Wah, Dua Perusahaan Ini Mengincar 3.000 Menara Milik Indosat

Selasa, 20 Agustus 2019 | 05:35 WIB
Wah, Dua Perusahaan Ini Mengincar 3.000 Menara Milik Indosat
[ILUSTRASI. Teknisi Melakukan Perawatan Menara Indosat]
Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Nur Qolbi, Titis Nurdiana | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peminat menara PT Indosat Tbk (ISAT) mulai berdatangan. S

udah ada dua perusahaan yang konon tertarik membeli 3.000 menara milik Indosat.

Group Head Corporate Communications ISAT Turina Farouk mengatakan, penjualan aset menara merupakan salah satu opsi pendanaan bagi Indosat.

"Namun, saat ini, opsi tersebut masih sedang dalam kajian," ujar dia tanpa menyebut detail.

Salah satu peminat menara Indosat adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Namun, rencana ini tidak dilakukan sendiri. Telkom akan mengutus anak usahanya di bidang menara, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel

Direktur Keuangan Telkom Harry Mozarta Zen menambahkan, nantinya 3.000 menara telekomunikasi juga akan menjadi aset Mitratel.

Baca Juga: Konsolidasi Operator Seluler Jalan di Tempat

Anak usaha Telkom ini memang berbisnis di bidang penyediaan menara pemancar telekomunikasi dan infrastruktur bagi beberapa operator telekomunikasi di Indonesia.

Menurut Harry, saat ini Mitratel memiliki 12.000-13.000 menara.

Mengenai nilai, Harry enggan menjelaskan lebih lanjut.

"Ada confidential agreement dengan pihak penjual. Jadi, tidak ada yang bisa saya sampaikan lebih dari itu," kata dia Senin (19/8).

Selain TLKM, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dikabarkan akan ikut dalam lelang tersebut. Wakil Direktur Sarana Menara Adam Ghifari bilang, setiap hari selalu berdiskusi dengan semua operator.

Tapi mengenai akuisisi dia belum mau berkomentar.

Sebelumnya DealStreet Asia menulis, nilai penjualan menara ISAT US$ 300 juta setara Rp 4,27 triliun (kurs Rp 14.227 per dollar AS).

Indosat menetapkan harga penjualan rata-rata US$ 100.000US$ 200.000 per unit menara.

Kisaran harga ini tergantung lokasi, masa sewa dan lain. Yang pasti, Indosat masih akan jadi penyewa.

Baca Juga: Di Antara Saham TLKM, EXCL, dan ISAT, Ini Rekomendasi Analis

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Peluang Solana Menembus Level US$ 200/SOL pada Kuartal Pertama 2026
| Jumat, 09 Januari 2026 | 09:43 WIB

Menakar Peluang Solana Menembus Level US$ 200/SOL pada Kuartal Pertama 2026

Untuk mencapai harga US$ 200, Solana perlu mengalami kenaikan lebih dari 45 persen dari kisaran harga saat ini.

Dirut MKNT: Kami Tidak Ada Pinjaman Bank, Menarik Investor yang Mau Backdoor Listing
| Jumat, 09 Januari 2026 | 09:05 WIB

Dirut MKNT: Kami Tidak Ada Pinjaman Bank, Menarik Investor yang Mau Backdoor Listing

Backdoor listing perusahaan baja dan tambak udang jadi jalan ninja demi selamatkan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT).

Rekor Baru Saham RAJA, PTRO & IMPC, Sentuhan MSCI dan Dividen bisa Jaga Nafas Reli?
| Jumat, 09 Januari 2026 | 08:29 WIB

Rekor Baru Saham RAJA, PTRO & IMPC, Sentuhan MSCI dan Dividen bisa Jaga Nafas Reli?

Simak rekomendasi analis, target harga, dan prospek ekspansi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Menakar Prospek Saham Batubara di Tengah Ambisi Hilirisasi DME, PTBA Diuntungkan
| Jumat, 09 Januari 2026 | 08:12 WIB

Menakar Prospek Saham Batubara di Tengah Ambisi Hilirisasi DME, PTBA Diuntungkan

Tanpa struktur pendanaan yang sehat dan dukungan kebijakan harga yang jelas, proyek hilirisasi batubara berisiko menekan profitabilitas emiten.

Strategi Ekspansi MIDI 2026 Bidik Pertumbuhan di Luar Jawa Lewat Penetrasi 200 Gerai
| Jumat, 09 Januari 2026 | 07:50 WIB

Strategi Ekspansi MIDI 2026 Bidik Pertumbuhan di Luar Jawa Lewat Penetrasi 200 Gerai

Ekspansi di luar Jawa menawarkan keunggulan berupa biaya operasional yang lebih rendah dan tingkat persaingan yang relatif lebih longgar.

Harga Timah US$ 44.000-an, TINS Siap Melaju Kencang di Tahun 2026
| Jumat, 09 Januari 2026 | 07:18 WIB

Harga Timah US$ 44.000-an, TINS Siap Melaju Kencang di Tahun 2026

Harga timah dunia tembus US$42.450–44.500/ton awal 2026 dorong saham TINS naik 9,97% sepekan. Analis rekomendasi buy dengan target Hingga Rp 4.200

Pasar CPO Tersulut Sentimen La Nina, Mandat B50 Jadi Amunisi Baru Saham BWPT
| Jumat, 09 Januari 2026 | 07:14 WIB

Pasar CPO Tersulut Sentimen La Nina, Mandat B50 Jadi Amunisi Baru Saham BWPT

Kombinasi antara tekanan pasokan dan potensi lonjakan permintaan membuat pasar CPO kini berada dalam fase yang patut dicermati.

Sebelum Berlibur Akhir Pekan Lagi, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (9/1)
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:59 WIB

Sebelum Berlibur Akhir Pekan Lagi, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (9/1)

Kemarin, IHSG mengalami tekanan jual dan aksi profit taking setelah reli signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Dapat Persetujuan RUPSLB, RISE Genjot Modal dan Bagi Saham Bonus
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:49 WIB

Dapat Persetujuan RUPSLB, RISE Genjot Modal dan Bagi Saham Bonus

RUPSLB PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menyetujui peningkatan modal dasar dan pembagian saham bonus kepada pemegang saham.​

Target Produksi Emas Tinggi, Kinerja Bumi Resources Minerals (BRMS) Bisa Mendaki
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:45 WIB

Target Produksi Emas Tinggi, Kinerja Bumi Resources Minerals (BRMS) Bisa Mendaki

Di 2026, BRMS menargetkan produksi emas 80.000 ons troi. Ini lebih tinggi dari proyeksi produksi tahun 2025 di kisaran 68.000-72.000 ons troi. 

INDEKS BERITA

Terpopuler