Wall Street Melanjutkan Kenaikan, Tanda-Tanda Perdamaian AS-China Kian Nyata

Sabtu, 19 Januari 2019 | 04:41 WIB
Wall Street Melanjutkan Kenaikan, Tanda-Tanda Perdamaian AS-China Kian Nyata
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham AS naik pada hari Jumat seiring meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat dan China akan menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.

Wall Street bergerak lebih tinggi setelah laporan Bloomberg mengatakan China berusaha meningkatkan impor barang tahunan dari Amerika Serikat dengan nilai gabungan lebih dari US$ 1 triliun untuk mengurangi surplus perdagangannya menjadi nol pada tahun 2024.

Berita itu menyusul laporan pada hari Kamis bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sedang mempertimbangkan untuk mengangkat sebagian atau semua tarif yang dikenakan terhadap impor Tiongkok. Seorang juru bicara Departemen Keuangan membantah Mnuchin telah membuat rekomendasi semacam itu.

Dengan kenaikan semalam waktu New York, berarti tiga indeks utama di Wall Street sedang menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Reli yang kuat pada bulan Januari telah menempatkan indeks acuan S&P 500 di jalur kenaikan bulanan tertinggi sejak Maret 2016.

S&P 500 sekarang 9% di bawah rekor penutupan September 20. Sebelum ini S&P pernah turun hingga 19,8% dari bawah level itu atawa mendekati dekat ambang 20% yang biasanya dianggap mengkonfirmasi pasar bearish pada Malam Natal.

"Ini risk-on lagi," kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York. "Kita telah mendapatkan tanda-tanda perdamaian dari Tiongkok terkait perdagangan. Jelas ada reaksi yang sangat positif dari pasar."

Meski begitu, kata Ghriskey, volume perdagangan yang relatif ringan minggu ini menunjukkan bahwa beberapa investor masih menanti.

"Negosiasi perdagangan masih belum pasti, terlepas dari tanda-tanda perdamaian yang tampak," katanya.

Dow Jones Industrial Average naik 280,1 poin (1,15%) menjadi 24.650,2. S&P 500 naik 29,08 poin (1,10%) menjadi 2.665,04. Adapun Nasdaq Composite bertambah 57,63 poin (0,81%) menjadi 7.142,09.

Pasar saham AS akan ditutup pada hari Senin untuk liburan Martin Luther King Jr.

Sektor industri naik 1,7%, kenaikan terbesar di antara sektor utama S&P 500. Sektor semikonduktor Philadelphia SE naik 2,2%. Kedua kelompok saham ini peka terhadap perkembangan perdagangan.

Saham teknologi yang merupakan adalah pendorong terbesar S&P 500, naik 1,2%, sementara sektor utilitas defensif melambat.

Para analis telah menurunkan perkiraan tahunan pendapatan kuartal keempat atas perusahaan-perusahaan S&P 500 menjadi 14,2% tahun-ke-tahun dari 20,1% yang diperkirakan pada 1 Oktober, menurut data IBES dari Refinitiv.

Bagikan

Berita Terbaru

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:45 WIB

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar

Sejak awal tahun 2026, total net sell asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 12,97 triliun.

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:12 WIB

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk mendapatkan Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad untuk kontrak bagi hasil Cendramas.​

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:37 WIB

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi

Pembatasan kuota berpotensi menekan target volume penjualan bijih nikel emiten dalam jangka pendek. 

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026

Untuk mempertahankan dominasi pasar, ASII akan konsisten fokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI

Dampak dari aksi rebalancing MSCI kali ini adalah pergerakan dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI)​.

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga

Konsesi batubara eks KPC yang diserahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) berada di lahan yang sudah menjadi pemukiman dan 17.000 ha hutan sekunder. 

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel

Industri sudah mengantisipasi penurunan RKAB hingga 250 juta ton, sehingga penetapan RKAB oleh pemerintah masih sedikit di atas ekspektasi awal.

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:12 WIB

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka

Gorengan saham masih mungkin melalui pemegang saham di bawah 1%. Nominees account  dibuat sekecil mungkin, saya pernah bikin sampai 30 account.

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:00 WIB

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO

Kebijakan DMO dan RKAB menggeser narasi sektor batubara, dari yang sebelumnya bertumpu pada volatilitas harga global yang liar.

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)
| Kamis, 12 Februari 2026 | 08:49 WIB

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)

Investor disarankan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid. Khususnya undervalued  dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler