Waran Terstruktur ADRODRCM3A Ramai Peminat, UNVRDRCM3A Sepi Tapi Performa Positif

Minggu, 25 September 2022 | 18:51 WIB
Waran Terstruktur ADRODRCM3A Ramai Peminat, UNVRDRCM3A Sepi Tapi Performa Positif
[ILUSTRASI. Dari tiga seri waran terstruktur RHB Sekuritas, kinerja BBRIDRCM3A di pekan pertama paling jelek.. KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga seri waran terstruktur yang dirilis PT RHB Sekuritas telah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Senin (19/9) lalu. 

Waran terstruktur dengan aset dasar saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), ADRODRCM3A, bisa dibilang cukup sukses diminati investor. Harganya juga naik cukup kencang. Sementara waran terstruktur UNVRDRCM3A tampak kurang diminati. 

Seperti diketahui, RHB Sekuritas telah menerbitkan tiga seri waran terstruktur. Ketiganya adalah ADRODRCM3A dengan underlying asset saham ADRO, BBRIDRCM3A dengan underyling asset saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan UNVRDRCM3A dengan underlying asset saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). 

Pada 15 September lalu, RHB Sekuritas mematok harga peluncuran ADRODRCM3A sebesar Rp 298 per unit. Harga BBRIDRCM3A ditetapkan sebesar Rp 342 per unit. Sementara untuk UNVRDRCM3A, harganya dipatok sebesar Rp 370 per unit. 

Sejak penawaran perdana, waran terstruktur seri ADRODRCM3A dan BBRIDRCM3A bisa dibilang ramai peminat. Sementara peminta UNVRDRCM3A tergolong sepi. 

Baca Juga: Sritex Bernapas Lega, Giliran Sriwahana Adityakarta (SWAT) Berjibaku Hadapi PKPU

Dari 10 juta unit waran terstruktur yang ditawarkan ke publik untuk masing-masing seri, jumlah waran terstruktur yang diserap di pasar perdana mencapai 9,961.400 untuk ADRODRCM3A dan sebanyak 9.957.800 untuk seri BBRIDRCM3A. Sementara jumlah waran terstruktur UNVRDRCM3A yang diserap saat peluncuran perdana hanya sebanyak 2.312.200 unit. 

Ketiga waran terstruktur yang dirilis perdana tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Senin (19/9) lalu. Untuk masing-masing seri, jumlah waran terstruktur yang dicatatkan sebanyak 30 juta unit. 

 

 

Hasilnya, peminat dan perdagangan ADRODRCM3A makin ramai. Pada akhir pekan lalu, Jumat (23/9), jumlah peredaran waran terstruktur ADRODRCM3A yang diperdagangkan di bursa mencapai 22.843.500 unit atau setara dengan 65,43% dari total waran terstruktur ADRODRCM3A yang dicatatkan. 

Sementara peredaran waran terstruktur BBRIDRCM3A tak seramai pada saat peluncuran perdana. Di akhir pekan lalu, jumlah peredaran waran terstruktur BBRIDRCM3A hanya bertambah menjadi 13.019.100 unit atau setara dengan 43,40% dari total yang dicatatkan. 

Peminat dan perdagangan waran terstruktur UNVRDRCM3A sejauh ini masih terbilang sepi. Hingga akhir pekan lalu, jumlah peredaran waran terstruktur UNVRDRCM3A yang diperdagangkan di bursa baru sebanyak 1.847.200 atau setara dengan 6,16% dari total yang dicatatkan. 

 

Peredaran Tiga Seri Waran Terstruktur yang Dirilis RHB Sekuritas
Kode WT Jumlah WT yang
Dicatatkan di BEI
Jumlah Peredaran WT
saat Penawaran Perdana
Jumlah Peredaran WT yang Diperdagangkan
di Bursa per 23 September 2022
ADRODRCM3A 30.000.000 9.961.400 22.843.500
BBRIDRCM3A 30.000.000 9.957.800 13.019.100
UNVRDRCM3A 30.000.000 2.312.200 1.847.200

 

Dari sisi pergerakan harga, waran terstruktur UNVRDRCM3A sebetulnya tidak bisa dibilang buruk. Di hari pertama perdagangan waran terstruktur pada Senin (19/9) lalu, harga UNVRDRCM3A ditutup di posisi Rp 370 per unit, sama dengan harga peluncuran. 

Di hari kedua, pada Selasa (20/9), harga UNVRDRCM3A berhasil naik 5,95% menjadi Rp 392 per unit. Pada saat itu, harga saham UNVR hanya naik 2,83% menjadi Rp 4.730 per saham. Di hari berikutnya, harga UNVRDRCM3A naik 4,08% sementara harga saham UNVR naik 1,69%. 

Akhir pekan lalu, UNVRDRCM3A ditutup di posisi Rp 402 per unit. Dengan demikian, dibandingkan harga peluncuran, harga UNVRDRCM3A sudah naik 8,65%. Sementara harga saham UNVR dalam sepekan terakhir naik 3,89%. 

 

 

Kinerja waran terstruktur BBRIDRCM3A justru tak lebih baik dibandingkan UNVRDRCM3A meskipun peminatnya lebih ramai. Diluncurkan di harga Rp 342 per unit, harga waran terstruktur BBRIDRCM3A di akhir pekan lalu, Jumat (23/9), berada di posisi Rp 330 per unit. 

