Berita Market

Ini Dia Waran Terstruktur, Intsrumen Baru untuk Investor Jangka Pendek Bermodal Cekak

Selasa, 13 September 2022 | 22:10 WIB
Ini Dia Waran Terstruktur, Intsrumen Baru untuk Investor Jangka Pendek Bermodal Cekak

ILUSTRASI. RHB Sekuritas tengah menawarkan tiga seri produk waran terstruktur. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Kontan + Kompas.id : Rp 95.000 Hemat hingga 55%

Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor di bursa saham kini punya instrumen investasi baru untuk mengail cuan dalam jangka pendek. Namanya waran terstruktur. 

PT RHB Sekuritas menjadi perusahaan efek pertama yang menawarkan produk waran terstruktur. Ada tiga seri waran terstruktur yang RHB tawarkan sejak Selasa (12/9) kemarin.

Tiga seri produk waran terstruktur yang RHB tawarkan yakni ADRODRCM3A dengan underlying saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), BBRIDRCM3A dengan underlying saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan UNVRDRCM3A dengan underlying saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). 

Ketiganya merupakan waran terstruktur jenis call dengan rasio konversi 3:1. Masa berlaku waran terstruktur selama sembilan bulan dengan jatuh tempo pada 19 Juni 2023. Penyelesaian waran terstruktur ini akan dilakukan secara tunai.

Jumlah waran terstruktur yang dicatatkan di bursa untuk masing-masing seri sebanyak 30 juta unit. Dalam penawaran perdana ini, RHB menawarkan 10 juta unit untuk masing-masing seri waran terstruktur. Untuk memfasilitasi penyedia likuiditas, ada rencana penerbitan tambahan hingga 30 juta unit waran terstruktur untuk masing-masing seri. 

Waran terstruktur seri ADRODRCM3A ditawarkan dengan harga Rp 278-Rp 344 per unit. Harga pelaksanaan alias strike price waran terstruktur dengan underlying saham ADRO ini di rentang Rp 3.780-Rp 4.620 per saham. 

Untuk BBRIDRCM3A, harga penawaran di rentang Rp 278-Rp 342 per unit dengan harga pelaksanaan Rp 4.280-Rp 5.225 per saham. Sementara waran terstruktur UNVRDRCM3A ditawarkan dengan harga Rp 300-Rp 372 per unit dengan harga pelaksanaan Rp 4230-Rp 5.275 per saham. 

 

Jadwal Penawaran Waran Terstruktur RHB Sekuritas
Tanggal Efektif 01 September   2022
Masa Penawaran Umum 12 – 14 September 2022
Tanggal Penjatahan dan Penetapan Harga
     Penawaran
15 September 2022
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan 16 September 2022
Tanggal Distribusi Waran Terstruktur
     secara Elektronik
16 September 2022
Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek
     Indonesia
19 September 2022
Liquidity Provider PT RHB Sekuritas Indonesia

 

Penawaran ketiga seri tersebut telah dimulai sejak Senin (12/9) kemarin dan akan berakhir pada Rabu (14/9) siang. Penjatahan dan penetapan harga penawaran dijadwalkan pada 15 September 2022. Investor bisa membeli waran terstruktur di pasar perdana dengan dana minimal Rp 1 juta melalui RHB Sekuritas. 

Waran terstruktur tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 September 2022. Dengan demikian, investor bisa menggelar transaksi jual beli waran terstruktur melalui broker mana pun. 

Bukan tanpa alasan RHB Sekuritas menerbitkan produk waran terstruktur. Head, Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas Steinly Atmanagara mengatakan, investor di Indonesia ternyata tidak sekonservatif yang banyak orang bayangkan selama ini. Bahkan, tak sedikit investor yang memiliki risk appetite yang tinggi. Buktinya, perputaran duit di investasi kripto tahun lalu mencapai Rp 950 triliun. 

Sementara produk derivatif di Indonesia selama ini baru ada di bursa berjangka. Itu sebabnya, RHB menawarkan waran terstruktur yang bisa menjadi alternatif investasi bagi investor maupun menjadi sarana lindung nilai alias hedging

 

Apa itu waran terstruktur?

Apa sebetulnya waran terstruktur itu? Seperti diketahui, waran merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham emiten dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh emiten tersebut. 

Berbeda dengan waran biasa yang diterbitkan oleh emiten, waran terstruktur diterbitkan oleh perusahaan efek yang merupakan anggota bursa yang tidak memiliki afiliasi dengan saham yang menjadi aset dasar atau underlying dari waran terstruktur tersebut.

Waran terstruktur ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli maupun menjual suatu saham yang menjadi underlying pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.

Selain penerbitnya berbeda, penyelesaian waran terstruktur pada saat jatuh tempo juga berbeda dengan waran biasa. Pada waran biasa, metode penyelesaian dilakukan dalam bentuk saham.

Jadi, pemegang waran akan melakukan klaim untuk membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan. Sementara di waran terstruktur, penyelesaian dilakukan secara tunai. Pada saat waran terstruktur jatuh tempo, investor akan memperoleh pembayaran secara tunai.

Steinly mengatakan, waran terstruktur pada dasarnya merupakan kontrak opsi yang menggunakan gaya european style. Artinya, hak akan dilaksanakan saat jatuh tempo. Meski begitu, opsi tersebut bisa dipindahtangankan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Alhasil, sama halnya seperti saham, waran terstruktur bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Dengan demikian, bisa dibilang waran terstruktur merupakan produk hibrid. 

Ada dua jenis waran terstruktur, yakni waran terstruktur call dan waran terstruktur put. Waran tersetruktur jenis call memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham yang menjadi underlying di harga pelaksanaan pada tanggal yang telah ditetapkan.

Sebaliknya, waran terstruktur jenis put memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual saham yang menjadi underlying waran terstruktur tersebut. 

 

Tiga Seri Waran Terstruktur yang Ditawarkan RHB Sekuritas
Kode Waran
     Terstruktur
ADRODRCM3A BBRIDRCM3A UNVRDRCM3A
Nama Waran
     Terstruktur
Call Warrant ADRO
     DR Exp 19 Jun 23
Call Warrant BBRI
     DR Exp 19 Jun 23
Call Warrant UNVR
     DR Exp 19 Jun 23
Kode ISIN ID4000045309 ID4000045408 ID4000045507
Underlying Waran
     Terstruktur
PT Adaro Energy
     Indonesia Tbk (ADRO)
PT Bank Rakyat
     Indonesia Tbk (BBRI)
PT Unilever Indonesia
     Tbk (UNVR)
Jenis Waran
     Terstruktur
Call Warrant Call Warrant Call Warrant
Jenis Penyelesaian
     Waran Terstruktur
Tunai Tunai Tunai
Jumlah Waran
     Terstruktur yang dicatatkan di Bursa
30.000.000 Unit 30.000.000 Unit 30.000.000 Unit
Rencana Penerbitan Waran Terstruktur Tambahan untuk memfasilitasi Liquidity Provider Sampai dengan
     30.000.000 Unit
Sampai dengan
     30.000.000 Unit
Sampai dengan
     30.000.000 Unit
Harga Penawaran
     Waran Terstruktur
Rp278,- s.d. Rp344,- Rp278,- s.d. Rp342,- Rp300,- s.d. Rp372,-
Harga Pelaksanaan
     Waran Terstruktur
Rp3.780,- s.d.
     Rp4.620,-
Rp4.280,- s.d.
     Rp5.225,-
Rp4.320,- s.d.
     Rp5.275,-
Rasio Konversi Waran Terstruktur 3 Call Warant
     Terstruktur : 1 Lembar
     Saham ADRO
3 Call Warant
     Terstruktur : 1 Lembar
     Saham BBRI
3 Call Warant
     Terstruktur : 1 Lembar
     Saham UNVR
Periode Perdagangan
     Waran Terstruktur
19 September 2022
     s.d. 13 Juni 2023
19 September 2022
     s.d. 13 Juni 2023
19 September 2022
     s.d. 13 Juni 2023
Tanggal Pelaksanaan
     Waran Terstruktur
19 June 2023 19 June 2023 19 June 2023
Masa Berlaku Waran
     Terstruktur
9 bulan 9 bulan 9 bulan

 

Kennet Zhao, Hed of Equity Derivatives RHB Sekuritas, mengatakan, waran jenis call akan bergerak searah harga saham yang jadi underlying. Sementara waran jenis put bergerak berlawanan dengan arah saham underlying

"Jika investor menganalisis bahwa saham underlying akan bullish, belilah waran call. Sebaliknya jika analisis bearish, belilah waran put," ujar Zhao. 

