. Jumlah itu menyusut 13,10% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang mencapai 292.031 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengemukakan, penurunan penjualan akibat permintaan yang memang sedang melemah. "Kemungkinan karena pertumbuhan ekonomi yang agak menurun," ungkap dia ketika dihubungi KONTAN, Kamis (18/4).

Alasan lainnya, konsumen otomotif masih wait and see menyikapi perhelatan pesta demokrasi lima tahunan secara serentak, yakni pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden.

Jika melihat penjualan dari diler ke pelanggan (ritel), rata-rata volume penjualan mobil memang menurun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Misalnya kinerja Grup Astra. Penjualan mobil dengan merek Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Peugeot mencapai 134.287 unit. Angka itu melemah 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 141.502 unit. Meski demikian, pangsa pasar Astra saat ini masih mendominasi yakni sebesar 53% dari market share nasional.

Khusus bulan Maret tahun ini, penjualan Grup Astra mencapai 90.189 unit atau turun 11,80% dibandingkan Maret tahun lalu yang mencapai 102.258 unit.

Di segmen mobil murah ramah lingkungan alias low cost green car (LCGC), penjualan Grup Astra mencapai 36.938 unit. Angka ini menyusut 11,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 41.847 unit. Namun Astra masih menguasai pasar LCGC, yakni sebesar 71%.

Anak usaha Grup Astra, PT Toyota Astra Motor (TAM) optimistis masih bisa mempertahankan market share hingga akhir tahun ini, yaitu di atas 30%. Sedangkan saat ini pangsa pasar Toyota 30,4% atau mengukuhkan diri menjadi market leader otomotif nasional.

Jongkie memproyeksikan, tren penurunan penjualan otomotif masih akan terjadi di kuartal II-2019 lantaran banyak hari libur seperti puasa dan lebaran. Pengusaha berharap penjualan akan meningkat lagi mulai Juli 2019.

Gaikindo menargetkan, penjualan mobil di sepanjang 2019 mencapai 1,1 juta unit. Target itu diyakini bisa tercapai mengingat di musim lesu saja penjualan ritel mobil masih di angka 260.000 unit. "Penjualan kuartal I jika dikalikan empat tetap akan mencapai satu juta unit lebih," ungkap dia.

Bagikan

Berita Terbaru

DSSA Masih Diburu dan Bertahan di Atas Rp 1.000, Minat Investor Asing Belum Luntur
| Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:00 WIB

DSSA Masih Diburu dan Bertahan di Atas Rp 1.000, Minat Investor Asing Belum Luntur

Net foreign buy menunjukkan sebagian investor asing melihat cerita spesifik DSSA lebih penting daripada statusnya di indeks MSCI.

Simak Prospek TLKM yang Kantongi 17 Rekomendasi Beli Sejak Awal Agustus 2026
| Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Simak Prospek TLKM yang Kantongi 17 Rekomendasi Beli Sejak Awal Agustus 2026

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana melepas tiga hingga empat anak usaha yang masih merugi sebelum akhir 2026.

Menakar Dampak Kehadiran Sandiaga Uno Sebagai Komisaris Utama Terhadap Prospek MUTU
| Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Menakar Dampak Kehadiran Sandiaga Uno Sebagai Komisaris Utama Terhadap Prospek MUTU

Nilai tambah kehadiran Sandiaga Uno lebih mungkin muncul melalui jaringan, strategic partnership, dan akses ke ekosistem investasi.

Asing Rotasi di Bank BUMN, BBRI Jadi Pilihan, BMRI Tertekan
| Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Asing Rotasi di Bank BUMN, BBRI Jadi Pilihan, BMRI Tertekan

Menurut analis BBRI dan BBNI relatif menarik karena valuasinya masih kompetitif dengan prospek pertumbuhan kredit dan laba yang solid.

Peta Persaingan Berubah, Konsolidasi serta Ekspansi Fiber Jadi Andalan Emiten Menara
| Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:42 WIB

Peta Persaingan Berubah, Konsolidasi serta Ekspansi Fiber Jadi Andalan Emiten Menara

Entitas gabungan MTEL dan TBIG akan memiliki valuasi sekitar Rp 90 triliun hingga Rp 93 triliun, jauh lebih besar dibandingkan skala milik TOWR.

Profil Swayasa Prakarsa (SWAP), Perusahaan Riset UGM yang Bakal Melantai di BEI
| Senin, 24 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Profil Swayasa Prakarsa (SWAP), Perusahaan Riset UGM yang Bakal Melantai di BEI

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) masih mengalami kerugian meskipun nilainya menyusut, diiringi pendapatan yang tumbuh positif.

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026

Perbaikan kinerja emiten semen berlangsung di tengah kondisi kelebihan pasokan yang masih menghantui.

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue

Saat ini ada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana menggelar aksi korporasi rights issue.

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)

Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta perkembangan sentimen eksternal. 

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah

Kehadiran IBMA bisa meningkatkan permintaan emas karena akses masyarakat dam institusi terhadap logam mulia ini semakin luas.

INDEKS BERITA

Terpopuler