Dengan demikian, dibandingkan harga peluncurannya, harga BBRIDRCM3A turun 3,51%. Sementara harga saham BBRI dalam sepekan terakhir tercatat melemah 0,44%.

 

 

Sementara itu, waran terstruktur ADRODRCM3A sempat mencatatkan lonjakan harga pada perdagangan Kamis (22/9) kemarin. Saat itu, harga ADRODRCM3A melejit 15,65% menjadi Rp 340 per unit sementara harga saham ADRO hanya naik 4,86%.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (23/9), harga ADRODRCM3A ditutup turun 3,53% menjadi Rp 328 per unit. Dengan demikian, dibandingkan harga peluncuran sebesar Rp 298 per unit, harga ADRODRCM3A naik sebesar 10,07%. Dalam sepekan terakhir, harga saham ADRO hanya naik sebesar 3,05%.

 

Pergerakan Harga Tiga Seri Waran Terstruktur Terbitan RHB   Sekuritas
Kode WT Harga Peluncuran WT
(Rp/unit)
Harga WT per 23/9
(Rp/unit)
Perubahan Harga WT
(%)
Harga Underlying (23/9)
(Rp/saham)
Perubahan Harga Underlying
Sepekan (%)
ADRODRCM3A 298 328 10,07 4.050 3,05%
BBRIDRCM3A 342 330 -3,51 4.480 -0,44%
UNVRDRCM3A 370 402 8,65 4.810 3,89%

 

Steinly Atmanagara, Head, Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, mengatakan, meski peminat UNVRDRCM3A tidak sebanyak seri lainnya, bukan berarti seri tersebut tidak menarik. Sebab, ramai atau sepinya peminat merupakan mekanisme pasar saja. 

"Bisa terlihat, walaupun UNVRDRCM3A tidak memiliki banyak peminat, namun harganya mampu menguat dari peluncuran di harga Rp 370 dan saat ini sudah di Rp 402," ujar Steinly. 

Steinly menegaskan, kenaikan maupun pelemahan harga waran terstruktur tidak hanya disebabkan olehi suplai dan permintaan saja. Namun, yang paling utama adalah harga saham dasarnya. 

"Jadi, kalau melihat waran terstruktur bukan dari jumlah unit beredar melainkan potensi pergerakan dari harga saham underlying-nya," imbuh Steinly. 

Baca Juga: Ini Dia Waran Terstruktur, Intsrumen Baru untuk Investor Jangka Pendek Bermodal Cekak

Nah, bagi Anda yang ingin berinvestasi di waran terstruktur, lihat lagi fundamental dan prospek saham yang jadi underlying waran terstruktur. Yang jelas, kenaikan harga saham induk akan berpotensi mendatangkan cuan yang lebih tinggi bagi pemegang waran terstruktur. Ini lantaran ada efek pengungkit alias effective gearing dalam perdagangan waran terstruktur. 

Yang dimaksud effective geraing adalah perkiraan persentase perubahan harga waran terstruktur relatif terhadap perubahan 1% harga aset dasar. Effective geraing ADRODRCM3A, misalnya sebesar 2,5 kali. Artinya, setiap saham ADRO bergerak 1%, maka harga ADRODRCM3A akan bergerak sekitar 2,5%. 

Namun, jangan lupa, peningkatan eksposur ini juga bekerja dua arah. Artinya, investor juga dihadapkan pada risiko kerugian yang lebih besar secara persentase dibanding membeli saham induknya. Meski demikian, kerugian akan terbatas pada harga waran terstruktur yang investor bayarkan. 

Bagikan

Berita Terbaru

Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Stok Beras Melimpah Tapi Harga Tetap Naik, Apa yang Terjadi?

BPS sebelumnya memperkirakan produksi beras Januari-November 2026 sekitar 32,34 juta ton, turun 2,82% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi

Integrasi akan menggabungkan jaringan finansial MUFG yang luas serta pengetahuan lokal yang dimiliki Bank Danamon.

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba

SMDR diuntungkan dengan berbagai perjanjian dagang bilateral antarnegara yang diteken Indonesia dengan sejumlah negara.

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga

Investasi US$ 200 juta ke HighPeak belum layak disebut sebagai game changer bagi laba ENRG dalam waktu dekat.

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE

Pasar saham Indonesia masih perlu katalis positif yang lebih kuat untuk membalikkan posisi arus dana asing

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot

Saham emiten ritel pengelola jaringan minimarket Alfamart ini telah terkoreksi sekitar 38,29% ke level Rp 1.225 per saham sejak awal tahun 2026.

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:18 WIB

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar

 PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp 268,71 miliar dari buku tahun 2026. ​

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan

Menilik imbal hasil investasi nstrumen SBN, saham dan dividen di tengah belum stabilnya kondisi makro ekonomi global serta era suku bunga tinggi.

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri

 Ketika bepergian ke luar negeri, penumpang tak perlu lagi repot mencari kartu SIM fisik di negara tujuan. Garuda sediakan eSIM.

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:54 WIB

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL ) mempercepat pembangunan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia. 

INDEKS BERITA

Terpopuler