RHB Sekuritas saat ini hanya menawarkan waran terstruktur jenis call. Maklum, waran terstruktur merupakan produk investasi yang sama sekali baru sehingga membutuhkan perkenalan terlebih dahulu.

Saat ini, saham induk yang bisa dijadikan underlying waran terstruktur adalah saham yang yang terdaftar pada indeks IDX30. Meski bisa diperdagangkan seperti saham, Steinly bilang, waran terstruktur bukanlah saham, melainkan produk turunannya. Sehingga, waran terstruktur tidak memiliki fundamental sendiri. Selain itu, waran terstruktur juga memiliki rentang waktu jatuh tempo yang terbatas. 

Baca Juga: Bunga Acuan Naik, Beban Utang Korporasi Terungkit

Karena merupakan produk turunan, penerbit  wajib melakukan hedging terhadap saham yang menjadi underlying untuk setiap waran terstruktur yang ada di pasar. Lindung nilai tersebut akan selalu ditinjau setiap akhir hari oleh Kustodian Penjamin Efek Indonesia (KPEI) untuk memastikan kecukupan tanggung jawab penerbit terhadap investor.  

Soal likuiditas, investor tak perlu khawatir lantaran ada penyedia likuiditas alias liquidity provider. Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan efek yang menerbitkan waran terstruktur wajib untuk menjadi penyedia likuiditas dengan selalu memberikan kuotasi harga perdagangan waran terstruktur sesuai dengan harga wajarnya. 

Lalu, bagaimana cara kerja waran terstruktur? Penerbit akan menerbitkan waran terstruktur yang bisa dibeli oleh investor saat penawaran perdana. Kemudian, waran terstruktur tersebut akan dicatatkan di bursa untuk bisa diperdagangkan di pasar sekunder. 

RHB sebagai penyedia likuiditas akan menaruh harga kuotasi di bursa. Saat ada investor membeli waran terstruktur di bursa, Steinly mengatakan, RHB akan menyediakan barangnya dan pada saat bersamaan melakukan hedging dengan membeli saham yang jadi underlying di bursa. Sebaliknya, saat investor melakukan transaksi jual waran terstruktur, RHB akan melepas hedging lalu dananya digunakan untuk membayar investor. 

 

Keuntungan investasi waran terstruktur

Menurut Steinly, waran terstruktur menjadi instrumen perdagangan yang memberikan alternatif bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap kinerja saham dasarnya dengan menggunakan modal yang kecil.

Harga saham ADRO, misalnya, pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/9), berada di posisi Rp 4.010 per saham. Untuk membeli satu lot saham ADRO, investor harus merogoh kocek sebesar Rp 401.000. 

Investor bermodal cekak bisa membeli waran terstruktur dengan underlying saham ADRO sebagai alternatif. Dengan harga penawaran Rp 279-Rp 344 per unit, investor hanya membutuhkan dana Rp 27.800-Rp 34.400 untuk membeli satu lot ADRODRCM3A.

Dengan rasio konversi 3:1, maka investor  perlu membeli tiga lot waran terstruktur untuk memperoleh eksposur yang sama dengan kinerja saham induk. Artinya, investor hanya membutuhkan dana sebesar Rp 83.400 hingga Rp 103.200. 

Alhasil, Steinly bilang, dengan menggunakan modal minimal, investor bisa menikmati eksposur yang sama dari pergerakan harga saham underlying-nya.  Selain itu, waran terstruktur juga bisa membuka peluang bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio. Karena kecilnya modal yang dibutuhkan untuk membeli suatu waran terstruktur, investor bisa membagi porsi dana kepada beberapa instrumen lainnya. 

Waran terstruktur jenis call akan bergerak searah harga saham yang menjadi underlying. Saat harga saham naik, harga waran terstruktur juga akan ikut naik. Nah, investor tidak perlu menunggu waran terstruktur jatuh tempo untuk merealisasikan keuntungan. 

Keuntungan yang investor peroleh dari waran terstruktur bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan ketika membeli saham yang jadi underlying. Sebab, pada dasarnya, waran terstruktur bisa digunakan sebagai leverage atau pengungkit return. Adanya effective gearing akan memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan membeli saham induknya. 

Kenaikan harga waran terstruktur juga tidak dibatasi oleh batas auto rejection. Jadi, dalam sehari, harga waran terstruktur bisa naik puluhan hingga ratusan persen. Batasannya adalah harga pasar saham induknya.

Baca Juga: OPEC Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Permintaan Minyak Global Dalam Laporan Terbaru

Lalu, bagaimana jika investor memilih memegang waran terstruktur hingga jatuh tempo? Saat jatuh tempo, investor akan memperoleh penyelesaian tunai secara otomatis. Nominal penyelesaian tunai dihitung berdasarkan harga penyelesaian dikurangi harga pelaksanaan kemudian dibagi dengan rasio konversi. Harga penyelesaian yang berlaku adalah rata-rata harga penutupan saham yang menjadi underlying dalam lima hari terakhir. 

Untuk waran jenis call, Anda akan memperoleh pembayaran tunai jika harga saham yang menjadi underlying berada di atas harga pelaksanaan alias in-the-money. Namun, jika harga saham sama dengan (at-the-money) atau di bawah harga pelaksanaan (out-of-the-money), maka Anda tidak akan memperoleh apa-apa. 

Stinley bilang, in-the-money berarti ada pembayaran tunai. Belum tentu investor untung lantaran pembayaran tunai belum tentu lebih besar dibandingkan modal yang dikeluarkan untuk membeli waran terstruktur tersebut.

Taruh kata, Anda membeli tiga lot ADRODRCM3A di harga Rp 344 per saham. Modal yang Anda butuhkan sebesar Rp 103.200. Harga pelaksanaan diasumsikan sebesar Rp 4.620. Pada tanggal pelaksanaan waran terstruktur, hitungan harga penyelesaian saham ADRO sebesar Rp 5.000 per saham. Dengan begitu, nominal penyelesaian tunai yang akan Anda peroleh hanya sebesar Rp 38.000, jauh lebih kecil dibandingkan modal yang Anda keluarkan. 

 

Risiko waran terstruktur

Karena itu, sebelum membeli waran terstruktur, investor harus cermat melalukan analisis terhadap saham yang menjadi underlying waran terstruktur tersebut. Pergerakan harga saham akan berpengaruh terhadap harga waran terstruktur. 

Waran terstruktur juga memiliki waktu yang singkat. RHB hanya memberlakukan waktu selama sembilan bulan. Sehingga, investor juga harus memastikan sisa waktu waran terstruktur dengan analisis terhadap saham underlying-nya. "Sesuaikan kondisi pasar dan juga profil risiko," imbuh Stinley. 

Investor juga harus mencermati risiko pada investasi waran terstruktur. Effective gearing memang bisa memperkuat keuntungan investor dan menawarkan persentase pengembalian yang lebih tinggi.

Namun, peningkatan eksposur ini juga bekerja dua arah. Artinya, investor juga dihadapkan pada risiko kerugian yang lebih besar secara persentase dibanding membeli saham induknya. Meski demikian, kerugian akan terbatas pada harga waran terstruktur yang investor bayarkan. 

Investor juga perlu mencermati risiko pasar. Sebab, waran terstruktur memiliki risiko pasar yang sama dengan saham yang menjadi underlying. 

Risiko lain yang perlu dicermati adalah risiko likuiditas. Memang, penerbit akan bertindak sebagai penyedia likuiditas. Namun, investor tetap perlu memantau volume dan harga penawaran. Jangan sampai investor membeli waran terstruktur jauh di atas nilai wajar sementara waran terstruktur yang dipegang penyedia likuiditas sudah hampir habis. 

Baca Juga: Adu Cantik Saham ELSA, RAJA & MEDC Usai Cetak Pertumbuhan Laba Bersih Ratusan Persen

Stinley menegaskan, waran terstruktur merupakan produk jangka pendek. Itu sebabnya, instrumen investasi ini lebih cocok digunakan oleh investor jangka pendek. 

Dalam dua hari penawaran ini, Stinley bilang, minat investor terhadap produk waran terstruktur cukup bagus. Terbukti, salah satu seri waran terstruktur sudah hari ini sudah hampir habis kuotanya. 

RHB menargetkan, hingga akhir tahun, akan menerbitkan seri waran terstruktur lainnya untuk seluruh anggota IDX30. "Bulan depan, targetnya kami akan merilis lima seri waran terstruktur," ujar Stinley.

Terbaru